Di Ruangan Tertutup, Virus Corona bisa Bertahan 3-16 Jam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Infografis
Infografis

i

Temuan Ilmiah WHO

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memaparkan beberapa kemungkinan virus Corona (Covid-19) menular lewat udara. Hal ini terkuak dalam rangkuman ilmiahnya yang telah diperbarui, Jumat (10/7/2020) kemarin.  Rangkuman ilmiah berjudul “Transmisi SARS-CoV-2: implikasi untuk langkah pencegahan” pertama kali terbit di laman resmi WHO pada 29 Maret 2020, kemudian diperbarui setelah adanya beberapa laporan terbaru mengenai kemungkinan penularan Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru (SARS-CoV-2), lewat udara.

Dalam rangkuman tersebut, WHO menyebutkan Covid-19 dapat menular lewat udara saat ada aktivitas medis yang menghasilkan partikel udara (aerosol). Beberapa temuan turut melaporkan ada tenaga kesehatan yang positif Covid-19 padahal mereka tidak melakukan prosedur medis tersebut.

Menurut WHO, sejauh ini belum ada penelitian yang menunjukkan jejak RNA SARS-CoV-2 yang cukup di udara, khususnya dalam ruangan yang ditempati oleh pasien Covid-19. “Dalam sampel yang menunjukkan ada jejak virus, jumlah RNA yang terdeteksi sangat rendah, … sehingga tidak dapat memastikan virus dapat ditularkan lewat udara,” jelas WHO.

Walaupun demikian, WHO mengakui kemungkinan Covid-19 dapat ditularkan lewat udara dalam ruangan tertutup dengan ventilasi buruk. “Beberapa laporan penularan Covid-19 terkait dengan ruangan tertutup yang dipadati banyak orang. Kasus itu membuka kemungkinan adanya penularan lewat kombinasi antara udara dan tetesan cairan pernapasan (droplet), misalnya saat latihan paduan suara, di restoran, atau di kelas-kelas olahraga di pusat kebugaran,” kata WHO dalam rangkumannya.

Beberapa kajian menunjukkan secara teoritis Covid-19 dapat ditularkan lewat udara. “Teori-teori yang ada mengindikasikan bahwa: 1) tetesan cairan pernapasan dapat menghasilkan partikel udara lewat proses penguapan, dan 2) aktivitas bernapas serta berbicara turut mengeluarkan partikel udara. Dengan demikian, seseorang yang menghirup udara mengandung partikel virus dengan jumlah cukup pun dapat tertular penyakit,” demikian disampaikan WHO.

Meskipun secara teoritis dimungkinkan, peneliti masih mempelajari seberapa banyak kandungan droplet yang memungkinkan proses penguapan cairan jadi udara itu terwujud. Selain itu, peneliti juga masih berusaha mengetahui seberapa banyak kadar virus SARS-CoV-2 yang harus ada di partikel udara sehingga dapat menjangkit orang sehat.  Bahkan hasil penelitian, virus Corona bisa bertahan di udara selama 3-16 jam. Dimana eksperimen itu menggunakan nebulizer.

WHO juga mengakui adanya kemungkinan Covid-19 menular lewat udara dalam situasi tertentu, khususnya dalam ruangan dengan ventilasi buruk yang dipadati banyak orang. Namun, “penelitian dan eksperimen yang lebih banyak sangat dibutuhkan untuk menyelidiki dugaan tersebut serta memeriksa sejauh mana pengaruhnya terhadap penularan Covid-19,” kata organisasi kesehatan dunia itu.

 

Menular di Ruangan Tertutup

Sementara, Anggota Tim Pakar Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 I Gusti Ngurah Kade Mahardika menyatakan penyebaran virus corona lewat udara disebabkan oleh mikro droplet yang bertahan di udara. Ia mengatakan penyebaran virus corona melalui udara itu berpotensi terjadi di ruangan tertutup.

"Secara ilmu virologi ini bukan true aerosol, kalau yang disebut dengan true aerosol itu menular bersama aliran angin dan udara, ke mana arah udara, ke sanalah kemudian penyakit itu berjangkit," kata dia dalam diskusi di Graha BNPB, Jumat (10/7).

"[Virus corona] ini tidak. Ini biasanya dalam setting ruangan tertutup misalnya bus kemudian ruangan ber-AC, pusat perdagangan dan perkantoran yang menggunakan ventilasi buatan atau AC," imbuh dia.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan penyebaran virus corona yang disebut menular lewat udara bukan merupakan hal yang baru. Sebagai salah satu jenis virus pernafasan, penyebaran melalui udara memang berpeluang terjadi.

Salah satu upaya pencegahan yang paling murah, menurutnya adalah dengan menyediakan ventilasi alami, serta membuka jendela dan pintu ruangan beberapa waktu sekali sehingga jika ada virus bisa terbawa udara.

"Buka jendela, pintu, virus itu akan larut, mohon diingat untuk membuat sakit butuh dosis tertentu, jadi dengan ventilasi terbuka, konsentrasi virus yang terpapar pada individu mungkin jauh lebih sedikit," ucap dia. jk/erk/cr1/rm

Tag :

Berita Terbaru

Dongkrak Perekonomian, Situbondo Beri Pembinaan UMKM Kuliner ‘Seafood’ Jalur Pantura

Dongkrak Perekonomian, Situbondo Beri Pembinaan UMKM Kuliner ‘Seafood’ Jalur Pantura

Rabu, 08 Apr 2026 10:30 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 10:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya mendongkrak pendapatan atau pendapatan masyarakat Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Gresik dan Lamongan Perkuat Sinergi Pengelolaan Sampah Berbasis Energi di TPA Ngipik

Gresik dan Lamongan Perkuat Sinergi Pengelolaan Sampah Berbasis Energi di TPA Ngipik

Rabu, 08 Apr 2026 10:08 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 10:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam rangka memperkuat kerja sama p…

Bupati Gresik Lantik Kades PAW Desa Laban, Fokus Percepatan Infrastruktur dan Akses Wilayah

Bupati Gresik Lantik Kades PAW Desa Laban, Fokus Percepatan Infrastruktur dan Akses Wilayah

Selasa, 07 Apr 2026 23:03 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 23:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik melantik Mujiani sebagai Kepala Desa Laban, Kecamatan Menganti, dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan …

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun, – Penolakan warga terhadap rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madi…

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun terus menggenjot capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui evaluasi dan opt…

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurda DPRD Sumenep dengan agenda Penandatanganan Naskah…