Polisi Kumpulkan Informasi Pasien Melahirkan di Jombang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC) Kabupaten Jombang. (SP/M. Yusuf)
Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC) Kabupaten Jombang. (SP/M. Yusuf)

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Aparat penegak hukum Polres Jombang mulai turun untuk mencari informasi terkait kasus pasien melahirkan tanpa bantuan medis hingga menyebabkan bayinya meninggal.

Pasien DR (27), warga Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, melahirkan anaknya tanpa bantuan tenaga medis RS PMC. Karena tak kunjung ditangani, maka bayi perempuan itu meninggal dunia pada Selasa, (04/8/2020) pagi. 

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Cristian Kosasih menjelaskan, pihaknya sudah turun ke Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC) di Jalan IR H Juanda, Kabupaten Jombang.

"Kemarin turun ke sana (RS PMC) untuk mengecek," jelasnya, saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Kosasih menerangkan, bahwa hari ini Dinas Kesehatan Provinsi Jatim juga turun ke RS PMC untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Hari ini Dinas Kesehatan Provinsi turun, ngecek. Intinya, kalau nanti ditemukan inprosedural, maka tetap akan kita proses," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, dr M Vidya Buana menjelaskan, bahwa kedatangan tim merupakan upaya tindak lanjut dari laporan yang disampaikan Dinkes Jombang ke Dinkes Pemprov Jatim.

"Setelah kemarin hari Jumat, (07/8/2020) kita mendatangi RS PMC untuk mendengarkan langsung kronologis paparan, kemudian kita langsung koordinasi dengan Dinkes Provinsi," jelasnya, Senin (10/8/2020).

Vidya mwngungkapkan, jika hari ini ada tim dari Dinkes Provinsi Jatim yang melakukan audit ke RS PMC. "Rencananya hari ini Dinkes Provinsi akan langsung ke RS Pelengkap. Kita mendampingi, nanti hasilnya seperti apa tunggu nanti siang ya," ungkapnya.

Vidya memaparkan, bahwa gambaran umum yang dilakukan dalam audit, antaranya perjalanan riwayat ibu hamil. Nanti ada paparan juga dari Puskesmas, ANC nya seperti apa.

"Sampai kemudian ibu ini datang ke rumah sakit. Dari rumah sakit nanti penanganannya seperti apa, nanti akan dibahas semuanya," paparnya.

Menurut keterangan Vidya, dalam audit maternal perinatal (AMP) ini akan melibatkan organisasi profesi. Dan jika memang dianggap sudah cukup, maka audit ini akan dihentikan. "Saya fikir nanti akan keluar hasilnya," terangnya.

Ditanya adakah dugaan penelantaran pasien, pihaknya belum bisa menyimpulkan ke arah tersebut. Pasalnya, saat ini memasuki era pandemi Covid-19.

"Karena kondisi ibunya kan setelah di rapid kemudian reaktif, sehingga harus ditempatkan di tempat yang terpisah dengan kasus-kasus yang lain," ujarnya.

Dengan adanya peristiwa ini, Vidya berharap agar semua rumah sakit berbenah pelayanannya di era pandemi, agar tidak terulang kembali. Dinkes Jombang saat ini menyusun pedoman penanganan persalinan ibu hamil di era pandemi. Agar proses screening lebih tepat.

"Kalau menurut pedoman, maka semua ibu hamil itu masuk kelompok rentan Covid-19. Kita kawal betul semua ibu hamil. Kita juga sedang menyusun pedoman bagaimana nanti screening akan kita perkuat," jlentrehnya.

Kemudian Vidya menegaskan, bahwa dalam proses audit ini tidak ada unsur dari luar. Hanya sebatas internal Dinas Kesehatan.

"Tidak ada. Jadi ini masih interen dari dinas. Kalau menurut peraturan undang-undang itu kita mengikuti sesuai prosedur," tegasnya.

