Galian C Baru di Ngoro, Jombang, Disinyalir Belum Kantongi Ijin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Alat berat di lokasi penambangan galian C di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. (SP/M. Yusuf) 
Alat berat di lokasi penambangan galian C di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. (SP/M. Yusuf) 

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Aktivitas penambangan galian C yang berada di wilayah Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, disinyalir belum mengantongi ijin.

 Warga Desa Genukwatu pun mempertanyakan aktivitas galian C baru tersebut yang berada dilahan pertanian aktif. Karena aktivitas itu berdampak pada kerusakan lingkungan.

Salah satu warga K, yang namanya tak ingin disebutkan mengatakan, bahwa galian itu baru dan sepertinya belum lama.

Setelah sempat berhenti, aktivitas penambangan kembali berjalan. "Bahkan dalam kapasitas lebih besar. Sempat berhenti, tapi sekarang aktif kembali,” katanya, Minggu (26/7/2020).

Maka dari itu, warga berharap ada perhatian serius dari pemkab dan aparat penegak hukum kalau memang penambangan di wilayahnya ilegal. Karena dampaknya banyak dikeluhkan petani.

"Kan khususnya berkaitan jaringan irigasi. Kalau kegiatannya ilegal, ya harus dihentikan. Kalau sekedar disidak paling berhenti sesaat, setelah itu beroperasi kembali,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Genukwatu, Nana Febrianti menegaskan, bahwa di wilayahnya ada aktivitas galian C. Menurutnya, galian itu sudah berhenti, setelah itu  tiba-tiba muncul aktivitas lagi.

"Terkait izin kegiatan penambangan saya tidak tahu mas, soalnya tidak pernah ke desa. Kami hanya sebatas mengetahuinya saja,” tegasnya.

Nana berharap ada perhatian dari pihak terkait untuk menindak kegiatan galian C ilegal. ”Kalau memang tidak mengantongi ijin dan sangat merusak lingkungan, ya segera dilakukan penindakan,” pungkasnya.

Saat mencoba menghubungi Kabid Konservasi DLH Kabupaten Jombang, Amin Kurniawan belum ada jawaban. Begitupula saat mencoba menghubungi melalui WhatsApp.

Pantuan di lokasi memang terlihat ada satu alat berat di lokasi penambangan yang berada di tengah sawah. Mesti aktivitas penggalian tidak ada, namun ada beberapa orang berjaga di sekitar alat berat. suf

Berita Terbaru

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa ilmu komputer Jack Zemke tidak kunjung mendapatkan hasil meski telah mengirim ratusan lamaran pekerjaan yang sebagian besar…

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin (28/9/2026), dekati l…

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Wamendes PDT, Ahmad Riza Patria, menegaskan penyertaan dana CSR untuk berbagai program terkait pembangunan desa yang terarah sangat…

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

SURABAYAPAGI.com - Produsen otomotif Tata resmi meluncurkan sedan Aeris di pasar India. Untuk membuktikan kekuatan struktur bodi serta keamanan sistem CNG,…

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

SURABAYAPAGI.com - Lembaga keuangan yang berbasis di Washington mencatat negara-negara maju membayar bunga lebih dari US$ 3,3 triliun atas obligasi pemerintah…

NIAT JAHAT RADITYA TIDAK PERNAH DIURAIKAN JPU

NIAT JAHAT RADITYA TIDAK PERNAH DIURAIKAN JPU

Selasa, 29 Sep 2026 06:50 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 06:50 WIB

Majelis Hakim Yang Mulia, Saya ini wartawan yang sangat sabar. Sejak saya rekam pengakuan Erik Wowor, di Lantai V Gedung Direskrimum Polda Jatim tanggal 23…