'Rek, Zona itu Bukan Kewenangan Wali Kota'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gambar visual by SP
Gambar visual by SP

i

 

Tegas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, soal Klaim Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang Menyatakan kota Surabaya sudah Zona Hijau

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Walikota Surabaya Tri Rismaharini, sejak minggu yang lalu bersikukuh bahwa Kota Pahlawan telah berstatus zona hijau penularan virus corona (Covid-19). Tapi berdasarkan laman infocovid19.jatimprov.go.id yang diakses Surabaya Pagi pukul 18.29 WIB, Selasa (4/8/2020), Kota Surabaya masih berstatus zona merah dengan total konfirmasi 9.087 kasus positif konfirmasi.

Informasi Surabaya sudah berstatus zona hijau itu memicu polemik sampai tingkat nasional. Mendengar polemik ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, ikut bicara dan bicara lugas. Ia mengingatkan penentuan status zona bukan kewenangan pemerintah daerah.

"Rek, zona itu bukan (kewenangan) kabupaten/kota, bukan provinsi," tegas Khofifah di Surabaya, Selasa (4/8/2020).

Penentuan status zona, tegasnya Khofifah, sepenuhnya kewenangan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional. Dan status zonasi itu akan diupdate pusat setiap pekannya. "Zona itu tiap Selasa akan diumumkan oleh Satgas Covid-19 pusat. Nanti lamannya di BLC (Bersatu Lawan Covid-19). BLC tiap Selasa, besok akan mengumumkan zona di masing-masing kabupaten/kota," ungkap Gubernur Khofifah.

 

Kajian Pakar Epidemiologi

Sementara, terkait pernyataan Wali Kota Risma bahwa Surabaya sudah memasuki warna hijau dalam kasus Covid-19 ini, sudah berdasarkan kajian epidemiologi yang ditunjuk oleh Pemkot Surabaya.

"Silakan yang menilai seperti apa, yang jelas kita warnanya sudah hijau," kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto Selasa (4/7/2020).

Irvan mengklaim perubahan status zona hijau Surabaya itu berdasarkan kajian pakar epidemiologi yang dilaporkan kepada Pemkot Surabaya. Dari laporan epidomolog, Irvan mengklaim bahwa transmission of rate di Surabaya sudah berada di bawah angka satu.

"Dari pakar epidemiologi, dr Ati, disampaikan data sampai dengan 26 Juni 2020 memang hijau, untuk transmission of rate-nya itu sudah di bawah 1 kita. Bahkan sampai dengan 8 hari kita sudah hijau," ujarnya.

Tak hanya itu, kata Irvan, tren kasus Covid-19 di Kota Surabaya juga diklaim mengalami penurunan, angka kesembuhannya pun meningkat. "Untuk tren kasus berbagai data yang sudah diterima, mengalami tren penurunan terkait jumlah kasus, dan ada kenaikan jumlah kesembuhan," kata Irvan.

 

Dilontarkan Risma

Namun apa yang dikatakan Irvan, bila Surabaya sudah masuk zona hijau, oleh Wakil Koordinator Humas Gugus Tugas Penanganan Covid—19 Surabaya, M. Fikser dipertegas. Fikser menceritakan polemik ini bermula saat Wali Kota Surabaya melakukan teleconference dengan warga Gunung Anyar, Surabaya pekan lalu mengenai pembukaan kembali akses jalan Runggut Menanggal.

“Ibu bicara dengan tokoh masyarakat, situasi Surabaya seperti apa. Yang jadi rujukan website resmi Kemenkes. mulai tanggal 9 Juli ke belakang, kita sudah hijau. Ibu tidak bicara zona. Kondisi Surabaya berdasarkan website itu warna hijau. Artinya rate transmissionnya di bawah satu,” kata Fikser saat diwawancarai oleh salah satu radio swasta di Surabaya.

Ia juga menjelaskan, konteks Wali Kota berbicara saat itu untuk mengingatkan agar protokol kesehatan tetap dijaga untuk menjaga perkembangan positif tersebut.

“Itu yang ibu (Risma) sampaikan. Tidak ada bicara zona, tidak bicara lain-lain itu. Tapi perkembangan di media kan macem-macem,” tegasnya.

Namun, saat ditanya apakah hal itu artinya Surabaya saat ini masih berada di zona merah, Fikser tidak menjawab secara langsung. Risma merujuk data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Risma menyebut tingkat penularan corona Surabaya sudah menurun dengan kesembuhan yang kian meningkat.

