Polisi Periksa 8 Saksi dan Geledah Kos Gilang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andhiko saat dikonfirmasi wartawan terkait perkembangan kasus predator fetish kain jarik.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andhiko saat dikonfirmasi wartawan terkait perkembangan kasus predator fetish kain jarik.

i

Kasus “Predator Fetish Kain Jarik”

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Kasus “predator fetish kain jarik” yang menghebohkan media sosial Twitter dari akun atas nama Mufis (@m_fikris) kini masih didalami kepolisian. Bahkan, untuk menuntaskan kasus ini Polda Jatim akan membentuk satgas khusus melalui Ditkrimsus dan Ditkrimum. Sebab, kuat dugaan ada kejadian baik secara fisik maupun secara virtual atau ITE.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andhiko, polisi telah mengambil langkah penegakan hukum berdasarkan LP/A/68/VII/Res 1.24/2020/Jatim/Restabes Sby, tgl 31 Juli 2020.

Dari laporan ini, lanjut Kabid Humas Polda Jatim, terlapornya Gilang Aprilian Nugraha Pratama (22), warga Alamat : Dusun Margasari, Desa Terusan Mulya Blok D Kiri, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) Universitas Airlangga.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudho Wisnu Andiko mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Sebanyak 8 orang saksi temasuk para korban yang saat ini berjumlah 3 orang telah diperiksa.

Truno menambahkan, pihaknya juga akan meminta keterangan dari saksi ahli.

"Berdasarkan laporan sudah ada tiga korban dan delapan saksi yang dimintai keterangan," imbuhnya.

Para saksi itu adalah 3 korban, masing-masing pihak dari Unair, ahli bahasa, ahli ITE, dan dua saksi lain adalah yang melihat langsung aksi Gilang (pelaku).

Selain memeriksa saksi, polisi juga telah melakukan pemanggilan terhadap Gilang di dua alamat. Yakni di kos nya yang berada di Surabaya dan di rumah Gilang yang berada di Kalimantan.

Pasalnya, semenjak kejadian ini terbongkar keberadaan Gilang masih belum diketahui.

Guna mencari keberadaan Gilang, polisi juga akan bekerja sama dengan satuan kepolisian di tempat Gilang diduga berada, yakni di Kalimantan.

"Tentu penyidik akan koordinasikan dengan Kepolisian Daerah setempat untuk mencari Gilang," kata Truno di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (6/8/2020).

Namun hingga kini Gilang masih belum ditangkap.

"Penangkapan belum dilakukan. Namun pemanggilan akan kita lakukan seluruhnya terkait dengan dugaan baik itu sebagai status saksi, saksi korban maupun terduga," imbuh Truno.

Tak sampai disitu, polisi juga telah melakukan penggeledahan di tempat kost terlapor Gilang di Surabaya dan telah menyita sejumlah barang bukti.

"Rumah atau tempat kos sudah dilakukan upaya olah TKP oleh penyidik sebagai suatu petunjuk awal dari keterangan korban. Maka kita melakukan upaya itu," ungkap Truno.

Terkait barang bukti yang diamankan, truno  enggan mengungkapkan kepada media. Ia memastikan, barang bukti yang disita akan dijadikan bahan tambahan penyidikan.

"Barang bukti itu masalah teknis, setelah dilakukan proses penyidikan maka nanti kita lengkapi," imbuh Truno.

Terakhir, truno menyebut dalam kasus ini Gilang akan dijerat dengan pasal berlapis. Yakni pertama, Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (4) UU nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Kedua yaitu Pasal 29 juncto Pasal 45B UI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan ketiga 335 KUHP.

 

Berita Terbaru

Ratusan Guru di Glagah Gelar Aksi Damai, Minta Oknum TNI Pelaku Penganiayaan Kepsek MI Diadili 

Ratusan Guru di Glagah Gelar Aksi Damai, Minta Oknum TNI Pelaku Penganiayaan Kepsek MI Diadili 

Rabu, 21 Okt 2026 20:32 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan, - Ratusan guru dari berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar aksi damai di…

Membanggakan, Moh. Gozi Hafifillah Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan bisnis UNIJA Sumenep

Membanggakan, Moh. Gozi Hafifillah Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan bisnis UNIJA Sumenep

Rabu, 21 Okt 2026 19:00 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 19:00 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep – Kebahagiaan menyelimuti keluarga Moh. Gozi Hafifillah, putra daerah asal Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. …

Bank Jatim Dukung Misi Dagang dan Investasi di Banda Aceh, Bawa UMKM Binaan Tembus Pasar Antardaerah

Bank Jatim Dukung Misi Dagang dan Investasi di Banda Aceh, Bawa UMKM Binaan Tembus Pasar Antardaerah

Rabu, 21 Okt 2026 17:21 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 17:21 WIB

SurabayaPagi, Banda Aceh - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui…

Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan

Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan

Rabu, 21 Okt 2026 14:59 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelaku anak dalam kasus perundungan (bullying) terhadap anak penyandang disabilitas hingga meninggal dunia di Surabaya, akan…

Jaga Estetika dan Tata Ruang, Pemkot Bongkar 116 Tiang dan 91 Kabel tak Berizin di Surabaya

Jaga Estetika dan Tata Ruang, Pemkot Bongkar 116 Tiang dan 91 Kabel tak Berizin di Surabaya

Rabu, 21 Okt 2026 14:47 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya menjaga estetika, merapikan tata ruang, dan meningkatkan ketertiban pemanfaatan ruang kota, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Wali Kota Eri Larang SD-SMP Negeri Surabaya Tarik Iuran Mulai November Mendatang

Wali Kota Eri Larang SD-SMP Negeri Surabaya Tarik Iuran Mulai November Mendatang

Rabu, 21 Okt 2026 14:39 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mulai November 2026, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melarang seluruh SD dan SMP negeri menarik iuran dalam bentuk apa pun mencakup…