SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Sebelum hasil pemeriksaan virus corona (PCR) keluar, dua pasien dalam pengawasan atau lazim disebut PDP di Gresik meninggal dunia.
Demikian pers rilis yang disampaikan Kabaghumas dan Protokol Setkab Gresik Reza Pahlevi kepada sejumlah pewarta, pada Jumat malam (8/5).
"Kedua PDP yang meninggal berasal dari Desa Boteng, Kecamatan Menganti, dan dari Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik," ungkap Reza.
Selama pandemi Covid-19 sudah 7 orang warga Gresik dalam status PDP yang meninggal dunia.
Ditambahkan, pemulasaran sampai pemakaman kedua pasien telah dilakukan petugas sesuai standar protokol Covid-19.
Dan, hasil swab test kedua pasien belum keluar sampai keduanya menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan di rumah sakit. Tes swab ini dilakukan melalui mekanisme pemeriksaan yang biasa disebut PCR (Polymerase Chain Reaction). Hasilnya sangat akurat untuk mengetahui pasien terpapar virus corona atau tidak.
Sampel yang diambil untuk pemeriksaan lab PCR adalah swab (lendir) dari bagian tenggorokan atau hidung pasien. Hasil resmi pemeriksaan disampaikan oleh kemenkes atau satgas Covid-19 di masing-masing daerah.
Selain kabar duka, Reza dalam pers rilisnya juga menyampaikan kabar gembira mengenai kesembuhan dua pasien konfirmasi positif Covid-19.
"Kedua pasien sembuh berasal dari Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu, dan dari Dusun Medangan, Desa Metatu, Kecamatan Benjeng," tulis Reza.
Dengan demikian maka pasien sembuh dari virus berbahaya ini sudah mencapai 10 orang dari 37 orang yang terpapar. Sementara 6 orang meninggal, sedang sisanya sebanyak 21 orang kini masih dalam perawatan di berbagai rumah sakit di Gresik, Surabaya dan Sidoarjo.
Update kasus PDP di Gresik sampai 8 Mei 2020 berjumlah 161 orang, dalam pengawasan 67 orang, selesai pengawasan 87 orang, dan meninggal sebanyak 7 orang (selengkapnya lihat tabel). did
Editor : Moch Ilham