 

Risma Terburu-buru

Sementara, pernyataan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mengklaim bahwa Surabaya sudah memasuki zona hijau berkat kajian pakar epidemiologi Pemkot, dibantah oleh pakar epidemiologi asal Universitas Airlangga (Unair) dr Windhu Purnomo.

Menurut Windhu, jumlah angka kematian akibat Covid-19 di Kota Surabaya cukup tinggi, yaitu 8,9 persen. Jumlah tersebut masih lebih tinggi dari data Nasional dan Jawa Timur. Maka dari itu, dirinya mengatakan jika Surabaya masih jauh dari zona hijau.

"Surabaya itu angka kematiannya masih 8,9 persen dan itu masih tinggi. Data nasional saja kematian angkanya 4,5 persen. Di Jawa Timur 7,7 persen. Sedangkan WHO targetnya tidak boleh lebih dari dua persen. Jadi ya masih jauh untuk dikatakan hijau," ujarnya kepada Surabaya Pagi, Selasa (4/8/2020).

Windhu juga merasa Risma terlalu terburu-buru untuk mengumumkan hal tersebut. Dirinya juga khawatir jika nantinya masyarakat Surabaya salah paham saat menanggapi pernyataan Wali Kota Surabaya tersebut.

"Yang saya pribadi takutkan adalah saat beliau (Risma) mengatakan jika Surabaya sudah berada dalam zona hijau, lalu masyarakat merasa sudah bebas dan akhirnya keluyuran kan malah berbahaya. Jangan menyesatkan masyarakat Surabaya," ungkapnya.

Pakar epidemiologi asal Unair ini juga tetap mengingatkan masyarakat, khususnya masyarakat Surabaya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Hal itu dikarenakan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan adalah vaksin terbaik dalam menanggulangi Covid-19. adt/byt/cr2/rm

 

Berita Terbaru

Jawa Timur Bidik Kerja Sama Global dengan Maroko, Dari Industri hingga Pertukaran Budaya

Jawa Timur Bidik Kerja Sama Global dengan Maroko, Dari Industri hingga Pertukaran Budaya

Selasa, 04 Agu 2026 11:03 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 11:03 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia, H.E. R…

Fokus Pulihkan Fungsi Lahan, Pemkab Bongkar 21 Lapak Eks Lokalisasi Sidoarjo

Fokus Pulihkan Fungsi Lahan, Pemkab Bongkar 21 Lapak Eks Lokalisasi Sidoarjo

Selasa, 04 Agu 2026 10:51 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai bagian dari penataan kawasan untuk mengembalikan fungsi lahan sekaligus menegakkan ketertiban umum, Pemerintah Kabupaten…

Pulihkan Ekosistem Ranu Klakah, Pemkab Lumajang Tebarkan 50 Ribu Benih Ikan

Pulihkan Ekosistem Ranu Klakah, Pemkab Lumajang Tebarkan 50 Ribu Benih Ikan

Selasa, 04 Agu 2026 10:42 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka memulihkan keseimbangan ekosistem Ranu Klakah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang saat ini gencar menebarkan 50…

Festival Gir Sereng Kota Probolinggo Perkuat Budaya dan Ekonomi Lokal

Festival Gir Sereng Kota Probolinggo Perkuat Budaya dan Ekonomi Lokal

Selasa, 04 Agu 2026 10:24 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui Festival Gir Sereng yang digelar Kelompok Masyarakat (Pokmas) Laba-laba di Kota Probolinggo, Jawa Timur, dapat…

Polsek Kebomas dan YALPK Bagikan Sembako serta BBM Gratis untuk Ojol dan Warga Gresik

Polsek Kebomas dan YALPK Bagikan Sembako serta BBM Gratis untuk Ojol dan Warga Gresik

Selasa, 04 Agu 2026 10:08 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dan warga Gresik menerima bantuan sembako serta bahan bakar minyak (BBM) gratis dalam kegiatan b…

35 Ribu Guru SMA/SMK Jatim Belum Terima Tunjangan Fungsional, DPRD Desak Rp274 Miliar Masuk P-APBD 2026

35 Ribu Guru SMA/SMK Jatim Belum Terima Tunjangan Fungsional, DPRD Desak Rp274 Miliar Masuk P-APBD 2026

Selasa, 04 Agu 2026 10:06 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2…