Tak Ada Jarak antara Pribumi-Tionghoa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Warga Indonesia keturunan Tionghoa dianggap minoritas. Mereka kurang bisa menerima keturunan Tionghoa. Namun, 5 hingga 7 tahun belakangan ini keadaan sudah berbeda. Masyarakat Indonesia khususnya Surabaya, lebih welcome terhadap keturunan Tionghoa. Baca juga :FOTO: Festival Dalang di Surabaya Hal ini diakui Christian Surya Pranata, pria keturunan Tionghoa kelahiran 1988. Ia mengaku tak tahu bagaimana asal muasal nenek moyangnya datang ke Indonesia saat itu. Yang Jelas, buyutnya menikah dengan orang pribumi. Kemudian nenek dan kakeknya sama-sama Tionghoa, akhirnya lahirlah papanya yang juga keturunan Tionghoa. "Tapi kalau mama saya pribumi, orang Indonesia," katanya. Pria bermarga Tan ini juga menikah dengan keturunan juga. Kalau menikah menurutnya diusahakan sesama ras. Supaya ras-nya tidak hilang. Tetapi semisal tidak pun juga tidak masalah. Karena jodoh sudah diatur Tuhan. Tetapi yang terpenting seiman,” ucapnya. "Kalau di Chinese, orang laki-laki menikah dengan perempuan pribumi, anaknya disebut Chinese. Sebaliknya cewek Chinese nikah dengan cowok pribumi, anaknya disebut pribumi. Di Chinese gen orang tua laki-laki lebih diutamakan," jelas dia lagi. Ditanya terkait respon orang pribumi terhadap etnis Tionghoa ternyata makin kesini makin tak berjarak. "Menurut saya, jamannya sudah beda, tidak seperti dulu. Kalau jaman dulu kita orang Chinese lebih tidak disukai. Tapi seiring waktu orang-orang semakin welcome dan sudah hampir tidak ada jarak," ujar Christian. "Kalau warga surabaya baik yang Chinese dan pribumi masih ada jarak walaupun tidak separah dulu. Beda dengan Jakarta atau Bandung. Setahu saya di Jakarta dan Bandung sudah hampir tidak ada jarak antara Chinese dan pribumi," tambahnya. Dengan adanya perubahan tersebut, mungkin beberapa keturunan Chinese yang sudah berumur masih memiliki komunitas. Namun bagi keturunan Tionghoa seperti dirinya sudah tidak dijumpai. "Kalau anak muda jarang ada komunutas Chinese sepengetahuan saya. Adanya teman nongkrong dan itupun bukan full Chinese," jelas dia. Melihat dari cerita Christian, kita juga melihat fenomena di Indonesia. Dulu, tidak ada peringatan imlek, tahun baru Cina dan lainnya. Tetapi sekarang hari raya Imlek sudah ditetapkan menjadi hari besar nasional. Mungkin itulah yang dimaksud bahwa warga pribumi sudah mulai bisa menerima perbedaan ras di Indonesia ini. indra Baca juga :Kembang Jepun Mulai Tergeser
Tag :

Berita Terbaru

Selangkah Lagi! Program ATM Beras Tahun 2026 Siap Beroperasi Tiga Hari Lagi

Selangkah Lagi! Program ATM Beras Tahun 2026 Siap Beroperasi Tiga Hari Lagi

Senin, 13 Apr 2026 23:55 WIB

Senin, 13 Apr 2026 23:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri akan kembali mendistribusikan bantuan beras kepada masyarakat melalui ATM Beras pada Kamis (16/4).…

Pemkot Kediri Terapkan Skema WFH 40 Persen ASN, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

Pemkot Kediri Terapkan Skema WFH 40 Persen ASN, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

Senin, 13 Apr 2026 23:51 WIB

Senin, 13 Apr 2026 23:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat, mulai…

KPK Dalami Relasi dengan Maidi, Faizal Rachman: Saya Hanya Jawab yang Saya Tahu

KPK Dalami Relasi dengan Maidi, Faizal Rachman: Saya Hanya Jawab yang Saya Tahu

Senin, 13 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 13 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Faizal Rachman, pengusaha Event Organizer  yang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku hanya dimintai keterangan t…

Merawat Harapan di Hari Kartini, Srikandi PLN Kembali Gelar Posyandu Disabilitas di Malang

Merawat Harapan di Hari Kartini, Srikandi PLN Kembali Gelar Posyandu Disabilitas di Malang

Senin, 13 Apr 2026 17:31 WIB

Senin, 13 Apr 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Malang — Dalam rangka menyambut Hari Kartini, Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Malang berkolaborasi dengan Yayasan Bersama Anak Bangsa …

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandeng Lele melontarkan kritik keras terhadap kinerja pihak-pihak terkait, dalam penanganan dugaan…

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti program terbaru Presiden Prabowo Subianto terkait Sekolah Rakyat (SR), saat ini untuk progres pembangunan Sekolah…