New Normal, Golkar Cetuskan Subsidi untuk Pondok Pesantren di Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Politisi Partai Golkar Jatim, Gus Mamak.
Politisi Partai Golkar Jatim, Gus Mamak.

i

SURABAYA, SURABAYAPAGI.COM - Rencana pemerintah untuk melakukan kajian New Normal disaat masih tingginya angka penyebaran Covid-19 di sikapi serius DPD Partai Golkar Jatim. Khususnya dalam perhatiannya untuk kalangan santri yang menimba ilmu di ribuan pondok pesantren di Jawa Timur.

 

Muhammad Bin Mu'afi Zaini, Wakil Ketua Bidang Kerohanian DPD Partai Golkar Jatim menjelaskan jika saat ini Pesantren masih tercatat sebagai salah satu tempat yang aman dari wabah Covid. Hal itu harus dijaga betul agar Pondok Pesantren di Jawa Timur tidak menjadi tempat pendemi baru covid-19. Khususnya ketika nantinya santri-santri kembali beraktivitas pendidikan dan ibadah di ponpes. "Karena begitu santri masuk, mereka tidak kemana mana, tidak berinteraksi dengan pihak luar, ini penting untuk dijaga betul dengan perhatian penuh dari pemerintah," pinta politisi muda yang akrab disapa Gus Mamak ini, Minggu (31/5/2020).

 

Permintaan Golkar ini bukan tanpa alasan. Menurut Gus Mamak, efek dengan adanya perhatian lebih tersebut,  sangat melindungi seluruh santri yang saat ini diperkirakan jumlahnya mencapai 1.1 juta orang. Jumlah santri sebanyak 1,1 juta orang masuk ke asrama. Sehingga secara signifikan terjadi penurunan pergerakan manusia di usia aktif pada tingkatan masyarakat yang akhirnya menjadikan covid 19 lebih mudah dikendalikan. "Namun jika proses kembalinya santri ke pesantren dilakukan asal asalan tanpa screening yang tepat, maka bisa jadi justru menjadi blunder, karena tingkat kepadatan pesantren menjadikan interaksi fisik lebih intens," papar anggota DPRD Jatim dua periode ini.


Untuk itu, lanjut Gus Mamak,  pemerintah baik pemkab, Pemkot terutama pemprov Jatim perlu terlibat dalam proses pengembalian santri belajar di Pondok Pesantren. Bukan hanya dengan menyiapkan protokol semata, namun terlibat secara fisik mulai dari pendampingan tenaga ahli bagi pengurus kesehatan pesantren dalam screening. "Secara kebijakan dengan mempermudah dan mempermurah surat sehat, dengan kekuatan anggarannya, termasuk bisa untuk subsidi rapid test," cetusnya.

Karena  jika dalam proses screening pemerintah lepas tangan, dan dipasrahkan pada pesantren saja, bisa berdampak kurang baik. Mengingat pengetahuan pengasuh ponpes tentang penanganan kesehatan rata-rata masih awam.  "Jika pemerintah lepas tangan, ditambah terbatasnya sumber daya pesantren dalam hal kesehatan, bisa diprediksikan akan jadi bomerang bagi Jawa Timur," tegas Gus Mamak.

 

Jika proses pengembalian santri berjalan sukses tanpa membawa virus, dibawah bimbingan para pengasuh.  "Bukan tidak mungkin doa 1,1 juta orang ditambah tenaga pendidiknya ini Insyaallah akan signifikan sebagai ihtiyar batin memerangi covid 19," pungkasnya.  rko

Tag :

Berita Terbaru

Mudahkan Jamaah Beribadah ke Tanah Suci, PCNU Lamongan Gandeng Travel Umrah Sunan Drajat

Mudahkan Jamaah Beribadah ke Tanah Suci, PCNU Lamongan Gandeng Travel Umrah Sunan Drajat

Kamis, 03 Sep 2026 22:22 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 22:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan terus memperkuat ikhtiar memberikan kemudahan dan pelayanan kepada jamaah. Salah s…

Gerindra Unggul di Jatim, Ketua Fraksi Alvis Ingatkan Kader Tidak Terlena Sampai 2029

Gerindra Unggul di Jatim, Ketua Fraksi Alvis Ingatkan Kader Tidak Terlena Sampai 2029

Kamis, 03 Sep 2026 19:16 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 19:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Elektabilitas Partai Gerindra yang menempati posisi teratas dalam survei politik terbaru di Jawa Timur mendapat respons dari Ketua…

Trans Jatim Jadi Program Terpopuler Khofifah-Emil, Kepuasan Warga Capai 82,5 Persen

Trans Jatim Jadi Program Terpopuler Khofifah-Emil, Kepuasan Warga Capai 82,5 Persen

Kamis, 03 Sep 2026 19:13 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 19:13 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru kepuasan warga terhadap program-program Gubernur Jawa…

MGN Law Firm Pesimis, Tanpa Pengawasan Ketat Target PAD 1 Triliun Sulit Tercapai

MGN Law Firm Pesimis, Tanpa Pengawasan Ketat Target PAD 1 Triliun Sulit Tercapai

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan -  Upaya Pemkab Lamongan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditarget mencapai Rp 1 Triliun, mendapat tanggapan …

Fraksi Golkar Kawal Program Prokesra Bank UMKM Berikan Subsidi Bunga Rp 19 Miliar

Fraksi Golkar Kawal Program Prokesra Bank UMKM Berikan Subsidi Bunga Rp 19 Miliar

Kamis, 03 Sep 2026 16:54 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur menginisiasi agar Program Kredit Sejahtera (Prokesra) mendapat dukungan dalam Perubahan APBD (…

Manfaatkan Digitalisasi, Lamongan Optimis Target PAD Rp 1 Triliun Tercapai

Manfaatkan Digitalisasi, Lamongan Optimis Target PAD Rp 1 Triliun Tercapai

Kamis, 03 Sep 2026 16:16 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Inovasi kembali ditorehkan oleh Kabupaten Lamongan, salah satunya bagaimana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang…