Puluhan Buruh PT SGS di Jombang Kembali Gelar Aksi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puluhan buruh PT SGS Jombang berorasi dengan membawa keranda di depan kantor Binwasnaker Jombang. SP/M. Yusuf
Puluhan buruh PT SGS Jombang berorasi dengan membawa keranda di depan kantor Binwasnaker Jombang. SP/M. Yusuf

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Puluhan buruh pabrik PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) yang terletak di Jalan Raya Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali melakukan aksi unjuk rasa yang kesekian kalinya.

Aksi unras kali ini, para buruh PT SGS mendatangi kantor Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) Provinsi Jatim yang berada di wilayah Jombang.

Sekjen Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) PT SGS, Fatkul Khoir mengatakan, bahwa kedatangan buruh disini untuk mengadukan pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan di PT SGS.

"Terdapat tiga laporan pengaduan yang kami sampaikan. Pertama soal pemotongan upah sebesar 30 persen pada bulan Desember 2019," katanya, kepada sejumlah jurnalis di lokasi aksi, Selasa (28/7/2020).

"Pihak pengawas akan melakukan perhitungan tingkat kerugian atau kekurangan upah. Selain itu, pengawas akan melakukan pemeriksaan soal THR. Termasuk tindaklanjut 16 pekerja yang dirumahkan," jelasnya.

Khoir mengungkapkan, bahwasanya sampai hari ini masih ada sisa pembayaran THR pada seluruh buruh yang belum terbayarkan, sebesar 50 persen.

"Yang dibayar hanya 50 persen, dan serikat buruh tidak menyepakatinya. Jadi masih ada kekurangan pembayaran THR sebesar 50 persen. Untuk itu kami menuntut pada pengawas agar mendesak pihak perusahaan," ungkapnya.

Selain membayar THR, lanjut Khoir, juga menghitung denda yang harus dibayar oleh perusahaan. "Karena masih ada keterlambatan pembayaran," tukasnya.

Sementara itu, salah satu anggota Pengawas Binwasnaker Provinsi Jatim, Khafid menerangkan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan dari pihak buruh terkait banyaknya persoalan yang muncul di PT SGS.

"Kita akan mendatangi perusahaan untuk melakukan verifikasi persoalan. Karena laporan yang masuk sifatnya informasinya sepihak. Kami akan memilah laporan yang masuk," terangnya.

Khafid menegaskan, bahwa proses ini untuk memilah permasalahan sesuai dengan tugas dan kewenangan Binwasnaker. Setelah seluruhnya dilaksanakan, baru akan disimpulkan.

"Mana ranah pengawas, mana ranah dari kabupaten (Disnaker Jombang, red). Dan porsi saya, yakni porsi pengawas yang mengarah ke pidana," tegasnya.

Khafid mengakui, selama ini ada beberapa laporan yang masuk ke Binwasnaker dari PT SGS. Nah, di SGS ada dua macam. Tapi laporannya ada beberapa macam, seperti THR sendiri, pemotongan THR, terus PHK.

"Nah permasalahan ini terus muncul. Sehingga perlu adanya verifikasi untuk memilah laporan. Untuk semua laporan yang masuk sudah ditindaklanjuti dengan SPT," akunya.

Sehingga, lanjut Khafid, pihaknya tidak langsung percaya pada laporan. Harus ada cek lapangan untuk mengetahui persoalan ini masuk ranah apa. Jika ranahnya pengawas, maka berakhir di pengadilan.

"Contoh, kasus yang pertama ada intimidasi soal tandatangan. Nah, intimidasi di tempatku kan gak ada pasalnya, dan ranahnya pidana umum. Ya silahkan lapor ke polisi, jangan ke sini semua. Pengawas kan undang-undang left spesialis, undang-undang khusus," pungkasnya.

Usai melakukan aksinya, puluhan massa buruh membubarkan diri dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.  suf

Berita Terbaru

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

BPKH menghadapi tantangan menjaga keamanan dan keberlanjutan dana, sementara nilai manfaat membantu membiayai haji dan memunculkan pertanyaan tentang hak jemaah…