PSBB Sidoarjo-Gresik Lebih Sukses Dibanding Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Perwakilan perusahaan mengikuti rapid test di Kantor Bupati Gresik, Jumat (8/5). Rapid test ini dilakukan karena Pemka Gresik tak mau kejadian di Pabrik Rokok Sampoerna di Surabaya, terjadi di Kota Pudak.
FOTO: SP/M.AIDID
Perwakilan perusahaan mengikuti rapid test di Kantor Bupati Gresik, Jumat (8/5). Rapid test ini dilakukan karena Pemka Gresik tak mau kejadian di Pabrik Rokok Sampoerna di Surabaya, terjadi di Kota Pudak. FOTO: SP/M.AIDID

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Tim Gugus Tugas Covid-19 Jatim mengumumkan hasil evaluasi Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik yang sudah berjalan 12 hari per Jumat (8/5/2020).  Hasilnya, pertambahan kasus korona di Sidoarjo dan Gresik mulai melandai. Sebaliknya, di Surabaya masih tinggi. Dengan kata lain, PSBB di Sidoarjo dan Gresik lebih sukses daripada Surabaya.

Ada beberapa indikator yang dievaluasi tim gugus tugas. Di antaranya, pertambahan jumlah kasus positif, PDP, maupun ODP. Ketua Tim Percepatan Penanganan Covid-19 Rumpun Kuratif dr Joni Wahyuhadi mengatakan, tiga hal itu bisa menunjukkan perjalanan PSBB di Jawa Timur. ’’Sidoarjo dan Gresik melandai, tapi Surabaya masih tinggi,’’ ucap Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jatim dr Joni Wahyuadi, di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Ia menambahkan, PSBB di Surabaya Raya sebetulnya tidak jelek-jelek amat, namun juga tidak terlampau gagal. "Melihat data-data ini dan data-data pasien yang ada sampai sekarang kita memang evaluasi sebelum PSBB dan kemudian Minggu berikutnya, Kalau kita mau lihat data lebih detil sebetulnya (Hasil PSBB) tidak jelek-jelek amat, tidak gagal amat," kata Joni lagi.

Joni menyebut tren kenaikan kasus di luar Surabaya, seperti di Sidoarjo dan Gresik memang cenderung turun. Namun diakuinya, penambahan pasien ini bisa saja tertularnya sejak beberapa waktu lalu sebelum PSBB diterapkan.

"Kalau kita lihat di luar daerah itu turun, memang yang muncul sekarang PDP yang sekarang confirm (positif), bisa juga interaksinya beberapa minggu yang lalu. Jadi kalau kita lihat masa inkubasinya antara 3 hari sampai 14 hari," papar Joni.

"Memang tidak semua PDP menjadi confirm. Itu masalah (yang confirm) sekarang bisa juga masalah minggu atau seminggu sebelum PSBB diterapkan. Cuma sekarang yang kita lihat penambahan per hari ini yang menjadi perhatian salah satunya penambahan kematian karena salah satu parameter PSBB adalah penurunan angka kematian kurang dari 5%," lanjutnya.

Kendati demikian, Joni menampik jika PSBB yang diterapkan di Surabaya Raya tidak membawa hasil. Menurutnya, di Sidoarjo dan Gresik angka kenaikannya mulai menurun dan mendatar atau flat.

"Jadi sebetulnya tidak membawa hasil juga tidak. Karena di luar daerah itu Gresik dan Sidoarjo turun dan flat itu artinya kan ada hasil," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Joni menyebut keberhasilan PSBB itu tak hanya dari peran pemerintah. Namun, juga dari tingkat kepatuhan masyarakat. Sedangkan di Surabaya, Joni menyebut masyarakat masih banyak yang belum patuh.

"Memang PSBB itu nggak bisa hanya pemerintah sendiri, harus bareng-bareng bagaimana menggerakkan rakyat physical distancing kemudian alat proteksi diri seperti masker. Bisa dilihat sendiri. Monggo dilihat sendiri di Surabaya. Kalau mengharapkan seperti ini rasanya dengan situasi yang kita lihat sehari-hari di sini," jelas Joni.

Selain itu, Joni mengatakan sejak awal kasus COVID-19 di Gresik dan Sidoarjo memang persentasenya lebih kecil dari Surabaya. Namun tingkat penurunannya sudah mulai nampak.

Untuk itu, Joni meminta pemerintah Kota Surabaya agar lebih tegas dan agresif untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Gresik sama Sidoarjo memang basisnya lebih sedikit, tapi dengan kasus sedikit yang lebih kecil dari Surabaya bisa hasilkan penurunan. Kalau di Surabaya kasusnya tinggi memang, upayanya harus lebih tinggi dari Gresik dan Sidoarjo. Mohon maaf ini kajian dari sisi ilmiah, ndak ada dari politis," pungkas Joni. adt/did

Berita Terbaru

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Menjelang prakiraan cuaca yang harusnya memasuki musim penghujan, namun di Kota Probolinggo justru diprediksi mundur. Hujan…

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Puluhan penyandang distabilitas atau difabel Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan menu kafe di Gedung PLUT, Kota Mojokerto,…

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelestarian budaya tradisional terus dilakukan DPRD Jawa Timur melalui Pagelaran Wayang Kulit DPRD Jatim 2026 gratis dalam…

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai upaya menekan risiko penularan, mengingat kontak erat memiliki kemungkinan lebih tinggi terpapar bakteri Tuberkulosis (TBC),…

Pemkab Dukung Aksi Mewarnai Batik Pring Sedapur bagi Anak RA/TK se Magetan

Pemkab Dukung Aksi Mewarnai Batik Pring Sedapur bagi Anak RA/TK se Magetan

Selasa, 27 Okt 2026 14:37 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti adanya rencana kegiatan edukatif “Aksi Mewarnai Gambar Batik Pring Sedapur Anak RA/TK se-Kabupaten Magetan”, Pem…

DPRD Jatim Soroti Kasus Pertalite Tak Dijual saat Stok Masih Ada di Blitar

DPRD Jatim Soroti Kasus Pertalite Tak Dijual saat Stok Masih Ada di Blitar

Selasa, 27 Okt 2026 13:58 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menyoroti dugaan penghentian penjualan Pertalite saat stok masih…