Peter Diduga Dilindungi Ketua Umum Perindo Hary Ta

Diduga Rencana Lakukan Pembunuhan, Peter Susilo, Belum Ditahan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kasus pemukulan dengan pistol yang diduga dilakukan kader Perindo, Peter Susilo, diduga dibekingi Ketua Umum Perindo Pusat Hary Tanoesoedibjo. Sementara dari informasi yang digali Surabaya Pagi di lapangan, hingga Selasa (23/4/2019) sore kemarin, rencananya, bos MNC Grup ini, dalam satu-dua hari kedepan akan menemui Kapolda Jatim, untuk meminta Peter Susilo, tidak ditahan. Sementara, salah satu sumber di Perindo Jatim yang meminta namanya tidak dikorankan, saat dihubungi Surabaya Pagi, Selasa (23/4/2019) siang kemarin mengatakan, kasus ini mendapat perhatian Hary Tanoe. “Pak Harie, minta Peter jangan sampai ditahan, meski kasus penganiayaan ini ada unsur pidana perencanaan pembunuhan,” jelas sumber tersebut itu kepada Surabaya Pagi, Selasa (23/4/2019) siang kemarin. Sementara, dengan ditanganinya di Subdit I Kamneg Direskrimum Polda Jatim, hingga Selasa siang, laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan Peter Susilo, masih dalam pemeriksaan saksi-saksi. Masih Gelar Perkara Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung Mangera didampingi Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gupuh Setiono menjelaskan masih memproses berkas laporan yang sejak Minggu (21/4/2019) kemarin dilimpahkan dari Polrestabes Surabaya. “Kita masih lakukan gelar internal antar anggota. Jadi kita masih dalam pendalaman, pasti kita akan panggil beberapa saksi lagi untuk pemeriksaan lanjutan,” kata Barung Mangera. Sementara, salah satu informasi yang digali di internal Polda Jatim, Selasa kemarin, mengakui bahwa laporan Rudi Wibowo, korban dugaan penganiayaan Peter Susilo, masih belum ditangani serius. Padahal, penyidik Polrestabes Surabaya sudah memeriksa beberapa saksi, alat bukti dan olah TKP. “Sebetulnya (kasus ini) mudah. Apalagi sudah ada bukti kekerasan. Mungkin (Peter) mendapat bantuan bos Perindo,” ungkap sumber tersebut. Saling Lapor Terpisah, kuasa hukum Rudy Wibowo, Vena Naftalia, Selasa (23/4/2019) kemarin sedang menagih dan koordinasi di Dirreskrimum Polda Jatim, setelah pelimpahan Minggu (21/4/2019) kemarin. “Benar mas. Ini kita sedang koordinasi dengan penyidik. Nanti lengkapnya saya info,” kata Vena, saat dihubungi Surabaya Pagi, semalam. Bahkan, di Polda Jatim, Peter juga melaporkan kliennya, Rudy Wibowo dan sedang ditangani unit Jatanras Polda Jatim. “Ditangani Jatanras. Kita tetap akan kawal laporan klien kami,” tambahnya. Sementara, kuasa hukum Peter Susilo, Yafeti Waruwu, saat dikonfirmasi Surabaya Pagi, Senin (22/4/2019) kemarin masih belum bisa memberikan keterangan lebih detail yang menimpa kliennya. “Nanti setelah saya kembali dari Bali. Saya beri keterangan,” jelas Yafeti, kepada Surabaya Pagi, kemarin. Pun demikian dengan Pieter. Saat ini, ia menyebut jika kondisinya sudah berangsur membaik pasca perkelahian dengan kolega separtainya itu. Pieter harus mendapatkan perawatan jalan guna memulihkan kondisi kesehatannya. Didalam pesan singkat, Pieter juga meminta Surabaya Pagi agar pemberitaan terkait perkelahian itu tak berat sebelah. "Iya mas saya ke UGD lagi untuk normalisasi tensi saya dan migran kepala bagian kanan. Kalau sudah fit saya akan hubungi mas. Terimakasih ya mas. Mohon dibantu agar berita tidak di muat dengan berita sepihak," singkatnya. Kejadian penganiayaan ini, bermula saat Peter Susilo, memanggil Rudy, yang sama-sama Kader Partai Perindo, untuk datang ke rumah Petee di Perumahan Dian Istana Surabaya, Jumat (19/4/2019) malam. Pemanggilan ini konon untuk klarifikasi soal perolehan suara keduanya. “Ada indikasi Pak Peter ini tidak terima, karena suara Pak Rudy ini kok banyak, dikira mengambil suara dari Pak Peter,” terang Venna, pengacara Rudi Wibowo. Diduga Peter Rencanakan Setiba di rumah Peter, kata Venna, Rudy disuruh masuk dan temannya diminta menunggu di luar rumah. Saat itu Rudy disuruh untuk tanda tangan surat. “Dalam surat, isinya jika surat suara itu sah atau tidak dianggap hasil mencuri,” ucap Venna. Namun korban enggan menandatangani, lantaran bukan wewenang dirinya untuk menandatangani surat tersebut. “Saat itulah emosi Peter tersulut. Dia kemudian memegangi korban dengan bantuan tiga orang, lalu menghajarnya,” ucapnya. Pistol dan Gagang Sapu Diduga Peter sudah merencanakan akan menghabisi Rudi. Indikasinya Peter mengajak tiga pria yang diduga oknum anggota militer. Malam itu, Peter Susilo, mengambil pistol yang ada di dalam tas coklat miliknya. Pistol ini dipukulkan ke kepala korban Rudy Wibowo. Pukulan itu membuat luka robek di kepala korban. “Hingga kerasnya yang membuat magazine pistol itu jatuh ke lantai,” ungkap Vena. Setelah itu, korban kembali dipukul dengan menggunakan gagang sapu hingga sapu itu patah. Selain itu korban juga dipukul lagi di bagian hidung yang membuat hidungnya berdarah. Rudi, yang sudah berlumuran darah dan tidak seimbang, langsung teriak minta tolong. “Teman klien saya saat itu telepon Pak Gianto (Ketua Bara JP Jatim, Giyanto Wijaya) untuk minta tolong,” tambah Vena. Malam itu Vena dan korban langsung ke Mapolrestabes Surabaya untuk melaporkan agar ditangani segera. Namun karena kondisi korban yang sudah parah, pemeriksaan itu hanya beberapa saat. “Saat itu saya membawa korban ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif,” kata Vena. n fir/nt/rmc
Tag :

Berita Terbaru

Fertilitas Jatim di Bawah Ambang Ideal, BPS Soroti Ancaman Krisis Tenaga Produktif

Fertilitas Jatim di Bawah Ambang Ideal, BPS Soroti Ancaman Krisis Tenaga Produktif

Kamis, 07 Mei 2026 19:03 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 19:03 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Tren penurunan angka kelahiran di Jawa Timur kian terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru Badan Pusat Statistik m…

Kasus Pemecatan Guru di Jombang Memanas, Lia Istifhama Soroti Objektivitas dan Marwah Profesi

Kasus Pemecatan Guru di Jombang Memanas, Lia Istifhama Soroti Objektivitas dan Marwah Profesi

Kamis, 07 Mei 2026 18:57 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Jombang – Polemik pemecatan guru di Indonesia kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah kasus yang mencuat belakangan ini menunjukkan beragam a…

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi se-Jawa, Khofifah Soroti Ketahanan di Tengah Krisis Global

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi se-Jawa, Khofifah Soroti Ketahanan di Tengah Krisis Global

Kamis, 07 Mei 2026 18:51 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 18:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 yang mencapai 5,96 p…

Ekonomi Biru Jadi Fokus, Khofifah Soroti Peran SDM Maritim untuk Daya Saing Global

Ekonomi Biru Jadi Fokus, Khofifah Soroti Peran SDM Maritim untuk Daya Saing Global

Kamis, 07 Mei 2026 18:46 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 18:46 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) maritim unggul dan pengembangan e…

Terangi 519 Keluarga di Madiun, PLN Dukung Program BPBL Kementerian ESDM

Terangi 519 Keluarga di Madiun, PLN Dukung Program BPBL Kementerian ESDM

Kamis, 07 Mei 2026 18:41 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 18:41 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur mendukung pemerataan akses listrik bagi masyarakat melalui Program Bantuan Pasang Baru …

Exhibition Imersif di Surabaya, Frank & co Hadirkan Kisah Cinta dan Kilau Berlian Kelas Dunia

Exhibition Imersif di Surabaya, Frank & co Hadirkan Kisah Cinta dan Kilau Berlian Kelas Dunia

Kamis, 07 Mei 2026 18:38 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 18:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Frank & co. melanjutkan rangkaian perayaan ulang tahun ke-30 melalui sebuah pameran imersif bertajuk “30 Years of Real Love: Frankly Th…