Selain memastikan tidak adanya unsur Kepolisian, ia mengaku, bahwa audit ini melibatkan organisasi profesi dokter. "Dari IDI juga ada, untuk melihat dari sisi aturan prosedur," pungkasnya.

Sementara itu, pihak RS PMC belum mau menemui jurnalis yang hendak melakukan peliputan audit tim Dinkes Provinsi Jatim.

"Waalaikum salam. Untuk hari ini rumah sakit RS PMC sementara tidak menerima tamu dari rekan2 media..mohon maaf sebelumnya," tulis Humas RS PMC, Kuswoyo.

Seperti diberitakan sebelumnya, DR (27), warga Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Jombang, memilih RS Pelengkap Medical Center (RS PMC) Jombang untuk persalinan anak keduanya.

Ia merasa ditelantarkan pihak rumah sakit karena tidak ada penanganan tim medis saat proses persalinan. Istri BK (29), masuk ke rumah sakit pada Selasa, (4/8) pukul 01.30 WIB.

Pada pukul 04.30 WIB, DR melahirkan anak ke duanya tanpa dibantu bidan atau dokter jaga saat itu. Hingga akhirnya, bayi yang baru dilahirkannya itu meninggal dunia.

Petugas medis baru datang setelah 30 menit bayi lahir. Saat itu, hanya ada orang tua pasien yang mendampingi didalam ruangan perawatan. Hal tersebut membuat kecewa pasien dan keluarga.(suf)

Berita Terbaru

Mudahkan Jamaah Beribadah ke Tanah Suci, PCNU Lamongan Gandeng Travel Umrah Sunan Drajat

Mudahkan Jamaah Beribadah ke Tanah Suci, PCNU Lamongan Gandeng Travel Umrah Sunan Drajat

Kamis, 03 Sep 2026 22:22 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 22:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan terus memperkuat ikhtiar memberikan kemudahan dan pelayanan kepada jamaah. Salah s…

Gerindra Unggul di Jatim, Ketua Fraksi Alvis Ingatkan Kader Tidak Terlena Sampai 2029

Gerindra Unggul di Jatim, Ketua Fraksi Alvis Ingatkan Kader Tidak Terlena Sampai 2029

Kamis, 03 Sep 2026 19:16 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 19:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Elektabilitas Partai Gerindra yang menempati posisi teratas dalam survei politik terbaru di Jawa Timur mendapat respons dari Ketua…

Trans Jatim Jadi Program Terpopuler Khofifah-Emil, Kepuasan Warga Capai 82,5 Persen

Trans Jatim Jadi Program Terpopuler Khofifah-Emil, Kepuasan Warga Capai 82,5 Persen

Kamis, 03 Sep 2026 19:13 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 19:13 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru kepuasan warga terhadap program-program Gubernur Jawa…

MGN Law Firm Pesimis, Tanpa Pengawasan Ketat Target PAD 1 Triliun Sulit Tercapai

MGN Law Firm Pesimis, Tanpa Pengawasan Ketat Target PAD 1 Triliun Sulit Tercapai

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan -  Upaya Pemkab Lamongan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditarget mencapai Rp 1 Triliun, mendapat tanggapan …

Fraksi Golkar Kawal Program Prokesra Bank UMKM Berikan Subsidi Bunga Rp 19 Miliar

Fraksi Golkar Kawal Program Prokesra Bank UMKM Berikan Subsidi Bunga Rp 19 Miliar

Kamis, 03 Sep 2026 16:54 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur menginisiasi agar Program Kredit Sejahtera (Prokesra) mendapat dukungan dalam Perubahan APBD (…

Manfaatkan Digitalisasi, Lamongan Optimis Target PAD Rp 1 Triliun Tercapai

Manfaatkan Digitalisasi, Lamongan Optimis Target PAD Rp 1 Triliun Tercapai

Kamis, 03 Sep 2026 16:16 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Inovasi kembali ditorehkan oleh Kabupaten Lamongan, salah satunya bagaimana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang…