Mahathir Bakal Jual Banyak Aset Negara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menyatakan Malaysia tidak mengesampingkan kemungkinan menjual lebih banyak aset, termasuk tanah dan pulau, untuk menjaga utang nasional berada pada tingkat yang aman. "Kami masih memiliki beberapa aset. Bahkan, kami mungkin, jika perlu, bahkan menjual tanah milik pemerintah," katanya kepada wartawan di lobi Parlemen, Kamis (4/4/2019). "Tetapi tentu saja kami akan menjualnya kepada orang Malaysia, bukan kepada orang asing. Itu akan membantu mengurangi hutang." Mahathir juga menyatakan bahwa selain dari penjualan Superyacht Equanimity kepada konglomerat Genting Malaysia Bhd seharga AS$126 juta (sekitar Rp1,8 triliun), setiap penjualan aset pemerintah di masa depan juga akan diprioritaskan kepada orang Malaysia. Kapal pesiar itu diduga dibeli dengan uang yang dicuri dari dana investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) dan pernah digunakan oleh pengusaha Malaysia Low Taek Jho untuk menjadi tuan rumah pesta-pesta mewah. Equanimity direbut di lepas pantai Bali oleh Indonesia pada Februari tahun lalu atas permintaan pihak berwenang AS sebagai bagian dari investigasi korupsi bernilai miliaran dolar AS dalam skandal 1MDB. Kapal mewah itu termasuk di antara aset yang diduga dibeli oleh Low, juga dikenal sebagai Jho Low, dan rekan-rekannya dengan uang yang diambil dari dana tersebut. Pemerintah Indonesia menyerahkan kapal tersebut kepada Malaysia pada bulan Agustus, tetapi pemerintah Malaysia berjuang untuk menemukan pembeli untuk kapal dengan panjang 91 meter setelah lelang sebelumnya gagal. Pemerintah Pakatan Harapan sejauh ini menghabiskan RM14,5 juta (Rp50,5 miliar) ’hanya’ untuk merawat Equanimity, yang merapat di Port Klang sebelum dipindahkan ke markas Wilayah 3 Angkatan Laut Malaysia di Langkawi. Harga pembelian AS$126 juta adalah penawaran terbaik yang diterima sejak kapal superyacht itu ditawarkan pada Oktober tahun lalu. Malaysia pada awalnya ingin menjual kapal pesiar dengan harga tidak kurang dari AS$130 juta (Rp1,8 triliun). Nama Low terungkap sebagai rekanan mantan perdana menteri Najib Razak, yang telah didakwa di pengadilan dengan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan atas 1MDB. Mahathir menyalahkan pemerintah Najib karena membebani Malaysiadengan utang dan kewajiban lebih dari RM1 triliun. Mahathir mengatakan pada hari Kamis bahwa pemerintah melihat kemungkinan mengurangi lebih banyak hutang melalui identifikasi aset pemerintah. "Jadi saat ini proses sedang berlangsung, itu tidak statis. Itu (utang nasional) sedang diturunkan, sedang dikerjakan setiap saat," dia berkata. "Saya tidak bisa memberikan angka yang tepat, tetapi saya percaya itu telah berkurang cukup banyak." Perdana menteri juga mengatakan pemerintah telah memulihkan uang yang hilang dari Singapura, tetapi tidak mengungkapkan rinciannya. "Kami telah mengembalikan cukup banyak uang yang hilang, yang disimpan oleh Singapura. Sehingga dapat mengurangi utang," katanya. Ditanya apakah uang itu terkait dengan 1MDB, Mahathir berkata: "Saya harus bertanya kepada menteri keuangan. Dia memiliki angka yang lebih baik daripada saya." Soal langkah oposisi yang menentang likuidasi aset pemerintah, ia berkata: "Mereka dapat menentang, tetapi mereka tidak berkuasa." Dia menambahkan bahwa pemerintah harus melakukan apa yang dianggapnya benar dan menegaskan: "Selama masa kekuasaan mereka, mereka tidak menentang penjualan tanah kepada orang asing."
Tag :

Berita Terbaru

Pembangunan Pasar Dungus Tinggal Selangkah Lagi, Kontrak Ditarget Awal Agustus  ‎

Pembangunan Pasar Dungus Tinggal Selangkah Lagi, Kontrak Ditarget Awal Agustus ‎

Rabu, 29 Jul 2026 14:45 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 14:45 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pembangunan kembali Pasar Dungus yang telah dinanti para pedagang pascakebakaran 2022 kini tinggal selangkah lagi. Proyek tersebut t…

Diduga Usai Santap MBG, 201 Siswa dari 3 Sekolah Kediri Alami Mual hingga Diare

Diduga Usai Santap MBG, 201 Siswa dari 3 Sekolah Kediri Alami Mual hingga Diare

Rabu, 29 Jul 2026 12:42 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 12:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebanyak ratusan siswa dari 3 sekolah di Kediri mengeluhkan gangguan kesehatan diduga usai menyantap makanan Program Makan Bergizi…

Wihadi Wiyanto Anggota Komisi XI DPR RI Dorong Perlindungan bagi Industri Legal dan Pemberantasan Rokok Ilegal

Wihadi Wiyanto Anggota Komisi XI DPR RI Dorong Perlindungan bagi Industri Legal dan Pemberantasan Rokok Ilegal

Rabu, 29 Jul 2026 12:13 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 12:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro – Anggota Komisi XI DPR RI, Wihadi Wiyanto, menegaskan pentingnya keberlangsungan industry hasil tembakau Sigaret Kretek Tangan (…

Berantas Judi Online, Kejari Surabaya Setor Rp9,05 Miliar Hasil Rampasan TPPU ke Kas Negara

Berantas Judi Online, Kejari Surabaya Setor Rp9,05 Miliar Hasil Rampasan TPPU ke Kas Negara

Rabu, 29 Jul 2026 12:11 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 12:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mengeksekusi putusan pengadilan dengan menyetorkan uang sebesar Rp9.051.209.000 ke kas negara s…

Belum Penuhi Syarat, KKP Verifikasi Usulan Lahan Budidaya Ikan Tematik di Tulungagung

Belum Penuhi Syarat, KKP Verifikasi Usulan Lahan Budidaya Ikan Tematik di Tulungagung

Rabu, 29 Jul 2026 12:09 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 12:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti usulan lahan program Budi daya Ikan Darat Tematik di Tulungagung, saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan…

Dorong Ekonomi Daerah, Festival Ekraf di Probolinggo Libatkan Puluhan UMKM

Dorong Ekonomi Daerah, Festival Ekraf di Probolinggo Libatkan Puluhan UMKM

Rabu, 29 Jul 2026 11:28 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai langkah strategis dalam mendorong perekonomian daerah, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar)…