Tiongkok: Amerika-lah yang Paling Banyak Merugi akibat Perang Dagang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Beijing - Amerika Serikat dilaporkan mengalami lebih banyak kerugian ekonomi daripada Tiongkok akibat perang dagang selama setahun ini. Salah seorang pejabat pemerintah Tiongkok dikirim ke AS untuk mempertahankan posisi Beijing dalam pertikaian dagang, sekaligus mencari masukan dari pakar kebijakan luar negeri, Kamis (18/7/2019). Sejatinya, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melambat tersebut lebih disebabkan karena upaya pemerintah untuk mengurangi kelebihan kapasitas manufaktur. Selain itu, pemerintah juga berupaya menyeimbangkan kembali ekonomi jasa. Jadi, pelambatan ekonomi tersebut tidak dipengaruhi oleh perang dagang dengan AS. Bi Jiyao, wakil presiden Akademi Riset Ekonomi Makro Cina dalam pertemuannya dengan sekelompok mantan diplomat AS dan Pengamat Tiongkok di New York yang diberi mandat oleh pemerintah Tiongkok mengatakan, perang dagang telah menyebabkan eksportir AS kehilangan pangsa pasar di Tiongkok. Jadi, sambung Bi Jiyao, Presiden AS Donald Trump salah jika berpikir bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang lebih lambat akan memaksa Beijing untuk membuat konsesi atau perjanjian. "AS telah kehilangan pangsa pasar di Tiongkok," cetus Bi Jiyao. "Sekarang, peringkat Anda (AS) sebagai mitra dagang dengan kami Tiongkok adalah nomer tiga kalah dari ASEAN." Selain mengutip hilangnya pangsa pasar untuk beberapa bisnis AS yang beroperasi di Tiongkok, sayangnya Bi Jiyao tidak menawarkan bukti untuk mendukung klaimnya bahwa perang perdagangan telah mempengaruhi ekonomi AS lebih buruk daripada Tiongkok. Akademi Bi Jiyao sejatinya adalah bagian dari Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, sebuah badan perencanaan ekonomi yang berpengaruh dari pemerintah pusat. Dia berada di New York dengan delegasi lainnya termasuk Luo Linquan, wakil presiden Asosiasi Diplomasi Publik Tiongkok dan Chen Jianqi, wakil direktur Sekolah Partai Institut Ekonomi Dunia Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok. Sebelum ini, Biro Statistik Nasional (NBS) Tiongkok melaporkan pada hari Senin (15/7/2019), pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang diketahui melambat ke rekor terendah 6,2 persen pada kuartal kedua 2019 dari 6,4 persen pada kuartal pertama. "Dalam perekonomian Tiongkok, pertumbuhan 1 persen ekonomi dapat menghasilkan 2 juta peluang kerja di kota-kota, dan itu cukup untuk memenuhi permintaan pencari kerja," ungkap Bi Jiyao. Tidak lama setelah Tiongkok merilis data ekonominya pada hari Senin itu, Trump mengatakan dalam sebuahtweet:“Tarif Amerika Serikat memiliki pengaruh besar pada perusahaan yang ingin meninggalkan Tiongkok untuk negara-negara non-tarif. Ribuan perusahaan pergi. Inilah sebabnya mengapa Tiongkok ingin membuat kesepakatan dengan AS, dan berharap itu tidak melanggar kesepakatan semula."
Tag :

Berita Terbaru

Lewat ‘Gerebek TBC’, Dinkes Kota Madiun Tingkatkan Temuan Kasus Baru

Lewat ‘Gerebek TBC’, Dinkes Kota Madiun Tingkatkan Temuan Kasus Baru

Jumat, 27 Mar 2026 10:18 WIB

Jumat, 27 Mar 2026 10:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka meningkatkan temuan kasus baru penyakit tuberkulosis (TBC) guna mengejar target Eliminasi TB Tahun 2030 sesuai yang…

Hemat BBM, Ning Ita Instruksikan Seluruh ASN Kota Mojokerto “Gowes” Setiap Hari Jumat

Hemat BBM, Ning Ita Instruksikan Seluruh ASN Kota Mojokerto “Gowes” Setiap Hari Jumat

Jumat, 27 Mar 2026 10:13 WIB

Jumat, 27 Mar 2026 10:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Walikota Mojokerto Ika Puspitasari  menghadirkan inovasi kreatif guna mendukung penghematan bahan bakar minyak (BBM).  Petinggi P…

Musim Giling 2026, PG Ngadirejo Kediri Targetkan Giling Tebu 10,6 Juta Kuintal

Musim Giling 2026, PG Ngadirejo Kediri Targetkan Giling Tebu 10,6 Juta Kuintal

Jumat, 27 Mar 2026 10:06 WIB

Jumat, 27 Mar 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Memasuki musim giling Tahun 2026, Pabrik Gula Ngadirejo Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menargetkan mampu menggiling tebu sebanyak…

Syarat Gadai BPKB Mobil di SEVA, Alternatif Pinjaman Dana Tunai Tanpa Harus Jual Kendaraan

Syarat Gadai BPKB Mobil di SEVA, Alternatif Pinjaman Dana Tunai Tanpa Harus Jual Kendaraan

Kamis, 26 Mar 2026 21:25 WIB

Kamis, 26 Mar 2026 21:25 WIB

Surabayapagi.com-Surabaya:  Kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang cepat dan aman terus meningkat, termasuk di kota-kota besar seperti Surabaya. …

Jabatan Kabais Diserahkan ke Panglima TNI

Jabatan Kabais Diserahkan ke Panglima TNI

Kamis, 26 Mar 2026 18:58 WIB

Kamis, 26 Mar 2026 18:58 WIB

Buntut Penyiraman air Keras yang Menimpa aktivis KontraS Andrie Yunus. Konon Korban Kerap Kritik UU TNI dan Perluasan Peran Militer di Ruang Sipil…

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Kepala Bais Diproses Secara Hukum

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Kepala Bais Diproses Secara Hukum

Kamis, 26 Mar 2026 18:54 WIB

Kamis, 26 Mar 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Kepala Bais segera diproses hukum untuk dimintai pertanggungjawaban. Koalisi Sipil semula…