Bayar Uang Les Penuh, Murid Mrotol Satu-satu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu pengajar LBB di kawasan Surabaya Barat, sedang memberikan les privat secara daring menggunakan video WhatsApp kepada murid didiknya, kemarin.

Foto: Sp/Byta Indrawati
Salah satu pengajar LBB di kawasan Surabaya Barat, sedang memberikan les privat secara daring menggunakan video WhatsApp kepada murid didiknya, kemarin. Foto: Sp/Byta Indrawati

i

 

Keluh Kesah Lembaga Bimbel Selama Pandemi Covid-19 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Proses belajar mengajar yang terpaksa di alihkan menggunakan media daring atau tanpa tatap muka selama pandemi Covid-19 banyak dikeluhkan. Tidak hanya dikeluhkan oleh wali murid dan peserta didik. Tetapi para pengajar yang banyak menyambi di beberapa Lembaga bimbingan belajar (LBB). Seperti salah satu lembaga bimbingan di Surabaya, yang harus mengepras proses belajar tatap muka dan mengurangi pendapatan.

 Proses belajar daring yang disepakati akibat pandemi virus Covid - 19 mulai menghantam Indonesia sejak pertengahan Maret 2020. Guru les atau tutor bimbel dituntut untuk beradaptasi untuk terus menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik.

Seperti yang diungkapkan salah satu pengajar bimbel kepada Surabaya Pagi, Minggu (21/6/2020) kemarin. Pengajar yang meminta namanya tidak dikorankan ini, mengaku dengan dilakukan proses belajar mengajar secara daring, membuat banyak wali murid memberhentikan kegiatan anak-anaknya untuk tidak melanjutkan belajar di LBB.

Pengajar di salah satu LBB di Surabaya Barat yang tidak ingin di sebutkan nama institusinya mengaku bimbingan belajar melalui daring atau online terpaksa dilaksanakan untuk berlangsungnya LBB. Meski, dalam realitanya, dalam tiga bulan ini, menurun drastis peserta didik yang mengikuti LBB.

 

Ajak Wali Murid Aktif

Meski begitu, dengan proses belajar secara daring ini, dilakukan menggunakan aplikasi WhatsApp kepada siswa. Sementara LBB itu juga meminta para wali murid ikut berperan aktif juga. 

"Karena tidak boleh tatap muka maka lembaga kami melakukan belajar via online dengan melakukan video call kepada masing-masing murid dengan WA. Jadi hanya orang tua saja yang mengantar pekerjaan rumah untuk ditukar dengan pekerjaan rumah yang baru. Satu murid sekitar sejam sampai dua jam paling lama. Hal ini dipilih agar orang tua yang membayar penuh uang les tidak kecewa dengan kebijakan yang dilakukan," terang pengajar LBB itu, kepada Surabaya Pagi, Minggu (21/6/2020).

Dengan memasuki tahun ajaran baru pada Juli 2020 ini, beberapa pendaftar baru di LBB tersebut hanya bisa dihitung dengan jari saja. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ajaran baru bisa sampai puluhan siswa.

"Ini yang jadi kesulitan bagi kami. Memang pihak LBB memberlakukan biaya penuh tanpa ada potongan, meski online. Meski sudah diatur sistem belajarnya. Tetapi yah gitu, tiga bulan ini banyak yang berhenti. Apalagi sekarang mau tahun ajaran baru, pendaftar bisa dihitung jari mbak. Mau gimana lagi. Praktis pendapatan juga menurun. Saya juga berkurang pendapatan,” keluh kesah pengajar di LBB itu, yang disela-sela sedang memberikan tutor secara daring dengan video call WhatsApp.

Meski begitu, pihak manajemen LBB tempat dia bekerja, tetap upaya untuk mencari terobosan dengan pembelajaran daring. byt

Berita Terbaru

Konser Nostalgia Yuni Shara 3553 Digelar di Surabaya, Sajikan Kolaborasi Lintas Generasi

Konser Nostalgia Yuni Shara 3553 Digelar di Surabaya, Sajikan Kolaborasi Lintas Generasi

Kamis, 07 Mei 2026 21:40 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 21:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Penyanyi senior Yuni Shara kembali menyapa penikmat musik Tanah Air melalui konser bertajuk “Yuni Shara 3553 Concert” yang akan digel…

Usai Keluarga Maidi, Kini Sekwan DPRD Kota Madiun Dipanggil KPK 

Usai Keluarga Maidi, Kini Sekwan DPRD Kota Madiun Dipanggil KPK 

Kamis, 07 Mei 2026 20:48 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 20:48 WIB

‎‎SURABAYA PAGI, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris DPRD Kota Madiun, Misdi sebagai saksi dalam pengembangan kasus dugaa…

Sidang Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Saksi Ungkap Dugaan Dana Asrama Dipakai Beli Tanah

Sidang Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Saksi Ungkap Dugaan Dana Asrama Dipakai Beli Tanah

Kamis, 07 Mei 2026 19:29 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya kembali melanjutkan sidang perkara dugaan korupsi dana hibah P…

Fertilitas Jatim di Bawah Ambang Ideal, BPS Soroti Ancaman Krisis Tenaga Produktif

Fertilitas Jatim di Bawah Ambang Ideal, BPS Soroti Ancaman Krisis Tenaga Produktif

Kamis, 07 Mei 2026 19:03 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 19:03 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Tren penurunan angka kelahiran di Jawa Timur kian terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru Badan Pusat Statistik m…

Kasus Pemecatan Guru di Jombang Memanas, Lia Istifhama Soroti Objektivitas dan Marwah Profesi

Kasus Pemecatan Guru di Jombang Memanas, Lia Istifhama Soroti Objektivitas dan Marwah Profesi

Kamis, 07 Mei 2026 18:57 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Jombang – Polemik pemecatan guru di Indonesia kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah kasus yang mencuat belakangan ini menunjukkan beragam a…

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi se-Jawa, Khofifah Soroti Ketahanan di Tengah Krisis Global

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi se-Jawa, Khofifah Soroti Ketahanan di Tengah Krisis Global

Kamis, 07 Mei 2026 18:51 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 18:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 yang mencapai 5,96 p…