Masih Ketergantungan, Komisi VI DPR Beri Saran Pertamina

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kilang PT Pertamina. SP/CN
Kilang PT Pertamina. SP/CN

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 60-70 persen kebutuhan produk petrokimia masih impor, Anggota Komisi VI DPR RI Lamhot Sinaga beri saran epic untuk Pertamina.

Menurut politisi dapil Sumut tersebut saat ini waktu yang tepat mengembangkan industri petrokimia oleh karena Pertamina memiliki target pembangunan kilang minyak. Ia meminta Komisi VI DPR RI bisa mendukung Pertamina mengembangkan industri ini sebab dalam waktu 30 hingga 50 tahun ke depan menurutnya hal ini merupakan salah satu keamanan negara.

“Dalam konteks ke depan, 30-50 tahun yang akan datang, bagian ini akan menjadi security negara, keamanan negara. Kalau pada saat ini tidak kita pikirkan, maka saya tidak tahu negara ini  30 tahun ke depan akan seperti apa. Oleh karena itu saya mohon Pimpinan (Komisi VI DPR RI), selain masalah kilang, juga kita tekankan mengenai kilang dan pengembangan industri petrochemical menugaskan pertamina,” tukas Lamhot.

Hal tersebut disampaikannya ketika mengikuti rapat dengar pendapat Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama Pertamina beserta jajaran di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Lamhot juga menyatakan pembangunan kilang minyak yang sebelumnya dipaparkan oleh Dirut Pertamina harus dapat diintegrasikan dengan pengembangan petrokimia.

“Karena memang nilai investasi kilang ini sangat besar. Kalau memang hanya minyaknya yang kita inginkan tanpa kita integrasikan dengan petrokimia rasanya itu akan sangat sulit untuk return. Tapi kalau misalnya petrokimianya kita integrasikan saya kira return-nya juga akan bisa cepat untuk mengatasi mahalnya investasi di kilang,” terang politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Lamhot menekankan bahwa seluruh negara maju di dunia pasti menguasai petrokimia. “Kita tahu tidak ada negara maju di seluruh dunia ini yang tidak menguasai petrokimia.

“Singapura yang negara kecil saja, yang tidak punya SDA kayak kita, mereka menguasai petrokimia. Kita kalah. Negara sebesar ini kok masa kalah sih sama Singapura untuk petrokimia,” jelasnya.p1

Tag :

Berita Terbaru

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

Selasa, 13 Okt 2026 21:30 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 21:30 WIB

SurabayaPagi, Sukoharjo - PT PLN (Persero) mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui kemitraan layanan pembayaran tagihan dan…

Bupati Madiun Targetkan Produktivitas Padi 10 Ton per Hektare

Bupati Madiun Targetkan Produktivitas Padi 10 Ton per Hektare

Selasa, 13 Okt 2026 21:13 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 21:13 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sebagai salah satu wilayah lumbung pangan di wilayah Jawa Timur, Bupati Madiun Hari Wuryanto menargetkan produktivitas padi men…

Bupati Sumenep : Kepastian Hukum Penyusunan RDTR Dukung Pembangunan Daerah

Bupati Sumenep : Kepastian Hukum Penyusunan RDTR Dukung Pembangunan Daerah

Selasa, 13 Okt 2026 20:58 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 20:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep  – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menekankan pentingnya kepastian hukum dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk m…

Sidak RSUD Ponorogo, DPRD Soroti Ruang Tunggu Poliklinik Berdesakan hingga Antrean Obat

Sidak RSUD Ponorogo, DPRD Soroti Ruang Tunggu Poliklinik Berdesakan hingga Antrean Obat

Selasa, 13 Okt 2026 17:56 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 17:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Komisi D DPRD Kabupaten Ponorogo menyoroti sejumlah persoalan pelayanan di rumah sakit umum daerah (RSUD) setelah melakukan…

Toko Bangunan 999 di Desa Sukosewwu Blitar Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

Toko Bangunan 999 di Desa Sukosewwu Blitar Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

Selasa, 13 Okt 2026 15:55 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 15:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Lagi terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Blitar, kali ini sebuah Toko bangunan 999 milik LS.49  warga Desa Sukosewu Kec.Gandusari …

MTQ Difabel di Lamongan, Diikuti Ratusan Kafilah dari Jawa Hingga Bali

MTQ Difabel di Lamongan, Diikuti Ratusan Kafilah dari Jawa Hingga Bali

Selasa, 13 Okt 2026 15:46 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Tidak biasanya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Difabel 2026 yang digelar di Lamongan, diikuti ratusan peserta dari Jawa dan Bali, …