Kontak Erdogan, Trump Ingin Turki Hentikan Invansi Militer

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Melalui percakapan telepon Senin 14/10, Trump langsung menyampaikan bahwa pihaknya ingin Turki menghentikan serangan militer ke Suriah. Wakil Presiden (Wapres) Mike Pence menyatakan bahwa dalam percakapan via telepon tersebut, Trump mendesak Erdogan untuk "menghentikan invasi, untuk memberlakukan gencatan senjata segera dan untuk memulai negosiasi dengan pasukan Kurdi di Suriah," kata Pence kepada para wartawan. Pence menambahkan bahwa dirinya akan segera pergi ke Turki atas arahan Trump. "Dia mengarahkan saya untuk memimpin delegasi. Saya akan berangkat secepat mungkin untuk pergi ke wilayah tersebut guna mengupayakan gencatan senjata dan penyelesaian negosiasi," ujar Pence seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/10/2019). Sebelumnya, Turki meluncurkan operasi lintas-perbatasan ke Suriah utara pada Rabu, hanya beberapa hari setelah Erdogan mengatakan kepada Trump melalui telepon bahwa ia berencana untuk bergerak maju dengan langkah yang telah direncanakan terhadap sekutu Kurdi Amerika di wilayah tersebut. Trump tiba-tiba mengumumkan pemindahan 50 tentara Amerika dari zona konflik untuk menghindarkan mereka dari bahaya, menepis kritik bahwa ini akan membuat Kurdi terbuka untuk diserang. Langkah Trump ini secara luas dilihat sebagai tanda memberi Erdogan lampu hijau untuk menjalankan operasinya. Pemerintah Turki telah sejak lama menentang dukungan AS pada YPG dalam perang melawan kelompok ISIS. Ankara menyebut milisi tersebut sebagai cabang "teroris" dari kelompok pemberontak Kurdi di wilayah Turki, yang selama ini kerap melancarkan serangan. Erdogan telah bersumpah bahwa operasi militer terhadappasukan Kurdi di Suriah tersebut "tak akan berhenti". "Sekarang ada ancaman-ancaman yang datang dari kanan dan kiri, menyuruh kami untuk menghentikan ini," ujar Erdogan. "Kami tak akan mundur," tegasnya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (12/10/2019). Berita panggilan telepon Trump datang setelah presiden berjanji untuk menjatuhkan sanksi pada Turki dan segera menghentikan negosiasi dengan negara itu atas apa yang disebutnya kesepakatan perdagangan USD100 miliar. "Serangan militer Turki membahayakan warga sipil dan mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan itu," kata Trump dalam pernyataan sebelumnya yang diposting di Twitter. “Saya sudah sangat jelas dengan Presiden (Turki) (Recep Tayyip) Erdogan: Tindakan Turki memicu krisis kemanusiaan dan menetapkan kondisi untuk kemungkinan kejahatan perang," sambungnya. "Sayangnya, Turki tampaknya tidak mengurangi dampak kemanusiaan dari invasi," bunyi pernyataan itu.
Tag :

Berita Terbaru

Purbaya Pamer Ekonomi Kerakyatan di China

Purbaya Pamer Ekonomi Kerakyatan di China

Minggu, 21 Jun 2026 20:40 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memamerkan ketangguhan ekonomi Indonesia di hadapan ratusan akademisi dan mahasiswa Nankai…

Awal Bulan, Wuling Alami Pengangkutan Kontainer

Awal Bulan, Wuling Alami Pengangkutan Kontainer

Minggu, 21 Jun 2026 20:38 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, tidak menampik bahwa pihaknya sempat mengalami kendala operasional dalam proses…

Jokowi Suka Ayam Goreng, Soto Gading dan Tempe Bacem

Jokowi Suka Ayam Goreng, Soto Gading dan Tempe Bacem

Minggu, 21 Jun 2026 20:36 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perayaan ulang tahun Presiden Jokowi ke-65, disambut meriah oleh warga sekitar. Kediaman preside Republik Indonesia (RI) ke-7 itu…

Direktur Utama PLN, Beber Gangguan PLTU Besar di Jawa

Direktur Utama PLN, Beber Gangguan PLTU Besar di Jawa

Minggu, 21 Jun 2026 20:35 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan gangguan teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar di Jawa.…

Analisa Dua Pengamat Keuangan, Pilih Deposito dan Dolar AS

Analisa Dua Pengamat Keuangan, Pilih Deposito dan Dolar AS

Minggu, 21 Jun 2026 20:32 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perencana Keuangan Aidil Akbar mengatakan menabung dan investasi merupakan dua instrumen yang berbeda sehingga tidak bisa…

Undav, Pastikan Jerman Lolos

Undav, Pastikan Jerman Lolos

Minggu, 21 Jun 2026 20:28 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Masuk menggantikan Kai Havertz pada menit ke-60, Deniz Undav langsung menjadi pembeda dengan mencetak gol penyama kedudukan di…