SMPN 1 Gempol Diduga Jual Beli Kursi Berkedok Sumbangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SMPN 1 Gempol.
SMPN 1 Gempol.

i

SURABAYAPAGI, Pasuruan- Dugaan praktek pungutan liar berkedok sumbangan sukarela terjadi di sekolah menengah pertama (SMP) Negri 1 Gempol, Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.

Pungutan ini banyak dikeluhkan oleh para orang tua siswa. Pasalnya tidak ada bukti yang menunjukan bahwa pungutan tersebut didapat dari hasil musyawarah atau dilegalkan atas kesepakatan bersama komite dan wali murid yang bisa dijadikan dasar hukum oleh pihak sekolah dalam pemungutan dana tersebut.

Saat dikonfirnasi, pihak sekolah membantah melakukan pungutan dengan menunjukkan bukti-bukti pernyataan wali murid yang tidak mampu. Kasus ini bermula ketika ada pengumuman sistim zonasi, banyak siswa di luar area zonasi yang tidak diterima, berusaha melobi pihak panitia penerimaan murid baru, dengan syarat, pihak wali murid menyumbangkan sejumlah uang untuk pembangunan sarana sekolah.

Namun apa yang disanggahkan pihak sekolah melalui kepala Sekolah SMPN 1 Gempol berbeda terbalik dengan temuan wartawan di lapangan. Menurut salah satu orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan identitasnya, betul disekolah ada pungutan untuk anak siswa baru yang mau diterima lewat "jalur belakang" dengan menemui pihak panitia penerimaan siswa baru.

"Tapi dengan syarat mau membantu sejumlah uang, alasannya untuk pembangunan sarana belajar siswa," kata sang orang tua wali murid.

"Terus terang saya merasa keberatan dengan pungutan sebesar itu apalagi kondisi pandemik kayak begini, cari uang sangat sulit sekali, tapi apa mau dikata,” ungkapnya lagi dengan nada kesal.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, karena terpaksa, akhirnya dia bayar. "Intinya saya selaku orang tua siswa mau gak mau, tapi terpaksa harus bayar," keluhnya.

Saat wartawan mencoba mendatangi pihak sekolah Jumat (10/7/2020) untuk menanyakan perihal ada dugaan tersebut terhadap pihak sekolah, Kepala SMPN 1 Gempol dengan tegas membantah.

Ia mengatakan, bahkan SMPN 1 Gempol punya program peduli terhadap siswa siswi tidak mampu. Kepala Sekolah sanggup menjemput bola ke rumah siswa-siswa yang tidak mampu untuk membantu mengisi jatah kursi yang belum terisi.

"Saya selaku Kepala Sekolah punya tanggung jawab terhadap seluruh kondisi sarana sekolah, yang secara manusiawi tidak ingin murid saya ditumpuk kayak pindang di ruang UKS. Maka dari itu saya harus punya inisiatif bagaimana memperbaiki semua itu. Kalaupun ada orang tua siswa yang mampu menyumbang untuk sekolah ya kita terima," tutur Kepala SMPN 1 Gempol yang sebentar lagi akan pensiun.hm

Berita Terbaru

Dosen Komunikasi: Pernyataan Londo Ireng Perlu Jadi Momentum Perbaikan Komunikasi Publik

Dosen Komunikasi: Pernyataan Londo Ireng Perlu Jadi Momentum Perbaikan Komunikasi Publik

Minggu, 26 Jul 2026 15:40 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 15:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah "Londo Ireng" dalam pidatonya pada puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai K…

Perjuangan Manusia Melawan Kekuasaan Adalah Perjuangan Ingatan Melawan Lupa

Perjuangan Manusia Melawan Kekuasaan Adalah Perjuangan Ingatan Melawan Lupa

Minggu, 26 Jul 2026 15:30 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 15:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Kalimat Milan Kundera itu terasa semakin penting ketika sebuah bangsa mulai berjarak dari peristiwa-peristiwa yang membentuk…

Tingkatkan Perekonomian, Pemkab Sumenep Kembangkan Pertanian Hidroponik

Tingkatkan Perekonomian, Pemkab Sumenep Kembangkan Pertanian Hidroponik

Minggu, 26 Jul 2026 14:48 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mulai mengembangkan usaha…

Masuki Tahap Lelang, Pemkot Madiun Usulkan Perbaikan Jembatan Manguharjo ke Pusat

Masuki Tahap Lelang, Pemkot Madiun Usulkan Perbaikan Jembatan Manguharjo ke Pusat

Minggu, 26 Jul 2026 14:39 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), mengusulkan permohonan perbaikan Jembatan …

Wujudkan Normalisasi Kalianak, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan Terdampak

Wujudkan Normalisasi Kalianak, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan Terdampak

Minggu, 26 Jul 2026 13:58 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka normalisasi Sungai Kalianak, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menandai sebanyak 70 bangunan di Kecamatan Asemrowo…

Bupati Achmad Fauzi Bersama Jajaran Datang Langsung ke Kementan RI, Kerjasama Percepat Kemajuan Pertanian Sumenep

Bupati Achmad Fauzi Bersama Jajaran Datang Langsung ke Kementan RI, Kerjasama Percepat Kemajuan Pertanian Sumenep

Minggu, 26 Jul 2026 13:56 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sebagai upaya mempercepat Kemajuan dan pembangunan khususnya di sektor pertanian yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…