Rela DO dari Kampus demi Passion di Game

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Arief Widhiyasa salah satu anak kebanggaan bangsa Indonesia, sebab namanya telah masuk sebagai “Forbes 30 Under 30 Asia” untuk kategori Consumer Technology. Kenapa Arief bisa mendapatkan pengharagaan tersebut? Dan siapakah dia? Arief adalah co-founder, sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Agate Studio, sebuah developer game lokal asal Bandung. Berkat tangan dingin pemuda kelahiran Denpasar, 4 April 1987 ini, Agate Studio telah menghasilkan lebih dari 100 game baik untuk personal computer maupun perangkat mobile. Beberapa game besutan Agate Studio ini cukup sukses di pasaran, seperti Football Saga yang berhasil meraih 10.000 pemain dalam sehari pada saat pertama kali dirilis. Atau, poin-and-click puzzle game Earl Grey and this Rupert Guy dengan 1 juta pemain saat pertama kali diluncurkan. Hebatnya, tak sekadar pembuat game, Arief juga melakukan banyak terobosan di industri game Tanah Air. Termasuk memajukan agar industri game berkontribusi bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia. Semua itu dilakukan Arief karena kecintaannya pada game. “Perkembangan industri game lokal dua tahun belakangan ini sangat menarik, dan prospek ke depannya juga sangat cerah. Hanya sekarang tinggal kesiapan industri game lokal kita harus mantap, sebelum asing mulai masuk dan akhirnya mendominasi industri game lokal kita,” ungkap Arief Meraih kesuksesan di indonesia tak membuatnya berpuas diri. Setelah resmi diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan globalisasi yang menjadi tantangan baginya Arief bersama Agate Studio berencana untuk melakukan ekspansi ke Singaprua dan Malaysia. “Jadi tantangan sekarang tour Asia expansion atau global expansion. Kami harus bisa berhasil dalam ekspansi itu,” tegas Arief penuh keyakinan. Keintaanya dalam dunia game memang sudah ia rasakan sejak masih belia, Dia mengaku hampir sebagian besar waktu dihabiskan dengan bermain game. Dan kecintaan terhadap game ini membuatnya bercita - cita untuk membuat orang bahagia dengan bermain game. Oleh karena itu, ketika bertemu teman-teman yang satu visi maka Arief memantapkan diri untuk mengejar impiannya jadi technopreneur. Bersama rekan - rekan satu kampusnya dengan hanya memiliki modal dan pengalaman seadanya, mereka mendirikan Agate Studio pada 2009. Untuk menutupi kekurangan dalam hal pengalaman dalam me-manage bisnis, ia rajin membaca untuk mendapat referensi mengenai bisnis games tersebut. Berbagai kendala kembali muncul termasuk keputusannya untuk DO kuliah di jurusan Informatika, Institut Teknologi Bandung. Ia mengaku bahwa saat itu ia beruntung mendapat talent ber-passion tinggi, hingga digaji seadanya masih tetap berkarya. Berawal dari hanya hobi, Agate berdiri menjadi sebuah perusahaan dengan 65 karyawan yang terbagi dalam 4 divisi besar, yaitu Agate Level Up sebagai tim game consultant untuk B2B, Legion atau Developer, Agate Games untuk B2C, dan Support Clerics. Setelah empat tahun berdiri, Agate Studio semakin memiliki kesempatan untuk berkembang lebih baik, bahkan untuk mendunia. Momen ini datang ketika pertengahan 2013 lalu muncul tawaran kerjasama dari Square Enix. Pengembang game asal Jepang ini tenar berkat sejumlah game populer seperti Final Fantasy, Dragon Quest, dan Kingdom Hearts. “Kami beruntung. Karena saya sendiri fans game”“game yang dirilisnya. Seperti dream come true,” ucapnya Dan keberhasilan Agate Studio semakj terbukti pada tahun 2015 saat ia telah berhasil membuat kurang lebih 200 game dan 20-30 games menjadi games yang banya diminati masyarakat di Indonesia.
Tag :

Berita Terbaru

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyalurkan bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada ribuan warga di…

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat u…

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa …

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Arus investasi besar kembali mengalir ke sektor industri kimia nasional. Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar US$600 juta di J…

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar-  Operasi Wirawaspada yang di gelar Kantor Imigrasi Blitar di wilayah kerjanya, mengawasi dengan sasaran  keberadaan dan aktivitas o…

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- PT Kereta Api Indonesia Daop  7 Madiun berhasil menggagalkan upaya Hara Kiri  yang dilakukan oleh seorang perempuan di jalur kereta a…