ASN Harus Miliki Kompetensi Sosiokultural

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Guna meningkatkan kompetensi serta mencegah bahaya peredaran narkoba di lingkup Pemkab Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Badan Kepegawaian Daerah melakukan pembinaan pegawai pejabat pengawas seluruh SKPD di Pendopo Kabupaten Kediri pada Selasa, (15/10). Hadir pada pembinaan ini, Kepala BKD, Drs. Moh. Solikin, MAP, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ir. Edy Yuwono, MT, Sekretaris TP3 Kabupaten Kediri, Drs. Eko Ediono, M.Si, dan BNN Kabupaten Kediri sebagai pemateri. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi serta mencegah bahaya peredaran narkoba. Hal ini perlu disampaikan kepada para ASN yang memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara. Membacakan sambutan Bupati Kediri, Asisten Pemerintahan dan Kesra menganggap bahwa pembinaan kompetensi serta bahaya peredaran narkoba ini merupakan hak dan kewajiban seorang ASN. “Salah satu kompetensi yang wajib dimiliki ASN adalah kompetensi sosiokultural karena itu sebagai penopang kompetensi managemen. Sedangkan pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba harus benar-benar mendapatkan dukungan serta komitmen dari lingkup pemerintah,”ujarnya. Menurut Sekretaris TP3, Eko Ediono, karena selalu berada dalam lingkup sosial, ASN harus memiliki kompetensi sosiokultural. “Kompetensi ini mengharapkan dan mengamanahkan seorang ASN untuk tidak terbelenggu dalam kantor seperti urusan tupoksi dan internal,” katanya. Sesuai hal tersebut, ASN harus dapat melayani masyarakat luas dengan baik dengan beberapa ilmu komunikasi. Seperti komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi sosial, komunikasi publik serta komunikasi masa. Selanjutnya para peserta juga menerima materi mengenai bahaya narkoba dan zat-zat berbahaya lainnya yang disampaikan Drs. Imam Hanafi, M.Pdi selaku Kasubag Umum BNN Kabupaten Kediri. Ia mengatakan, Indonesia saat ini sedang darurat narkoba. Selain di lingkungan masyarakat, di lingkup pemerintah khususnya ASN agar mampu mengantisipasi bahaya penggunaan dan peredaran narkoba. Di akhir acara, dilaksanakan tes urine kepada seluruh peserta. Nantinya hasil urin tersebut akan diperiksa lebih detail apakah ada yang mengadung narkoba dan zat berbahaya atau tidak. Dari pemeriksaan urine diharapkan semua negatif narkoba. adv/kominfo
Tag :

Berita Terbaru

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…

Pangkalan AS di Bahrain, Diserang Iran

Pangkalan AS di Bahrain, Diserang Iran

Kamis, 11 Jun 2026 18:51 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Iran dilaporkan telah melancarkan serangan ke pangkalan AS di Bahrain. Dilansir kantor berita AFP, Kamis (11/6/2026), media Iran…

Terkuat Persekongkolan Jenderal Polisi (Purn) Sony Sonjaya, dengan Pihak Swasta

Terkuat Persekongkolan Jenderal Polisi (Purn) Sony Sonjaya, dengan Pihak Swasta

Kamis, 11 Jun 2026 18:46 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejagung menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi penyimpangan program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Badan Gizi Nasional…

Menteri UMKM Minta Tambahan Anggaran Rp 1,5 Triliun

Menteri UMKM Minta Tambahan Anggaran Rp 1,5 Triliun

Kamis, 11 Jun 2026 18:44 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengusulkan tambahan anggaran Rp 1,5 triliun untuk tahun anggaran…