Sejak Jaman Belanda, Sudah Menguasai Sektor Perdagangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Selain sengaja merantau untuk berdagang, orang Tionghoa juga mencoba untuk mencari pekerjaan. Mereka pada awalnya bekerja sebagai kuli kontrak, buruh, dan pekerja lepas di pertambangan. Karena tidak mengikutsertakan kaum perempuan, banyak kemudian terjadi perkawinan campuran antara pria Tionghoa dan wanita pribumi. Tim SurabayaPagi Citra etnis Tionghoa yang dikenal kuat dalam dunia usaha perdagangan dan ekonomi sudah ada sejak lama. Ketika masa penjajahan Belanda, urusan perdagangan 35,4 % dikuasai oleh etnis Tionghoa, melebihi yang dikuasai oleh kaum pribumi bahkan Eropa. Baca juga :FOTO: Double Tree Mencari Kandidat Hal ini sebenarnya disebabkan oleh kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang tidak mengizinkan orang-oang Tionghoa untuk memiliki tanah, serta menjadi pegawai birokrasi pemerintah atau pegawai negeri. Sehingga orang-orang Tionghoa memfokuskan diri mereka menjadi pedagang, bidang usaha yang memang mereka diizinkan untuk itu. Mereka tidak bisa menjadi pemilik perkebunan atau pertanian karena tidak diizinkan memiliki tanah. Mereka juga tidak bisa menjadi pegawai negeri karena jabatan ini hanya diberikan kepada golongan Eropa dan bangsawan pribumi. Kamu mungkin pernah mendengar istilah Cina Totok dan Cina Peranakan. Istilah ini memang telah ada sejak zaman kolonialisme Belanda. Penjelasannya sederhana, yang dimaksud dengan Cina Totok adalah kelompok orang-orang yang lahir di negeri Cina kemudian datang serta menetap di Indonesia. Sementara itu, yang dimaksud dengan Cina peranakan adalah orang-orang keturunan Cina yang lahir di Indonesia. Beberapa dari Cina peranakan biasanya juga memiliki ibu yang merupakan warga pribumi. Migrasi besar-besaran orang-orang Tionghoa ke berbagai penjuru dunia dimulai ketika abad ke-15. Ketika itu, kondisi daratan Tiongkok tidak henti-hentinya diisi dengan peperangan karena pasang-surut pergantian dinasti. Ditambah lagi, ketika itu daratan Tiongkok juga kerap kali dilanda bencana alam. Hal ini menyebabkan warga warga Tionghoa memutuskan untuk nekat meninggalkan negara mereka meski hanya berbekal buntalan pakaian. Mereka bermigrasi ke berbagai benua mulai dari Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia. Di Califonia, Amerika Serikat, warga Tionghoa keberadaannya dibutuhkan untuk mengerjakan proyek pembangunan jalan kereta serta proyek-proyek pertambangan. Mereka menjadi pekerja yang disukai. Karena selain bisa dibayar murah, mereka juga merupakan pekerja yang patuh, penurut, juga rajin. Jangan merasa heran jika kini hampir di setiap negara dapat ditemukan kawasan pecinan. Hal ini memang karena warga Tionghoa telah berdiaspora ke berbagai penjuru dunia. Di Indonesia sendiri, ada banyak lho kawasan pecinaan yang bisa kamu kunjungi sebagai objek wisata juga objek edukasi. Salah satunya di Surabaya. Di mana, kawasan Pecinan sudah menyebar di seluruh wilayah Surabaya. Dimulai dari Kembang Jepun dan kini merembet ke kawasan Surabaya Barat. Baca juga :Surabaya Nyaman bagi Semua Etnis
Tag :

Berita Terbaru

Motorola Luncurkan Perangkat Baru di Indonesia, Usung Fitur Kamera dan Audio Terbaru

Motorola Luncurkan Perangkat Baru di Indonesia, Usung Fitur Kamera dan Audio Terbaru

Jumat, 08 Mei 2026 19:58 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 19:58 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Motorola Indonesia meluncurkan sejumlah perangkat baru yang menyasar pasar smartphone dan aksesori di Tanah Air. Produk yang d…

Polrestabes Surabaya Bongkar Joki UTBK-SNBT 2026, Libatkan Dokter hingga ASN

Polrestabes Surabaya Bongkar Joki UTBK-SNBT 2026, Libatkan Dokter hingga ASN

Jumat, 08 Mei 2026 18:58 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 18:58 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Polrestabes Surabaya membongkar praktik perjokian dan pemalsuan dokumen dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi N…

Gelar Dialog Stakeholder dengan Pelanggan Industri, Wujud Nyata PLN UIT JBM Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Gelar Dialog Stakeholder dengan Pelanggan Industri, Wujud Nyata PLN UIT JBM Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 08 Mei 2026 18:52 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 18:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Sebagai wujud dukungan terhadap pelanggan pada segmen industri, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM),…

Reses di Rungkut Tengah, Bambang Haryo Paparkan Program MBG dan Serap Aspirasi Warga

Reses di Rungkut Tengah, Bambang Haryo Paparkan Program MBG dan Serap Aspirasi Warga

Jumat, 08 Mei 2026 18:43 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 18:43 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi RW 5, Kelurahan Rungkut Tengah, Surabaya, dalam rangka kegiatan reses pada …

IBCA BFC MMA Kota Madiun Raih 14 Medali di Kejuaraan Jatim Piala Wali Kota Surabaya 2026

IBCA BFC MMA Kota Madiun Raih 14 Medali di Kejuaraan Jatim Piala Wali Kota Surabaya 2026

Jumat, 08 Mei 2026 18:30 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 18:30 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet IBCA BFC MMA Kota Madiun dalam ajang Kejuaraan IBCA MMA se-Jawa Timur Piala Wali Kot…

KPK Periksa Pegawai KAI Daop 7 Madiun, Dalami Dugaan CSR di Kasus Maidi  ‎

KPK Periksa Pegawai KAI Daop 7 Madiun, Dalami Dugaan CSR di Kasus Maidi ‎

Jumat, 08 Mei 2026 18:25 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 18:25 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah pihak yang diduga terkait penyaluran dana corporate social responsibility (CS…