Kominfo akan Merevisi Aturan Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com– Kominfo cukup teganggu dengan kondisi media social akhir akhir ini, beberapa konten kreator baik sengaja ataupuntidak sengaja membuat membagikan konten berbau bau vulgar mereka dengan bebas di akun media mereka. Kominfo menyoroti sejumlah konten vulgar dari beberapa YouTuber dan selegram, salah satunya Kimi Hime seorang konten kreator gaming yang akhir akhir ini memiliki masalah dengan konten youtubenya yang dihapus karena dianggap mengandung pornografi. Kominfo pun memanggil Kimi Hime untuk dilakukan pembinaan. Alhasil, Kominfo menyatakan akan merevisi Peraturan Menteri Kominfo 19/2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif. "Do and don’ts (yang boleh dan yang tidak boleh) konten creator akan dibahas dalam Peraturan Menteri. Saya belum bisa menjanjikan kapan (revisi selesai),"" ujar Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo RI Ferdinandus Setu, dilansir dari CNBC Jumat (2/8). Namun, pertemuan Kimi Hime dengan Kominfo, batal dilakukan. Kimi Hime tak menghadiri undangan yang sudah dilayangkan Kominfo beberapa waktu lalu. "Kimi Hime tidak jadi datang. Kami ingin sampaikan bahwa kominfo beberapa waktu terakhir sudah melakukan pemanggilan. Sudah ada komunikasi baik. Tapi paling penting Kimi Hime sudahtake downterhadap konten yang ada unsur vulgar pada akun YouTube dan Instagram," ujar Ferdinandus Setu. Menurut Setu, pertemuan dengan Kimi Hime bisa diatur di lain hari. Meski demikian, Kominfo sudah melakukan pembinaan konten pada akun Kimi Hime, setelah yang bersangkutan menghapus konten "Tapi paling penting ia sudah melakukantake down sehingga pembinaan konten Kimi Hime kami anggap selesai," ujarnya.
Tag :

Berita Terbaru

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…

PKL Alun-alun Madiun Tolak Relokasi, Tempat Baru Dinilai Merugikan Pedagang 

PKL Alun-alun Madiun Tolak Relokasi, Tempat Baru Dinilai Merugikan Pedagang 

Kamis, 02 Apr 2026 14:01 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 14:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kota Madiun - Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun-alun Kota Madiun menolak relokasi yang direncanakan Pemkot Madiun. Alasannya tempat…

Lem Rajawali Lakukan Transformasi Brand 2026, Luncurkan Produk Baru dan Perkuat Ekspansi Pasar

Lem Rajawali Lakukan Transformasi Brand 2026, Luncurkan Produk Baru dan Perkuat Ekspansi Pasar

Kamis, 02 Apr 2026 13:57 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 13:57 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Lem Rajawali, brand milik Mikatasa Group, resmi melakukan transformasi brand secara menyeluruh pada 2026 sebagai upaya memperkuat p…

Pemegang Saham Danamon Setujui Seluruh Agenda RUPST 2026

Pemegang Saham Danamon Setujui Seluruh Agenda RUPST 2026

Kamis, 02 Apr 2026 09:50 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 09:50 WIB

SURABAYA PAGI, Jakarta- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon” atau “Perseroan”, BEI: BDMN), anggota MUFG, grup jasa keuangan global, pada hari ini menyele…

Saluran Macet Jadi Pemicu, Relokasi PKL Alun-alun Tunggu Fasilitas Siap  ‎

Saluran Macet Jadi Pemicu, Relokasi PKL Alun-alun Tunggu Fasilitas Siap  ‎

Kamis, 02 Apr 2026 06:26 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 06:26 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-alun Kota Madiun masih belum direalisasikan dalam waktu dekat. Pem…