Angkut Kambing, Ambulance Desa Ditarik Inspektorat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
 Ambulance saat ditarik dari desa. SP/Lim
Ambulance saat ditarik dari desa. SP/Lim

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Sudah jelas peraturan disampaikan saat penyerahan Ambulans Desa, kepada Kepala Desa dan BPD, diantaranya untuk mengangkut orang sakit ke Puskesmas dan Rumah Sakit, Demikian yang di sampaikan dr Bayu W. Kepala Dinas Kesehatan Lumajang saat di konfirmasi via telepon, Sabtu (27/06/2020).

Dr Bayu menyampaikan, Ambulans Desa hanya bisa mengangkut orang sakit saja di dalam wilayah Lumajang saja.

“Ambulans Desa kegunaannya untuk mengangkut orang sakit didalam wilayah Lumajang saja, untuk keluar Lumajang harus mendapat rekomendasi dari Puskesmas, dan Ambulans desa juga bisa untuk kegiatan kesehatan yang lain seperti penyuluhan, kegiatan kader, dan posyandu,” Ujar dr. Bayu

Apa lagi Ambulans desa tidak boleh untuk mengangkut mayat dan  mengangkut yang lain jelas tidak boleh, jadi Ambulans desa itu boleh digunakan untuk kegiatan yang tujuannya untuk kesehatan utamanya untuk transportasi ibu hamil, rujukan dari desa ke Puskesmas dan rumah sakit.” Imbuhnya.

Dr. Bayu menjelaskan bahwa ambulans desa itu sudah dihibahkan ke desa, jadi tanggung jawab penuh ada di desa dan pihaknya hanya punya fungsi pembinaan.

“Kepala Desa yang bersangkutan oleh pak Bupati sudah diberikan teguran dan sebagai peringatan ambulans tersebut selama beberapa hari kita tarik ke Dinas Kesehatan, ya kita chek kelengkapannya, kebersihannya.” Terang dr. Bayu

“Teman – teman Inspektorat tadi sudah melakukan pemeriksaan dan mungkin hari Senin akan melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Desanya.” Tambahnya.

Terpisah, Camat Kunir Jamak Nurwanto membenarkan bahwa Ambulans Desa Sukorejo sudah ditarik oleh Inspektorat

“Ya tadi pagi sudah ditarik oleh Inspektorat, camat membuat surat penarikan dan diserahkan ke Inspektorat,” katanya saat dikonfirmasi via telepon.

Camat Kunir juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengklarifikasi perihal tersebut, dan Kepala Desa mengatakan tidak pernah memberikan ijin mengangkut kambing kepada sopir ambulans.

“Saya sudah klarifikasi ke Kades, yang bersangkutan mengatakan pada saya bahwa tidak pernah memberikan ijin kepada sopir ambulans untuk mengakut kambing,” Jelasnya.

“Hasil konfirmasi Forkopimca dengan kades bahwa sebelum atau akan memakai ambulans, sopir tidak meminta izin kepada Kepala Desa dan setelah ketangkap wartawan Sopir minta izin lewat telepon kepada Kades, sedangkan sopir ambulans menjawab Pertanyaan Wartawan karena takut, dijawab sudah izin. Sebenarnya Sopir akan memakai ambulan tidak meminta izin ke Kepala Desa,” Pungkas Camat Kunir usai melakukan klarifikasi ke Kades Sukorejo dan sopir ambulans.

 Sebelumnya Kades Sukorejo Kecamatan Kunir, Sismi Wahidah menyampaikan bahwa sopir ambulans sudah meminta ijin lewat telepon.

“Tadi supir ambulan nya telpon saya pak…sudah ijin lewat telpon… Mendadak ambil kambing karena ada acara pak…” Tulisnya Via WhatsApp nya," Pungkasnya (Lim).

Berita Terbaru

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Bupati Jember, Gus Fawait hadir dalam Pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia se-Kabupaten Jember di…

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Kegiatan Homecare di Kecamatan Jelbuk hari ini dilaksanakan oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kali ini Bupati Gus…

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM – SURABAYA ;Naik transportasi umum di Jawa Timur ke depan diarahkan tidak lagi menjadi perjalanan yang terputus-putus. DPRD Jawa Timur mulai m…

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM - SURABAYA :Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…