Demo Mosi Tak Percaya DPR RI di Kota Pasuruan, Ricuh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi demo Aliansi Rakyat Pasuruan Bersatu (ARPB) di depan kantor DPRD Kota Pasuruan, di Jalan Balaikota, Jumat (09/10).
Aksi demo Aliansi Rakyat Pasuruan Bersatu (ARPB) di depan kantor DPRD Kota Pasuruan, di Jalan Balaikota, Jumat (09/10).

i

SURABAYAPAGI.COM,  Pasuruan - Aksi demo Aliansi Rakyat Pasuruan Bersatu (ARPB) di depan kantor DPRD Kota Pasuruan, di Jalan Balaikota, Jumat (09/10), berakhir ricuh. Massa melempar aparat Kepolisian dengan benda-benda seperti botol air kemasan, kayu dan batu. Pos polisi di perempatan apotek tidak luput dari amuk masa yang mengakibatkan kacanya hancur berantakan. Mereka juga merusak fasilitas umum seperti lampu penerangan jalan.

Untuk mengendalikan massa, Polisi menyemprotkan bom air  dari kendaraan water canon, serta melepaskan gas air mata ke arah pendemo. Untuk sementara polisi bisa memukul mundur pendemo hingga perempatan apotek kota. Namun masa tidak bubar, justru menjadi beringas kembali menghujani polisi dengan batu dan benda lainnya.

Hampir satu jam aksi lempar berlangsung, hingga memaksa Ketua DPRD Kota Pasuruan H. Ismail Marzuki Hasan bersama Kapolres Pasuruan Kota serta Dandim 0819 Pasuruan turun ke jalan menemui pendemo. Kepada pendemo Ismail berjanji akan menyampaikan  surat Mosi Tidak Percaya DPR-RI yang telah menyetujui UU Cipta Kerja. 

Upaya tersebut berhasil mendinginkan amarah pendemo yang kemudian mereka membubarkan diri. Pukul 16.00.WIB, situasi berangsur normal.

Menanggapi aksi demo tersebut, H.Ismail Marzuki Hasan mengatakan, massa yang besar memang sulit dikendalikan. Namun apa yang disampaikan pendemo menolak UU Cipta Kerja, itu suara rakyat yang patut didengarkan.

"Kami akan sampaikan apa yang disuarakan pendemo yakni menolak dan batalkan UU Omnimbus Law Cipta Kerja ke DPR-RI, "ucap Ismail.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, S.I.K., M.Si., mengatakan, aksi demo ARPB yang berujung ricuh sudah diprediksi. Walaupun tidak  separah di Surabaya atau Jakarta, dan tidak ada korban luka  baik anggota keamanan maupun pendemo, namun dia menyesali kejadian tersebut. 

"Kami sudah prediksi aksi demo bakal ricuh. Dengan jumlah massa besar, sulit bagi koordinator aksi untuk mengendalikannya. Mestinya, koordinator aksi bertanggung jawab mengendalikan kelompoknya. Namun  kami bersyukur kejadian ini tidak ada korban luka. Dari pendemo juga tidak ada yang kami amankan, " terang Arman. 

David, salah satu koordinator aksi mengatakan, menyesal demo berakhir ricuh. Padahal, esense dari aksi menolak UU Omnimbus Law Cipta Kerja ini belum tuntas disampaikan. Menutnya, rakyat tidak percaya lagi dengan DPR. Sebab, DPR-RI telah ketok palu setujui UU Cipta Kerja. Dan aksi demo kali ini menyampaikan mosi tidak percaya kepada DPR.  "Kami layangkan surat Mosi Tidak Percaya untuk DPR. Yang kami tuntut, batalkan UU Cipta Kerja, " tegasnya. 

Terkait kericuhan yang terjadi, dia menerangkan, bahwa waktu konsolidasi, massa tidak sebanyak ini. Sudah dibagi tiap-tiap korlap. Satu korlap membawahi 20 orang. Yang ikut konsolidasi 100 hingga 150 orang. 

"Besarnya massa aksi ini diluar dugaan kami. Mereka tidak ikut konsolidasi dan melakukan gerakan spontan. Mereka tahu aksi ini dari pamflet dan instagram. Dan akhirnya, kejadiannya seperti ini, ricuh, "sesal David. dir

Berita Terbaru

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…