Masih Ada yang Pakai Bahasa Kong Hu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Potet Kampung Tambak Bayan, Kampung Pecinan di Surabaya Kampung Tambak Bayan merupakan kampung pecinan yang terletak di Kota Surabaya. Hampir seluruh warganya beretnis Tionghoa. Tambak Bayan terdiri dari gang-gang sempit yang lebarnya kurang dari satu meter. Rumah-rumah sederhana dengan lebar tak lebih dari 4 meter berada di samping kiri dan kanan. Arsitektur lawas pun masih kental terasa dari masing-masing rumah. Wartawan SurabayaPagi, Arlana SURABAYAPAGI.COM, -Di setiap sudut gang terdapat ornamen-ornamen yang kental akan kebudayaan etnis Tionghoa. Seperti lukisan-lukisan disetiap tembok gang yang menggambarkan akan nuansa negeri tirai bambu. Memiliki corak berwarna merah yang identik dari negeri china, ornamen-ornamen seperti lampion juga masih digantung dibeberapa titik, serta bingkai-bingkai dari leluhur mereka juga masih terpajang rapi disetiap rumah masing-masing. Meiyen salah satu warga di kampung tambak bayan mengungkapkan bahwa sejak kakek neneknya dulu sudah tinggal disini. Berasal dari Kwang Tung Meiyen dan keluarganya kini tinggal di kampung Tambak Bayan bersama kakak dan keponakannya karena beberapa keluarganya kini sudah tidak tinggal disini. **foto** Warga Tionghoa yang telah mendiami kawasan Tambak Bayan mulai dari tahun 1930 ini, sebagian besar berprofesi sebagai tukang kayu. Meski tinggal di lingkungan yang kecil, warga Tambak Bayan yang berjumlah tak sampai 100 Kepala Keluarga tersebut mampu menjaga kerukunan antar warganya. Sampai saat ini kawasan Tambak Bayan sudah menjadi destinasi wisata tersendiri bagi para pelancong yang mengunjungi Kota Pahlawan ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bangunan peninggalan sejarah dan beberapa mural yang menghiasi kamping pecinan tersebut. "Dulu rata-rata orang di sini pekerjaannya tukang kayu hampir semuanya, sekarang tinggal beberapa saja. Kebudayaan juga masih sangat kental karena kita menjaganya," kata Meiyen. Meiyen juga menuturkan bahwa dulu warga di kampung Pecinan ini masih banyak uang menggunakan bahasa Kong Hu, yakni bahasa Tiongkok. Namun dengan perubahan jaman semakin sedikit warga yang menggunakan bahasa Kong Hu karena tergerusnya jaman.
Tag :

Berita Terbaru

Di Tengah Konflik Geopolitik, Kemenhaj Bangkalan pastikan CJH Aman Selama Ibadah

Di Tengah Konflik Geopolitik, Kemenhaj Bangkalan pastikan CJH Aman Selama Ibadah

Selasa, 14 Apr 2026 11:20 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Menindaklanjuti viralnya konflik geopolitik di Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bangkalan,…

Dipicu Kondisi Kesehatan-Meninggal, 15 CJH Sumenep Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Dipicu Kondisi Kesehatan-Meninggal, 15 CJH Sumenep Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 14 Apr 2026 11:01 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Musim haji tahun 2026 kali ini menjadi momentum bahagia bagi yang menjalankan. Namun, tak semua Calon Jemaah Haji (CJH) bisa…

Dorong Digitalisasi, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Parkir Nontunai di KBS

Dorong Digitalisasi, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Parkir Nontunai di KBS

Selasa, 14 Apr 2026 10:58 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka meningkatkan dan mendorong transparansi digitalisasi layanan parkir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan…

Per Februari-Maret 2026, Ratusan Ribu KPM di Banyuwangi Terima Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

Per Februari-Maret 2026, Ratusan Ribu KPM di Banyuwangi Terima Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

Selasa, 14 Apr 2026 10:49 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur melalui Perum Bulog Kantor cabang setempat menyalurkan ratusan bantuan…

Atasi Sedimentasi Pemicu Banjir, Pemkot Malang Masifkan Normalisasi Sungai

Atasi Sedimentasi Pemicu Banjir, Pemkot Malang Masifkan Normalisasi Sungai

Selasa, 14 Apr 2026 10:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Guna mengatasi persoalan sedimentasi yang menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya banjir, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang,…

Rapat Paripurna DPRD Sumenep "Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Sumenep Terhadap 3 Raperda 2026"

Rapat Paripurna DPRD Sumenep "Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Sumenep Terhadap 3 Raperda 2026"

Selasa, 14 Apr 2026 10:20 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:20 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) kabupaten Sumenep, menggelar Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Penyampaian Nota Penjelasan Bupati…