SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Masuknya ganja sebagai tanaman obat berdasarkan keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian menyatakan ganja sebagai salah satu tanaman obat binaan Dirjen Hortikultura ternyata tidak merubah status haram ganja di Indonesia.
Pasalnya, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan Bambang Sugiharto menyebut ganja tetap ilegal di Indonesia. Baik sebagai tanaman obat atau pun konsumsi bebas.
"Tidak dilegalkan. Tetap dilarang, walau ada ganja untuk obat tapi di Indonesia tidak melegalkan tanaman ganja. Ada keterangannya, tidak dibudidayakan," kata Bambang
Jika dilegalkan, menurut Bambang, akan melanggar UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ganja sendiri tergolong narkotik golongan I bersama dengan sabu, kokain, opium, heroin. Izin penggunaan terhadap narkotika golongan I hanya dibolehkan dalam hal-hal tertentu.
UU Nomor 35/2009 juga melarang konsumsi, produksi, hingga distribusi narkotika golongan I.
Setiap orang yang memproduksi atau mendistribusikan narkotika golongan I diancam hukuman pidana penjara hingga maksimal seumur hidup atau hukuman mati. Sementara bagi penyalahguna narkotika golongan I diancam pidana paling lama 4 tahun.
Ganja tetap diawasi oleh Kementan, namun Bambang menyebut tak ada rencana Kementan untuk membudidayakan ganja sebagai tanaman obat.
"Melabrak UU tidak boleh lah, hanya Permentan toh," pungkasnya.
Editor : Redaksi