Hasil Ekspor Pertanian Berhasil Dorong Neraca Perdagangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Badan Pusat Statistik menyatakan ekspor hasil pertanian mengalami peningkatan yang cukup besar menopang neraca perdagangan September 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan September 2019 mengalami defisit US$ 160 juta. Angka itu selisih dari nilai ekspor US$ 14,10 miliar yang lebih kecil dari impor US$ 14,26 miliar. Sementara pada Agustus 2019, neraca dagang surplus US$ 85,1 juta. Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto menyatakan, ekspor hasil pertanian pada September 2019 tercatat US$355,7 juta, mengalami kenaikan 5,27% dibandingkan dengan ekspor hasil pertanian Agustus 2019 yang tercatat US$337,9 juta. “Ekspor hasil pertanian yang meningkat cukup besar itu buah-buahan, tembakau, tanaman obat, aromatik, rempah-rempah, dan sayur-sayuran,” ujar Suhariyanto di Kantor BPS, Selasa (15/10/2019). Dia memerinci, secara year-on-year (yoy), ekspor hasil pertanian yang meningkat cukup besar adalah; kopi, tanaman obat, aromatik, rempah-rempah, hasil hutan bukan kayu lain, dan tembakau. “Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–September 2019 mencapai US$ 124,17 miliar atau menurun 8,00% dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$ 114,75 miliar atau menurun 6,22%,” kata dia di Jakarta, Selasa (15/10). Selain hasl tani diatas, BPS menyebutkan dalam periode Januari sampai September 2019 ekspor komoditi hasil pertanian yakni Babi tercatat US$ 44,79 juta atau setara Rp 627,06 miliar (kurs Rp 14.000), tumbuh 9,22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 41,01 juta atau setara Rp 574,14 miliar. Per September ekspor Babi US$ 4,78 juta turun 10,86% dibandingkan periode Agustus 2019 US$ 5,3 juta. Permintaan paling banyak ke Singapura karena babi berasal dari Batam Secara umum, ekspor nonmigas secara (mtm), mencapai US$13,27 miliar, dan volume 52,73 juta ton. Jika dibandingkan dengan Agustus 2019, nilai ekspor nonmigas ini turun 1,03%, volume naik 4,64%. Secara rinci, penurunan ekspor nonmigas terjadi karena peran komoditas perhiasan atau permata sebesar 2,03% lalu kendaraan dan bagiannya turun 0,64%, serta pakaian jadi bukan rajutan turun 0,58%. Sementara itu, untuk komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan selain pertanian antara lain; bijih, kerak, dan abu logam dengan nilai 193,08�ngan kenaikan volume 28,63%. Komoditas yang mengalami kenaikan lainnya adalah lemak dan minyak hewan nabati sebesar 11,53%, dengan kenaikan volume ekspor 7,51%. Ketiga adalah komoditas besi dan baja yang juga naik 19,15%, dan volume ekspor juga naik 9,59%. Adapun tujuan utama ekspor nonmigas ini adalah Tiongkok, Taiwan, dan India.
Tag :

Berita Terbaru

Purbaya Pamer Ekonomi Kerakyatan di China

Purbaya Pamer Ekonomi Kerakyatan di China

Minggu, 21 Jun 2026 20:40 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memamerkan ketangguhan ekonomi Indonesia di hadapan ratusan akademisi dan mahasiswa Nankai…

Awal Bulan, Wuling Alami Pengangkutan Kontainer

Awal Bulan, Wuling Alami Pengangkutan Kontainer

Minggu, 21 Jun 2026 20:38 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, tidak menampik bahwa pihaknya sempat mengalami kendala operasional dalam proses…

Jokowi Suka Ayam Goreng, Soto Gading dan Tempe Bacem

Jokowi Suka Ayam Goreng, Soto Gading dan Tempe Bacem

Minggu, 21 Jun 2026 20:36 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perayaan ulang tahun Presiden Jokowi ke-65, disambut meriah oleh warga sekitar. Kediaman preside Republik Indonesia (RI) ke-7 itu…

Direktur Utama PLN, Beber Gangguan PLTU Besar di Jawa

Direktur Utama PLN, Beber Gangguan PLTU Besar di Jawa

Minggu, 21 Jun 2026 20:35 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan gangguan teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar di Jawa.…

Analisa Dua Pengamat Keuangan, Pilih Deposito dan Dolar AS

Analisa Dua Pengamat Keuangan, Pilih Deposito dan Dolar AS

Minggu, 21 Jun 2026 20:32 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perencana Keuangan Aidil Akbar mengatakan menabung dan investasi merupakan dua instrumen yang berbeda sehingga tidak bisa…

Undav, Pastikan Jerman Lolos

Undav, Pastikan Jerman Lolos

Minggu, 21 Jun 2026 20:28 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Masuk menggantikan Kai Havertz pada menit ke-60, Deniz Undav langsung menjadi pembeda dengan mencetak gol penyama kedudukan di…