Apindo Berharap BBM Turun, Puskepi: Masyarakat Butuh Listrik Bukan BBM

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana antrian di SPBU Pertamina.
Suasana antrian di SPBU Pertamina.

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pemerintah telah berencana menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat. Meski terbilang lamban mengambil keputusan ini, namun pengusaha berharap tarif BBM memang perlu diturunkan.

Penururan harga BBM ini mendapat respon positif dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Bahkan pihaknya tengah menanti penurunan harga energi untuk sektor pelaku usaha maupun industri.

Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengungkapkan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian guna menyampaikan permohonan soal tarif energi.

"Pekan lalu sudah ada pembicaraan dengan Menteri Perindustrian dan asosiasi dan sampaikan juga ke beliau. Harusnya (Kemenperin) sudah nersurat dengan Pertamina," terang Shinta

Shinta mengungkapkan, pihaknya berharap Pertamina dapat menciptakan harga yang sesuai untuk sektor industri.

Berbeda dengan Apindo, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menilai penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak terhadap peningkatan angka pengangguran di Indonesia.

Dalam rilis di Jakarta, Kamis, Sofyano mengatakan di tengah harga minyak dunia yang belum menentu saat ini, memang ada persyaratan agar harga BBM bisa turun, yakni sumur eksplorasi hulu dan kilang minyak di negeri ini harus ditutup semuanya.

Selain itu, lanjutnya, produksi hulu migas nasional tidak perlu dibeli PT Pertamina dan melakukan impor 100 persen kebutuhan BBM karena harga sedang murah.

"Dengan cara tersebut, harga BBM dalam negeri akan turun. Tetapi, itu tadi, jutaan orang terancam PHK, sebab jumlah pekerja pada industri hulu migas dan juga sektor pendukung, memang luar biasa besar," ujarnya.

Di sisi lain, Sofyano juga mengingatkan, penurunan harga BBM tidak memberi dampak bagi masyarakat, karena di saat pandemi COVID-19, banyak yang diam di rumah atau menjalankan work from home (WFH).

"Dalam kondisi stay at home dan WFH, masyarakat lebih membutuhkan elpiji dan tarif listrik yang lebih murah ketimbang BBM," katanya.

Berita Terbaru

Masuki Masa Tanam Ketiga, Ngawi Dapat Tambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi

Masuki Masa Tanam Ketiga, Ngawi Dapat Tambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi

Minggu, 27 Sep 2026 14:14 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Guna memenuhi kebutuhan petani, terutama menjelang masa tanam ketiga tahun ini, Kabupaten Ngawi mendapat tambahan alokasi pupuk…

Revitalisasi Kebun Satwa Mini, Pemkab Tulungagung Alokasikan Rp350 Juta

Revitalisasi Kebun Satwa Mini, Pemkab Tulungagung Alokasikan Rp350 Juta

Minggu, 27 Sep 2026 13:40 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 13:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebelum akhir tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung bakal segara merevitalisasi kebun satwa mini yang ada di…

Percepat Pembangunan Flyover Gedangan, Pemkab Sidoarjo Pilih Skema Penlok Bertahap

Percepat Pembangunan Flyover Gedangan, Pemkab Sidoarjo Pilih Skema Penlok Bertahap

Minggu, 27 Sep 2026 13:39 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 13:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai langkah strategis dalam mempercepat pembebasan lahan pembangunan Flyover Gedangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo…

Krisis Kekeringan, Ponorogo Tambah Pasokan Air Bersih ke Daerah Terdampak

Krisis Kekeringan, Ponorogo Tambah Pasokan Air Bersih ke Daerah Terdampak

Minggu, 27 Sep 2026 12:46 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Musim kemarau panjang yang menyebabkan krisis kekeringan yang kian meluas membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Pemkot Surabaya Wajibkan UKM Ikut Serta ‘Sport Tourism’

Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Pemkot Surabaya Wajibkan UKM Ikut Serta ‘Sport Tourism’

Minggu, 27 Sep 2026 12:37 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam kegiatan sport tourism seperti kegiatan lari yang sering dilaksanakan di kota setempat, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya…

Diimbau Tak Panik, Pemkot Madiun Pastikan Stok dan Distribusi LPG 3 Kg Aman

Diimbau Tak Panik, Pemkot Madiun Pastikan Stok dan Distribusi LPG 3 Kg Aman

Minggu, 27 Sep 2026 12:28 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 12:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, terus menjaga kelancaran pasokan dan distribusi LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram tetap aman dan…