Jumlah Kasus Virus Corona di Beijing Kembali Meningkat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jumlah Kasus Virus Corona di Beijing Kembali Meningkat. SP/ DECOM
Jumlah Kasus Virus Corona di Beijing Kembali Meningkat. SP/ DECOM

i

SURABAYAPAGI.com, Beijing - Pupus sudah harapan warga Beijing setelah meningkatnya jumlah kasus virus Corona padahal dalam 56 hari berturut-turut sempat tidak ada penularan sama sekali.

Sebagian besar sumber penularan adalah dari pasar Xinfandi, yakni sebuah pasar grosir sayur dan buah terbesar di ibukota China tersebut.

Di saat warga mulai diizinkan untuk melakukan perjalanan pendek, dengan kehidupan normal yang perlahan kembali, kini dilaporkan Beijing memiliki 227 kasus dalam waktu 10 hari.

 Di saat Wuhan, kota asal virus Corona melaporkan adanya lebih dari 50 ribu kasus sejak awal pandemi, Beijing hanya memiliki 590 kasus.

Sejak wabah baru muncul 11 Juni lalu, Beijing sudah menutup 40 kawasan pemukiman yang dianggap beresiko tinggi, membatalkan ribuan penerbangan, dan melakukan tes terhadap lebih dari dua juta warga dalam sepekan.

"Saya sekarang bisa merasakan apa yang pernah dialami oleh warga di Wuhan. Berat sekali," kata seorang netizen bernama Kwanchi di media sosial China Weibo, setelah tingkat waspada Corona di wilayah tempat tinggalnya naik dari menengah menjadi tinggi.

"Meski saya percaya wabah ini akan segera berlalu, saya takut."

Rasanya dekat sekali

Lily Yu, usia 30 tahun, adalah salah seorang warga Beijing yang sudah disarankan untuk menjalani tes COVID-19.

"Saya tinggal di distrik Fengtai, pusat wabah, jadi saya merasa dekat sekali sekarang ini," kata Lily Yu kepada ABC.

"Sudah diumumkan lewat pengeras suara sore ini, jika saatnya pemukiman dimana saya tinggal untuk melakukan tes Corona."

Distrik Fengtai di sebelah selatan Beijing adalah lokasi pasar Xinfadi, yang disebut sebagai pasar produk pertanian terbesar di Asia.

"Xinfadi jaraknya hanya 3 km dari rumah. Ayah saya sering ke sana membeli sayur dan buah, namun sudah tidak ke sana lagi belakangan," kata Lily.

"Daging lebih murah di Xinfadi dibandingkan di supermarket, itulah sebabnya begitu banyak orang ke sana untuk belanja."

Meski tidak secemas seperti beberapa bulan lalu ketika pandemi pertama kali terjadi di China, Lily mengatakan dia berusaha menerapkan 'social distancing' dan terus bekerja dari rumah.

"Beberapa teman saya ingin aman dan tinggal di rumah semaksimal mungkin, karena mereka khawatir virus ini sudah bermutasi," katanya.

"Sejak awal pandemi, saya hanya dua kali saja meninggalkan tempat tinggal saya, dan biasanya hanya jalan dekat-dekat setelah makan malam, ketika tidak banyak orang di luar."

Tiga jam antri untuk tes Corona

Jiamei tinggal di kawasan pemukiman berisiko menengah di distrik Fengtai.

Dia menerima pesan hari Senin malam bahwa mall di dekat tempat tinggalnya sudah ditutup, karena beberapa orang positif mengidap Corona.

"Saya cemas, saya pernah ke sana juga," kata Jiamei, yang mengatakan dia semula tidak berpikir serius mengenai virus Corona, sampai ia sadar betapa dekatnya virus tersebut dengan dirinya.

Akhir pekan lalu, dia antri selama hampir tiga jam untuk menjalani tes corona, namun masih menunggu hasilnya.

"Saya diberitahu untuk menjalani tes di malam hari, dan itu awalnya membuat saya takut. Tesnya sendiri berjalan cepat," katanya.

"Saya pergi di pagi hari namun antriannya terlalu panjang, jadi saya pulang dulu dan baru datang sore harinya."

Meski Jiamei dan Lily sudah menjalani tes, namun tidak semua orang boleh menjalani tes.

Tes hanya dilakukan terhadap mereka yang tinggal di kawasan yang disebut berisiko menengah hingga tinggi.

Situs berita online China 'Caixin' mengatakan banyak tempat tes sekarang sudah penuh dipesan, beberapa diantaranya bahkan sudah penuh sampai bulan September.   dsy4

Tag :

Berita Terbaru

Bawa Aspirasi Desa ke Pemerintah, AKSI Serahkan 8 Rekomendasi Strategis

Bawa Aspirasi Desa ke Pemerintah, AKSI Serahkan 8 Rekomendasi Strategis

Kamis, 01 Okt 2026 21:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar pada 9–10 September 2026 di Jak…

Perkuat Desa Tangguh Bencana, PLN UIT JBM Dorong Peran Perempuan melalui Kader PKK di Sumbersawit Magetan

Perkuat Desa Tangguh Bencana, PLN UIT JBM Dorong Peran Perempuan melalui Kader PKK di Sumbersawit Magetan

Kamis, 01 Okt 2026 19:50 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 19:50 WIB

SurabayaPagi, Magetan – Kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan dan pelayanan kelistrikan, tetapi juga melalui komitmen u…

Tuding Masuk Angin Tangani TP Anggota DPRD, Ratusan Mahasiswa Lurug Kejaksaan Ponorogo

Tuding Masuk Angin Tangani TP Anggota DPRD, Ratusan Mahasiswa Lurug Kejaksaan Ponorogo

Kamis, 01 Okt 2026 18:45 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ponorogo melurug Kantor Kejaksaan Negeri …

Bahlil, Rangkap Jabatan Baru

Bahlil, Rangkap Jabatan Baru

Kamis, 01 Okt 2026 18:28 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi.com, Jakarta : Bahlil Lahadalia resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi…

KPK Geledah Dua Kantor Pemkot Madiun, Dinas Perdagangan dan BKAD Jadi Sasaran

KPK Geledah Dua Kantor Pemkot Madiun, Dinas Perdagangan dan BKAD Jadi Sasaran

Kamis, 01 Okt 2026 17:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan dalam pengembangan penyidikan dugaan Tindak Pidana P…

Peta Kekuasaan Jajaran Kabinet Merah Putih: Sekjen Sarmuji Jadi Menperin, Bukti Kapasitas Kader Golkar Teruji

Peta Kekuasaan Jajaran Kabinet Merah Putih: Sekjen Sarmuji Jadi Menperin, Bukti Kapasitas Kader Golkar Teruji

Kamis, 01 Okt 2026 17:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya - Peta kekuasaan di jajaran Kabinet Merah Putih mengalami pergeseran. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai…