Oktober, Kunjungan Wisman Merosot 3,28 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM,Jakarta – Bulan Oktober menjadi bulan yang suram bagi devisa negara. Pasalnya, di bulan itu, kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia menurun hingga angka 3,28% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, angka tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa Oktober tahun ini kunjungan wisman meningkat 4,86% disbanding Oktober tahun lalu. Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan bahwa pola penurunan kunjungan itu masih bisa dianggap wajar. Sebab, mengacu pada tren tahunan, sepanjang bulan Agustus hingga November memang Indonesia mengalami penurunan kunjungan wisman. Lonjakan kenaikan kunjungan baru akan terasa pada saat Desember dimana bertepatan dengan libur akhir tahun. "Pattern bulan Oktober 2019 sama dengan tahun sebelumnya dimana dia akan turun dan baru mengalami kenaikan di bulan Desember," kata Suhariyanto dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (12/2). Mengenai Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Oktober 2019 mencapai rata-rata 56,77 persen atau turun 2,07 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2018 yang tercatat sebesar 58,84 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK September 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Oktober 2019 mengalami kenaikan sebesar 3,25 poin. BPS menyatakan bahwa rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2019 tercatat sebesar 1,80 hari, terjadi penurunan sebesar 0,10 poin jika dibandingkan keadaan Oktober 2018. Menurut Suhariyanto, negara-negara yang kunjungan wismannya ke Indonesia mengalami penurunan, kemungkinan disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara mereka. China misalnya, yang selama ini menjadi penyuplai terbesar wisman ke Indonesia anjlok 5,28 persen dari 1,87 juta menjadi 1,77 juta. Itu disebabkan adanya penurunan perekonomian domestik di China. "Oleh karena itu, ketika pertumbuhan ekonomi dunia melambat, susah bagi kita untuk mengandalkan dari luar. Jadi Indonesia harus lebih meningkatkan potensi dalam negeri," kata Suhariyanto.
Tag :

Berita Terbaru

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Akhirnya, YTR (29) korban penganiayaan dan penyekapan Taufik Hidayat selama 3 tahun, buka suara. YTR (Yuvita Tri Rezeki),…

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aktor Ari Wibowo, mengijinkan putra bungsunya,Kenzo Wibowo, pilih karir. Kenzo, baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah…

Luhut Promosikan Family Office

Luhut Promosikan Family Office

Kamis, 25 Jun 2026 17:52 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 17:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan soal pentingnya pembentukan family office. Menurutnya,…