Dampak Covid-19, Warga Tanyakan Nasib Pelajar di Sumenep

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Moh. ALIM, Masyarakat asal Kab. Sumenep.SP/ar
Moh. ALIM, Masyarakat asal Kab. Sumenep.SP/ar

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Pemberitaan mengenai Covid 19 di Sumenep terus alami peningkatan. Bahkan, penularannya semakin menjamur ke berbagai instansi dan sudut-sudut kota di Sumenep, tak heran jika masyarakat mempertanyakan dampak dari covid-19 ini. Hal ini disampaikan oleh Moh. Alim salah satu warga asal kota sumenep kepada surabayapagi, (23/20).

Menurut Alim, masyarakat di Kabupaten Sumenep begitu sangat merasakan dampak dari wabah corona ini, baik di bidang pendidikan, ketenagakerjaan dan pelayanan umum seperti buruh pabrik, kuli bangunan dan pedagang asongan. “Jadi dampak Covid-19 ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat bawah,” tegasnya.

Dikatakan Alim, pemerintah tidak akan mampu menangani perekonomian mereka yang di Putus Harian Kerja (PHK) di sebuah perusahaan karena pengurangan karyawan akibat dampak covid 19 di Sumenep. Hal ini juga sangat dirasakan oleh pedagang kaki lima yang kesehariaannya memiliki penghasilan kurang lebih 75 ribu dan minim 50 ribu sehari, akibat dari covid mereka hanya memiliki keuntungan 20 ribu sehari.

“Belum lagi pendidikan, selama kurang lebih 3 bulan siswa/siswi belajar di rumah saja dan belajar secara online. Namun, apakah setiap orang tua siswa memiliki ponsel android?” ucap Alim.

Untuk saat ini sudah ramai pendaftaran siswa/siswi baru, dan mulai aktif masuk diperkirakan pada 13 Juli 2020 mendatang. “Lalu, bagaimana jika corona belum berakhir, apakah mungkin tahun ajaran baru siswa/ siswi tetap di rumah saja?” pungkasnya.

Untuk di ketahui, Warga Sumenep positif Covid-19 semula 18 orang. Kemarin pada 21 Juni 2020 bertambah 7 orang dan terupdate tepat 22 Juni 2020 bertambah 8 orang. Total 33 orang.

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumenep, Carto, belum bisa dikonfirmasi, kata ajudannya Bapak lagi istrahat tidak bisa diganggu, tadi saja ada tamu tapi disuruh menunggu, pungkasnya kepada reporter surabaya pagi. ar

Berita Terbaru

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mulai menggencarkan pemeriksaan kesehatan hingga disuntik vitamin secara…

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Tidak banyak negara yang memiliki kemewahan seperti Indonesia. Kita berada di kawasan tropis dengan penyinaran matahari yang relatif…

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan melalui program Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan),…

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seiring berkurangnya sumber pakan alami di kawasan hutan Pegunungan Wilis, sebanyak ratusan kera ekor panjang (maccaa…