SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Warga Gresik yang terpapar Covid-19 masih saja berlanjut dan jumlahnya cukup tinggi. Hari ini (19/6) ada lagi tambahan sebanyak 13 orang. Dan 2 orang diantaranya telah menghembuskan nafas terakhir.
Jurubicara Satgas Covid-19 Gresik drg Saifudin Ghozali melalui Kabaghumas dan Protokol Setkab AM Reza Pahlevi, menyebutkan 2 pasien Covid-19 yang meninggal pada Jumat (19/6) ini berasal dari Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, dan dari Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan.
Selengkapnya asal 13 pasien yang terkonfirmasi positif hari ini sebanyak 4 orang berasal dari Kecamatan Kebomas (Kelurahan Sidomoro 3 orang, dan Desa Kedanyang 1 orang).
Selanjutnya Kecamatan Gresik sebanyak 3 orang (Kelurahan Lumpur 2 orang, 1 meninggal, dan Desa Kramat Inggil 1 orang).
Kemudian Kecamatan Driyorejo juga 3 orang (Desa Petiken 1, Desa Gadung 1 dan Desa Bambe 1)
Terakhir masing-masing seorang dari Kecamatan Duduksampeyan (Desa Tambakrejo/meninggal); Kecamatan Manyar (Desa Yosowilangon), dan dari Kecamatan Menganti (Desa Pelemwatu).
"Selain itu juga ada 4 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Tiga orang dari Kecamatan Gresik, dan seorang dari Bawean," ungkap Reza dalam pers rilisnya.
Ketiga pasien sembuh asal Kecamatan Gresik masing-masing 1 orang dari Kelurahan Lumpur, Ngipik dan Tlogopatut. Sedang yang dari Bawean berasal dari Desa Sidogedung Batu, Kecamatan Sangkapura.
Dengan update hari ini maka total warga Gresik yang terpapar virus corona telah mencapai 423 orang. Dan, 60 orang diantaranya sudah sembuh, 42 orang telah meninggal dunia. Sisanya, 321 orang masih dalam perawatan di beberapa rumah sakit di Gresik, Surabaya dan Sidoarjo.
Sementara kabar dari pasien dalam pengawasan (PDP) juga dilaporkan ada 5 orang yang meninggal pada hari ini (19/6).
Mereka berasal dari Desa Tanggulrejo, Desa Manyarejo (Kecamatan Manyar), Desa Watuagung-Mengare (Kecamatan Bungah), Desa Pelemwatu (Kecamatan Menganti) dan Desa Mojosarirejo (Kecamatan Driyorejo).
Tercatat hingga 19 Juni 2020 ada 458 PDP di Gresik. Sebanyak 270 orang dalam pengawasan, 160 orang selesai pengawasan. Dan sebanyak 27 orang meninggal dunia. did
Editor : Moch Ilham