Geregetan, Ibu Aniaya Anak Kandung Hingga Tewas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
LH, ibu korban yang tega menganiaya anaknya sendiri hingga tewas.
LH, ibu korban yang tega menganiaya anaknya sendiri hingga tewas.

i

 

Orang tua harusnya melindungi dan menyayangi buah hatinya. Tapi tidak dengan ibu muda asal Serang, Banten. Hanya karena sang anak susah untuk diajari saat belajar online di rumah, si ibu tega menganiaya sang anak hingga menghembuskan nafas terakhir. Berikut laporan kontributor Surabaya Pagi Jaka Sutrisna di Jakarta,

SURABAYAPAGI.COM, Serang - Nahas menimpa Keysa Safiayah (8). Bocah yang baru kelas 1 SD tersebut meregang nyawa setelah mendapat penganiayaan. Mirisnya, pelaku penganiayaan itu adalah ibu kandungnya sendiri.

Kasus penganiayaan berujung kematian ini terkuak setelah penemuan jenazah anak kecil yang masih menggunakan pakaian lengkap terkubur di TPU Gunung Keneng, Sabtu (12/9). Sontak penemuan jenazah tersebut menggegerkan warga sekitar.

Polisi yang mendapat laporan segera melakukan penyelidikan. Tak perlu waktu lama, polisi akhirnya berhasil menguak kasus penemuan jenazah bocah malang tersebut. Jenazah tersebut adalah Keysa Safiayah.

Tak hanya berhasil menguak identitas korban, polisi juga meringkus para pelaku yang merupakan orang tua kandung korban pada Minggu (13/9). Keduanya diamankan pihak kepolisian di rumah kontrakan barunya di Jakarta.

Saat menjalani pemeriksaan, ibu korban mengaku kepada polisi telah menganiaya buah hatinya. Kepada polisi, ia mengaku tega melakukan hal tersebut karena korban tak memperhatikan arahannya saat belajar secara online di rumah.

“Saya dorong dia hingga jatuh kejedot. Lalu saya pukul bagian tangan kiri sama kaki,” ujar pelaku kepada petugas.

Pelaku yang kesal akhirnya naik pitam dan memukul korban dengan sapu. Tak hanya itu, Keysa juga dicubit lalu dihantam menggunakan benda tumpul hingga kepalanya terbentur ke lantai dan akhirnya korban tak sadarkan diri.

"Pelaku ini memukul lebih dari lima kali, tanggal 26 Agustus pagi, sekitar pukul 09.00 wib. Dari pengakuan pelaku (korban) lagi daring dengan sekolah. Kelas 1 SD korban ini," kata Kasatreskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma, kepada wartawan di kantornya, Selasa (15/9).

Sang ayah, IS (27), saat datang ke kontrakannya di daerah Kreo, Tangerang, Banten, mengaku kaget putrinya dalam kondisi lemas.

LH dan IS yang panik langsung membawa korban bersama kembarannya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan, namun nahas ditengah perjalanan korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Tak ingin berurusan dengan pihak kepolisian keduanya sepakat memakamkan korban secara diam-diam. Keduanya membawa jenazah korban ke Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, untuk dimakamkan. Mereka meminjam cangkul dari warga sekitar dengan alasan mengubur bangkai binatang.

"Kemudian berupaya menghilangkan jejak dengan menguburkan korban. Di mana, di TPU di Cijaku itu ada neneknya, alamatnya dari paman si ibu nya ini. Setelah menguburkan jenazah di wilayah Banten, mereka pulang dan pindah kontrakan," ujar David Adhi.

Gundukan tanah baru (kuburan) yang ada di lokasi membuat warga sekitar curiga. Kemudian masyarakat bersama pihak kepolisian sekitar berinisiatif membongkarnya, dan ditemukanlah jenazah KS yang masih memakai pakaian lengkap.

Selanjutnya temuan itu dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi.

Berdasarkan autopsi luar kepala korban, terdapat luka lebam pada kepala kanan dan tulang tengkorak yang diduga terkena hantaman benda tumpul.

Kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 80 ayat 3, Undang-undang (UU) No 35 Tahun 2014 Perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 338 KUHP.

Berita Terbaru

Perkuat Kebersamaan Ramadan, Kapolres Gresik Sampaikan Pesan Kamtibmas Saat Salat Jumat

Perkuat Kebersamaan Ramadan, Kapolres Gresik Sampaikan Pesan Kamtibmas Saat Salat Jumat

Sabtu, 21 Feb 2026 13:17 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Untuk mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melaksanakan kunjungan ke Masjid KH A…

Usaha UMKM  Produk Makanan Harus Bersertifikat Halal pada Bulan Oktober 2026

Usaha UMKM  Produk Makanan Harus Bersertifikat Halal pada Bulan Oktober 2026

Sabtu, 21 Feb 2026 09:29 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 09:29 WIB

SURABAYA PAGI, Sampang- Pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Bazar Takjil Ramadhan UMKM Halal tahun ini. Dipusatkan di Alun-alun Trunojoyo…

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memperingati satu tahun masa kepemimpinan m…

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Raja Charles Pastikan Kerajaan Inggris Dukung Pengusutan Kasus Andrew    SURABAYAPAGI.COM, London - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara t…

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Libatkan Polwan Aipda Dianita Agustina      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bareskrim Polri ungkap Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, dalam kasus na…

Ekosistem Layanan Terintegrasi, KAI Wisata Catat Tren Positif Kunjungan Selama Libur Imlek 2026

Ekosistem Layanan Terintegrasi, KAI Wisata Catat Tren Positif Kunjungan Selama Libur Imlek 2026

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) mencatat capaian positif selama momentum libur panjang Imlek pada 13–17 Februari 2026 dengan tot…