SURABAYAPAGI.COM Tuban- Bertepatan dengan Hari Pajak, KPP Pratama Tuban salurkan bantuan air bersih bagi warga desa Genaharjo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.
Membincang bencana kekurangan air saat musim kemarau tiba di Kabupaten Tuban seperti tak ada habisnya. Dampak yang ditimbulkan dari siklus alam tahunan tersebut sangat luas mencakup beberapa wilayah. Senin, (15/7).
Salah satunya adalah desa Genaharjo. Desa yang dihuni kurang lebih 715 keluarga miskin tersebut hampir tiap tahun selalu dilanda kekeringan yang menyebabkan langkanya air baik untuk konsumsi keluarga maupun keperluan bercocok tanam. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga desa setempat terpaksa membeli air dari mobil tangki dengan harga sekitar Rp. 125.000 pertangki dengan kapasitas 3000 liter.
Widi Ristanti selaku Kaur Kesra desa Genaharjo membeberkan jika yang paling parah terdampak kekeringan didaerahnya adalah dusun Gempol, jangankan mandi, air untuk minum saja sulit. Sehingga menurutnya, adanya bantuan air bersih dari KPP Tuban ini dinilai sangat tepat dan bermanfaat bagi warga yang sudah mengalami kekeringan sejak sebulan lalu. "Kekeringan disini sudah berjalan sekitar sebulan lebih, sepertinya tahun ini lebih parah. Biasanya puncaknya pada bulan Agustus sampai Oktober," katanya.
Dalam kesempatan yang sama ketua KPP Pratama Tuban, Eko Rednadi Susetio menyatakan jika agenda penyaluran air bersih tersebut merupakan wujud dedikasi sosial pada masyarakat yang dilakukan pihaknya dalam rangka memperingati hari Pajak.
"Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian KPP Pratama Tuban untuk sesama. Di hari pajak ini selain menyalurkan bantuan air bersih, kita juga menyelenggarakan bakti sosial lain berupa donor darah" pungkasnya. Seorang warga setempat, Mat Soleh (60) turut memberikan tanggapan serupa dengan Kaur Kesra, ia merasa bersyukur atas datangya bantuan tersebut. Disisi lain ia juga mengharapkan pemerintah kabupaten Tuban selain memberikan bantuan air bersih juga mampu menyuguhkan solusi lain yang lebih efisien dalam rangka mengatasi kekeringan yang muncul tiap tahun.
"Saya sebagai warga berterimakasih atas bantuan air bersih ini. Biasanya saya beli, baik itu untuk kebutuhan rumah tangga atau buat nyiram tembakau karena sumur sudah mulai mengering. Tapi karena ada bantuan ya jadinya tidak beli, kira- kira cukup untuk 2 sampai 3 hari dirumah. Tinggal beli yang mau dipakai menyiram tanaman" tukasnya.
Editor :
Mariana Setiawati
Berita Terbaru
Sabtu, 02 Mei 2026 17:23 WIB
Sabtu, 02 Mei 2026 17:23 WIB
SURABAYAPAGI.com, Madiun - Berbagai insiden yang terjadi di perlintasan sebidang akhir akhir ini terus menjadi sorotan serius bagi masyarakat dan seluruh…
Sabtu, 02 Mei 2026 17:17 WIB
Sabtu, 02 Mei 2026 17:17 WIB
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program beasiswa Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis), hingga Gerakan Aksi Bersama Integrasi Penuntasan Anak Tidak…
Sabtu, 02 Mei 2026 16:40 WIB
Sabtu, 02 Mei 2026 16:40 WIB
SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Mojokerto dalam menindaklanjuti upaya pencegahan …
Sabtu, 02 Mei 2026 09:56 WIB
Sabtu, 02 Mei 2026 09:56 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Selalu perkuat komitmen kesejahteraan bagi para pekerja, menjadi upaya skala prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan, dalam…
Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB
Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB
SurabayaPagi, Surabaya - Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali…
Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB
Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB
SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan menggelar syukuran bersama ribuan pekerja d…