SK Palsu Berkedok Rekrutmen PNS, Belasan Warga Datangi Kantor Pemkab Gresik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ruang kerja Bagian Prokopim Setda Gresik saat kedatangan seorang wanita mengaku sebagai pegawai baru tapi palsu pada Senin (6/4) lalu.
Ruang kerja Bagian Prokopim Setda Gresik saat kedatangan seorang wanita mengaku sebagai pegawai baru tapi palsu pada Senin (6/4) lalu.

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Dugaan penipuan rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai terkuak setelah belasan warga mendatangi kantor pemerintahan dengan membawa Surat Keputusan (SK) pengangkatan yang belakangan diketahui bermasalah.

Kasus ini menyeret puluhan warga dari Gresik dan Surabaya yang diduga menjadi korban. Modus yang digunakan terbilang rapi, para korban diberikan SK pengangkatan lengkap dengan tanda tangan dan stempel yang menyerupai dokumen resmi pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Gresik kini tengah melakukan penelusuran mendalam terhadap sosok yang diduga menjadi dalang di balik praktik ini. Informasi internal menyebutkan identitas terduga pelaku telah dikantongi.

“Pelaku diduga merupakan mantan pegawai di lingkungan Pemkab Gresik,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya, Kamis (9/4/2026).

Kasus ini mencuat dari kedatangan seorang perempuan berinisial SE ke kantor Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Gresik pada Senin (6/4/2026) pagi.

Perempuan berusia sekitar 26 tahun itu datang mengenakan seragam pakaian dinas harian (PDH) warna khaki. Ia membawa map berisi fotokopi SK pengangkatan tahun 2024 yang telah dilegalisasi—lengkap dengan tanda tangan basah dan stempel yang mengatasnamakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik.

Dalam dokumen tersebut, SE tercatat sebagai pegawai golongan III dan mengaku sebagai pindahan dari Kecamatan Menganti.

Namun, kejanggalan segera terendus.
Kepala Bagian Prokopim Setda Gresik, Imam Basuki, mengaku curiga dengan format SK yang tidak lazim. Selain itu, waktu pelaksanaan tugas yang tidak sinkron turut memicu pertanyaan.

“Format SK berbeda dari biasanya, dan tertulis tahun 2024. Tapi kenapa baru sekarang mengajukan SPMT,” ujarnya saat ditemui, Kamis (9/4/2026).

Kecurigaan semakin menguat saat SE tidak mampu menjawab pertanyaan dasar terkait riwayat penugasannya.

“Ketika ditanya soal jabatan sebelumnya, yang bersangkutan terlihat gelagapan,” ungkap seorang pegawai Prokopim.

SE kemudian diarahkan ke kantor BKPSDM Gresik untuk verifikasi lebih lanjut. Di lokasi tersebut, fakta mengejutkan terungkap: tidak hanya satu orang.

Sekitar sembilan orang lainnya telah lebih dulu berada di sana dengan membawa dokumen serupa. Seiring berjalannya waktu, jumlahnya terus bertambah hingga mencapai antara 12 hingga 15 orang.

Mereka datang dengan penampilan yang hampir seragam—mengenakan PDH khaki yang masih terlihat baru—seolah siap memulai hari pertama sebagai aparatur sipil negara.

Beberapa di antaranya bahkan telah diarahkan ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya dua orang di Bagian Organisasi dan Tata Laksana serta dua lainnya di Dinas Sosial.

“Sebagian datang diantar orang tuanya. Ada yang sempat ikut upacara pagi, bahkan ada yang dalam kondisi hamil,” tutur seorang pegawai yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Dugaan sementara, penipuan ini dilakukan secara terstruktur dengan memanfaatkan dokumen yang dirancang menyerupai produk resmi pemerintah.
Para korban diyakini telah melalui proses yang diklaim sebagai “rekrutmen”, sebelum akhirnya menerima SK palsu dan diarahkan untuk mulai bertugas.

Pemerintah Kabupaten Gresik kini tengah mengumpulkan bukti serta mendalami alur perekrutan ilegal tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan atau keterlibatan pihak lain.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran rekrutmen yang tidak melalui jalur resmi.

Sementara itu, penyelidikan terus berjalan untuk memastikan siapa dalang di balik praktik yang telah menipu belasan hingga puluhan warga ini—dan bagaimana skema tersebut bisa berjalan tanpa terdeteksi lebih awal.

Sas-sus di lingkungan pemkab menyebutkan bahwa para korban telah menyetor uang berkisar Rp70 sampai Rp135 juta per orang. "Ada yang baru membayar Rp70 juta sebagai uang muka, setelah dinyatakan diterima sebagai ASN kemudian dilunasi," ungkap kabar yang beredar hari ini (9/4). did

Tag :

Berita Terbaru

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…