Disiksa Pasangan Sejenis Sang Tante, Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Samarinda –Malang nasib PT, bocah laki laki berusia 6 tahun tewas setelah disiksa dengan luka pembekuan darah di otak. PT disiksa oleh SA yang notabennya merupakan pasangan sejenis dari tantenya nya (MS). SA yang mengetahui PT tak sadarkan diri setelah ia siksa, segera melarikannya ke puskesmas di kelurahan Bentuas, kecamatan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur bersama dengan MS. Karena kondisi PT yang terbilang cukup parah, pihak rumah sakit meminta PT untuk dirujuk ke rumah sakit Abdul Wahab Syahranie Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu (2/10/2019). Humas rumah sakit Abdul Wahab, Syahranie Arysia Andhina mengatakan kondisi korban saat itu kejang dan muntah. “Saat di puskesmas, kondisinya kejang dan muntah. Lalu dirujuk ke rumah sakit,” ucap Syahranie. Kapolsek Sang – Sang Iptu Muhammad Afnan menjelaskan, saat korban ditangani tim medis IGD, SA pergi dan meninggalkan MS sendirian di rumah sakit. Afnan mengatakan SA tidak bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan. “Dia (pelaku) pergi tidak bertanggung jawab hingga menonaktifkan handphone miliknya,” jelas Muhammad Afnan. Nenek PT, Intan Nussidah (44) melaporkan perbuatan SA kepada polisi. Mendapati laporan tersebut Polsek Sanga– Sanga lantas bergerak menangkap pelaku. AKBP Anwar menuturkan pelaku diserahkan keluarga korban kepada polisi. “Kami datangi ke rumah keluarganya tadi pagi, pihak keluarga menyerahkan kepada kami,” kata Afnan. Adapun motif SA menganiaya PT dikarenakan korban yang kerap bandel dan rewel. Lantas pelaku memukul korban hingga gantungan baju hancur. “Namanya anak biasa kan rewel dan mucil(bandel), nggak mau nurut, sehingga tersangka jengkel lalu memukul korban dengan ikat pinggang, sepatu hingga gantungan baju sampai hancur,” tuturnya. Diketahui, PT berada di rumah neneknya karena dititipkan orang tuanya yang bercerai. Dan ibunya bekerja di Balikpapan. Akhirnya korban dititipkan sang nenek ke tantenya. PT yang dititipkan ke tantenya MS tinggal bersama dengan pasangan sejenisnya SA. Dalam kurun waktu lima bulan PT saat tinggal bersama MS dan SA kerap mengalami penyiksaan dari SA. MS yang merasa kasihan dengan PT sempat ingin melaporkan pasangannya ke Polisi namun justru ia diancam akan dibunuh. Hingga puncaknya, pada Senin (30/9/2019) pukul 15.00 WITA, PT dianiaya berulang kali oleh SA sampai tak sadarkan diri. Dari hasil pemeriksaan saat itu, diketahui terdapat pembekuan darah di kepala korban. Hingga PT harus dirawat selama 2 hari. Selama dirawat itu, PT sempat menjalani tindakan bedah otak (kraniotomi) dan memasang ventilator di ruang PICU “Operasi di kepala oleh spesialis bedah saraf. Kita ambil darah yang mengalami pembekuan di kepalanya,” jelas Syahranie kembali Pada Rabu (2/10/2019) kondisi korban terus menurun. Bahkan empat orang dokter menyebutkan korban mengalami pembekuan darah di bagian kepala sehingga mematikan batang otak dan membuat otak tidak berfungsi. Pembekuan darah diduga karena benturan dari benda tumpul. “Kondisinya sudah kritis sejak kami terima dari Puskesmas. Ada cedera kepala berat diduga akibat benturan yang menyebabkan terjadinya pembekuan darah di kepala,” jelas Syahranie. Dokter menuturkan otak korban sudah tidak lagi berfungsi. Korban lantas meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WITA, Rabu (2/9/2019) di ruang PICU.
Tag :

Berita Terbaru

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…