Risma Bermanuver, Risma Dipolitisasi Partai

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, sejauh ini sudah digadang dua partai politik untuk dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta, menggantikan Anies Baswedan, tahun 2022. Dua parpol itu PDIP dan NasDem. Risma, kader PDIP, diharapkan mampu atasi banjir dan masalah tempat pembuangan sampah di Bantargebang Kota Bekasi. Tempat sampai ini akan overload pada 2021. Memboyong Risma, ke Jakarta, ini maneuvernya setelah melepas jabatan Walikota Surabaya atau ia bagian dari permainan politisi-politisi di Jakarta?. Dalam masalah ini, sadar atau tidak, Risma, telah menjadi manusia zoon politikon. Ini kata Aristoteles. Pertanyaan besarnya, apakah Risma memang memiliki hasrat (ambisi) kepingin menjadi Gubernur DKI Jakarta?. Apakah Risma, ingin meneruskan tradisi Gubernur DKI bisa berasal dari Walikota dari daerah. Sebelumnya, Jokowi, meraih kedudukan Gubernur DKI, setelah menjadi Walikota Solo. Publik bisa bertanya rencana boyongan ke Jakarta Risma, apakah pernyataan basa-basi soal kesiapan menduduki jabatan yang lebih strategis di Jakarta atau harapan realistis? Berhubung kepastian Risma, merebut kekuasaan kepala daerah di Jakarta belum terbukti nyata, bisa jadi ini tak ubahnya manuver politik para politisi semata. Bisa jadi, bagi sebagian politisi, hajatan pilkada serentak 2020 dan 2022 sudah terasa seperti ‘’besok’’. Kekuasaan Gubernur DKI yang strategis saatnya segera diperebutkan kembali kendati. Terutama goyangan terhadap Anies Baswedan, pasca banjir 1 Januari lalu. Di beberapa kesempatan selama ini, terkadang manuver politik ini terlihat seperti politik muka dua. Pertama partai politik bersikap mendungkung pencalonan Risma. Tapi di tengah jalan mereka bisa mengubah pilihan dengan berbagai alas an tertentu. Hal yang mesti dipahami karena berpolitik sama halnya dengan berperang. Dalam perang tujuan utama adalah menang. Tak ada yang ingin kalah. Oleh karena itu, dalam politik bisa terjadi segala cara akan ditempuh untuk menggapai kemenangan. Baik secara baik ataupun kotor. Apalagi semua tahu bahwa politik sekarang ini erat kaitannya dengan terbukanya kran Reformasi di tahun 1998. Sebagian politisi ingin berkuasa dengan mendalihkan iklim sebuah demokrasi . Kadang raihan kekuasaan mengabaikan tabiat pemimpin, tetapi menggunakan watak sebagai penguasa. Hal yang dipentingkan lebih pada kekuasaan daripada kepemimpinan. Antara lain mengabaikan nasib rakyat yang dipimpinnya. Risma, tampaknnya birokrat yang sudah nyemplung ke parpol mulai dikemas untuk suka beraksi dan berceloteh tentang kerakyatan, blusukan dan kesejahteraan. Publik tahu diantara aksi dan celotehan Risma, selama ini ada yang dianggap pemanis bibir sebagai kepala daerah yang ingin popular di warganya. Dalam maneuver politiknya, siapapun politisi termasuk Risma, tsak melupakan lobi-lobi,silaturahmi, pendekatan, penjajakan,ataupun bentuk-bentuk maneuver politik lainnya. Tujuannya satu yaitu untuk keperluan persiapan perhelatan kekuasaan lebih besar lagi dari kekuasaan sebagai walikota Surabaya. Hal-hal semacam ini yang sering membuat jengah. Pertanyaan besarnya, apakah dua periode kepemimpinannya di Surabaya, nasib warga kota telah berubah lebih baik?. Benarkah Risma, berpolitik meriah kekuasaan untuk menambah pundi-pundi kekayaannya? Pertanyaan ini relevan dimunculkan terkait dengan karakter politisi seperti yang disampaikan secara puitis oleh Kahlil Gibran, ’’Orang yang mendatangkan bencana bagi bangsanya ialah orang yang tak pernah menyebar benih, menyusun bata, atau menenun kain,tapi yang menjadikan politik sebagai mata pencahariannya.’’ Atau Risma, dalam meraih kekuasaan sebagai kepala daerah mendengar kata-kata Socrates, bahwa seorang pemimpin harus memiliki keutamaan seperti kebijaksanaan, kebenaran, keberanian,dan keadilan. Socrates, si filosof ini tidak pernah memimpikan pemimpin yang kuat secara fisik, tinggi besar badannya, penglihatannya tajam secara fisik, tapi buta atas masalah- masalah rakyat karena dia tidak memiliki sikap bijaksana dan adil. Kita ingin tahu apakah sebagai pemilik kekuasaan di sebuah teritorial, Risma menjauhkan dirinya penguasa yang meletakkan kekuasaan semata-mata sebagai target politik? Atau tidak begitu hirau dengan permasalahan yang melilit rakyatnya. Benarkah Risma paham bahwa penguasa di sebuah daerah identik dengan pemihakan pada kaum yang secara ekonomi mapan guna melanggengkan kekuasaannya? Maka itu, apakah manuver Risma saat ini dilakukan untuk mengincar kursi Gubernur DKI, semata karena kekuasaan?. Sebaiknya kita serahkan ke penilaian kepada masyarakat. Waktu yang akan menjawabnya. Benarkah rencana memboyongnya ke Jakarta karena manuvernya atau politisi sebagian elite politik yang ingin memanfaatkan Risma, perempuan yang suka atur lalu lintas, bersih-bersih selokan dan menata pepohonan kota. ([email protected])
Tag :

Berita Terbaru

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…

Petrokimia Gresik Pastikan Pasokan Pupuk Aman, 219 Ribu Ton Disiapkan untuk Musim Tanam

Petrokimia Gresik Pastikan Pasokan Pupuk Aman, 219 Ribu Ton Disiapkan untuk Musim Tanam

Rabu, 13 Mei 2026 14:53 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Di tengah dinamika global yang memengaruhi rantai pasok industri pupuk dunia, Petrokimia Gresik tetap menjaga keberlangsungan p…