Diselidiki karena Kritik Presiden China

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Seorang profesor hukum di universitas bergengsi di China dinonaktifkan dan diselidiki karena mengkritik Presiden China, Xi Jinping. Kritikan itu dituangkan sang profesor dalam sebuah esai yang isinya kritis terhadap Presiden Xi. Tulisan kritis semacam itu tergolong langka di China. Profesor Xu Zhangrun dari Universitas Tsinghua, pekan lalu, diberitahu bahwa dirinya dicopot dari semua posisi mengajar hingga penyelidikan terhadapnya selesai dilakukan. Informasi ini diungkapkan oleh kolega dan sahabat Profesor Xu, Guo Yuhua. Universitas Tsinghua merupakan salah satu universitas terkemuka dan bergengsi di China. Sejak berdiri tahun 1911 silam, Universitas Tsinghua telah meluluskan sejumlah pemimpin China dalam sektor politik, bisnis, akademisi dan budaya. Universitas ini merupakan anggota Liga C9, sebuah aliansi resmi sembilan universitas elite di daratan utama China. Universitas Nanjing dan Universitas Peking juga tergabung dalam Liga C9. Selama ini, Universitas Tsinghua secara konsisten mendapat predikat sebagai salah satu sekolah terbaik dunia. Bahkan dalam World University Rankingsyang baru saja dirilis majalah Times Higher Education, Universitas Tsinghua menempati posisi teratas untuk wilayah Asia dan peringkat ke-22 secara global. Dituturkan Guo yang merupakan profesor sosiologi pada universitas yang sama, bahwa kinerja Profesor Xu sebagai seorang dosen, peneliti dan pendidik telah ditangguhkan. Guo menyatakan detail soal penonaktifan Profesor Xu masih tidak jelas, namun dia menyebut hal itu sebagian besar disebabkan sebuah esai yang dirilis Juli 2018. Tulisan Profesor Xu yang diberi judul ’Imminent Fears, Immediate Hopes’ itu menantang arah pergerakan China di bawah Presiden Xi dan menyerukan pemberlakuan kembali batasan masa kepresidenan, yang telah secara kontroversial dihapus pemerintah China pada awal tahun 2018. "Tiba-tiba, entah dari mana, kita memiliki seorang ’pemimpin tertinggi’ tanpa pemeriksaan atas kekuasaannya; bagaimana bisa orang-orang tidak memiliki bayangan aneh dan ketakutan baru?" tulis Profesor Xu dalam tulisannya yang kritis itu. Penyelidikan terhadap Profesor Xu menjadi contoh tindakan terbaru yang diambil pemerintah China dalam menekan opini dan suara berbeda yang dan bertentangan dengan kebijakan Partai Komunis China. Awal pekan ini, saat bicara kepada New York Times (NYT) via pesan singkat, Profesor Xu mengaku tak tahu apa yang akan menimpa dirinya. Komentar ini disampaikan menanggapi tulisan Profesor Xu yang kritis terhadap Presiden Xi itu. "Saya telah secara mental bersiap untuk hal ini sejak lama. Yang terburuk, saya bisa berakhir di penjara," ucap Profesor Xu kepada NYT saat itu. Guo menambahkan, tidak diketahui alasan pasti otoritas China baru mengambil tindakan pekan ini, meski mengetahui tulisan Profesor Xu dirilis sejak pertengahan tahun lalu. Ditegaskan Guo bahwa jika satu orang dilarang berbicara, maka itu menjadi masalah untuk semua orang. "Untuk diri saya, saya bicara bukan karena saya berani, tapi karena saya takut. Dan saya khawatir hal ini mungkin terjadi pada orang lain," ujarnya. Belum ada tanggapan resmi dari Universitas Tsinghua terkait laporan ini.
Tag :

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…