Siap Jadi Kota Wisata, 250 Becak Kumuh Kota Madiun Dicat Warna-warni

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Madiun Maidi menyemprot cat untuk becak warna-warni yang akan menjadi sarana transportasi menunjang pariwisata di Kota Madiun. SP/ KMP
Wali Kota Madiun Maidi menyemprot cat untuk becak warna-warni yang akan menjadi sarana transportasi menunjang pariwisata di Kota Madiun. SP/ KMP

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Wali Kota Maidi menginisiasi kegiatan pengecatan ratusan becak di Kota Madiun dengan motif warna-warni untuk menunjang sarana wisata di kota yang terkenal dengan pecel sebagai makanan khas itu, selain itu harapannya agar tidak ada lagi becak yang terlihat kumuh dan mendukung program pariwisata di Kota Madiun. Ratusan becak warna-warni itu akan menjadi sarana transportasi alternatif wisatawan untuk menikmati keindahan Kota Madiun, Minggu (4/10/2020).

Pemkot Madiun akan merealisasikan sekitar 250 becak yang ada dicat warna-warni. Pihaknya menargetkan pengecatan itu bisa rampung dalam dua pekan. Dia menyampaikan saat ini Pemkot memang sedang gencar membangun tempat-tempat wisata sebagai salah satu pendorong ekonomi wilayah. 

"Ada sekitar 250 becak yang ada dicat warna-warni. Pengecatan ini akan rampung dalam dua pekan," kata Wali Kota Madiun Maidi.

Pengecatan ratusan becak ini untuk mendukung program Pemkot Madiun yang gencar membangun tempat-tempat wisata sebagai salah satu pendorong ekonomi wilayah. Dengan demikian, becak ini tidak hanya menjadi alat transportasi umum, tetapi juga menjadi transportasi wisata. Setelah program ini berjalan, diharapkan tidak ada becak kumuh lagi di Kota Madiun. 

Pengecatan becak ini dilakukan langsung oleh seniman, sehingga hasilnya akan lebih menarik. Untuk pengecatan, menurut Maidi, pemilik becak tinggal membawa becaknya ke GOR Wilis. 

Maidi mengatakan, Pemkot sudah menyiapkan tim untuk mengecat becak. Semua biaya pengecatan ditanggung pemerintah, alias gratis. 

Selain itu, seluruh pengayuh becak mendapatkan beberapa kaus khusus gratis. Dengan demikian, pengayuh bisa tampil menarik serasi dengan becaknya.  

Nantinya, penarik becak tidak hanya mengantar penumpang, tetapi juga menjadi pemandu wisata. Untuk itu, mereka harus paham titik-titik destinasi wisata hingga tempat kuliner, oleh-oleh, dan UMKM di Kota Madiun. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Madiun Agus Purwowidagdo mengatakan, desain lukisan di becak disesuaikan dengan ikon Kota Madiun berupa bunga dan pendekar.

“Kami menganggarkan setiap becak itu Rp200.000. Tetapi dimungkinkan biaya setiap becak berbeda. Karena model becak juga beragam,” kata dia. Dsy8

Berita Terbaru

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 memasuki babak baru. Para muktamirin kini…

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Tekanan ekonomi dan kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari membuat keluarga harus semakin cermat mengatur pengeluaran. Namun, p…

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan  Bantuan PBP

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan Bantuan PBP

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Cabang Bojonegoro bersama dengan anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib dan Bupati Yuhronur Efendi, menyalurkan bantuan…

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Upaya penyelesaian masalah sampah di Kabupaten Ponorogo menemui jalan buntu lagi. Ini setelah Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghadapi…

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - UMKM tidak hanya memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal, tetapi juga dapat menjadi penghubung berbagai layanan…

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Lagi lagi kebakaran terjadi, kali ini milik rumah Kakek Jebrak 73 warga Desa Ngembul Kec.Binangun Kabupaten Blitar.  Peristiwa …