Tergiur Keuntungan 10 Persen, Sales Pupuk Ini Bisnis Uang Palsu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Lamongan AKBP Harun saat menyampaikan ke awak media terkait keberhasilannya menangkap pembawa uang palsu. SP/ Muhajirin
Kapolres Lamongan AKBP Harun saat menyampaikan ke awak media terkait keberhasilannya menangkap pembawa uang palsu. SP/ Muhajirin

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Karena tergiur keuntungan 10 persen, dan juga karena persoalan ekonomi, Olan Afandi (52) sales pupuk ini nekad melakukan bisnis penukaran uang palsu, dan aksi yang ia lakukan terhenti setelah ada yang melaporkan, dan tersangka ditangkap di rumah kos nya JI. Made Dadi No. 5 Kec. / Kab. Lamongan.
 
Kini tersangka dengan barang bukti pecahan uang palsu 100 ribuan senilai 9 juta diamankan di Mapolres Lamongan, untuk proses penyidikan lebih lanjut, dan atas kelakuan tersangka ia harus terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara, dengan tuduhan pasal 36 ayat (2) dan ayat (3) jo 26 Ayat (2) dan ayat (3) UU RI Nomor 7 tahun 2011, tentang Mata Uang.
 
Kapolres AKBP Harun dalam Pers rilisnya, Rabu (14/10/2020) menyebutkan, kalau pria yang sehari-harinya bekerja sebagai sales pupuk organik ini, menyambi usahanya dengan menukarkan uang palsu menjadi uang asli ke siapa saja, dengan tujuan ia akan mendapatkan keuntungan sebesar 10 persen dari seseorang bernama Siswadi warga Kecamatan Puri
Kabupaten Mojokerto.
 
"Tersangka mendapatkan uang palsu ini dari seseorang berinisial S warga Puri Mojokerto, dengan memberikan uang palsu sebesar Rp 10 juta, pecahan 100 ribuan," ujar Harun panggilan akrab Kapolres Lamongan.
 
Uang palsu tersebut, diterima oleh tersangka di sekitar Alun-alun Lamongan. Dan tidak lama kemudian yang tersebut mulai dijajakan oleh tersangka. "Mulai dari membeli makanan dan minuman hingga mencoba melakukan lobi-lobi ke calon korban," terangnya.
 
Namun aksi tersangka keburu dipergoki oleh masyarakat, dan masyarakat yang mengetahui kalau uang yang dibawa tersangka palsu, akhirnya melaporkan ke Polres Lamongan untuk dilakukan penangkapan.
 
Laporan itu langsung direspon oleh Jajaran Tim Jaka Tingkir Reskrim Polres Lamongan, dengan melakukan penyelidikan, dan benar diketahui kalau uang yang dibawa tersangka adalah uang palsu. Dan tim akhirnya menggerebek tersangka di rumah kos nya di Made Dadi, tanpa berkutik tersangka mengakui kalau uang yang ada di dirinya itu adalah uang palsu.
 
"Tersangka kita tangkap di rumah kosnya yang ada di JI. Made Dadi No. 5 Kec. / Kab. Lamongan, dan yang bersangkutan langsung kita jebloskan ke sel tahanan untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya," kata Harun menegaskan.
 
Dari penangkapan itu lanjut Harun, penyidik selain berhasil menangkap tersangka, juga berhasil mengamankan uang palsu pecahan 100 ribuan sebanyak 90 lembar, atau senilai Rp 9 juta, dan uang sisa dari yang sudah dibelanjakan.
 
Tersangka kepada awak media menyebutkan, kalau ia melakukan bisnis ini karena mengaku kepepet urusan ekonomi, dan juga tergiur mendapat kan keuntungan sampai 10 persen. "Ya karena kepepet persoalan ekonomi dan tergiur keuntungan 10 persen," ujarnya kepada sejumlah wartawan yang meliputnya.
 
Ia kata tersangka akan mendapatkan keuntungan 10 persen kalau berhasil melakukan aksinya dengan menukarkan uang palsu menjadi uang asli. "Kalau saya berhasil menukar uang Rp 10 juta palsu itu menjadi uang asli bakal mendapatkan keuntungan 10 persen," ungkapnya.
 
Atas kelakuannya itu, ia mengaku cukup menyesal. "Saya menyesal dan memang saya sebelumnya bisnis sebagai sales pupuk organik, kepingin mendapatkan uang secara instan," pungkasnya. jir

Berita Terbaru

Perkuat Pertanian saat El Nino, Pemkab Lumajang Gencarkan Komoditas Hortikultura Pisang

Perkuat Pertanian saat El Nino, Pemkab Lumajang Gencarkan Komoditas Hortikultura Pisang

Minggu, 04 Okt 2026 12:38 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 12:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui Project HDDAP (Horticulture Development in Dryland Areas), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Dinas Ketahanan…

Tekanan Kemarau, Air Waduk Gonggang Magetan Tinggal 805 Ribu Meter Kubik

Tekanan Kemarau, Air Waduk Gonggang Magetan Tinggal 805 Ribu Meter Kubik

Minggu, 04 Okt 2026 12:34 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dinas PUPR Magetan meminta penggunaan air tetap dikendalikan dan perlu dihemat, mengingat Ccadangan air Waduk Gonggang di Kecamatan…

2027 Mendatang, Pemkot Madiun Usulkan Santunan kematian Naik Rp1,5 Juta

2027 Mendatang, Pemkot Madiun Usulkan Santunan kematian Naik Rp1,5 Juta

Minggu, 04 Okt 2026 12:27 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 12:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mengusulkan kenaikan besaran santunan kematian bagi warga Kota Madiun dari sebelumnya Rp1 juta…

Atasi Permasalahan Banjir, Pemkab Kediri Bakal Perbaiki Jembatan Cerme

Atasi Permasalahan Banjir, Pemkab Kediri Bakal Perbaiki Jembatan Cerme

Minggu, 04 Okt 2026 11:20 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebagai upaya mengatasi banjir yang selama ini meresahkan warga ketika hujan turun deras, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri,…

Fokuskan Fungsi Tata Ruang, Pemkot Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek di Surabaya

Fokuskan Fungsi Tata Ruang, Pemkot Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek di Surabaya

Minggu, 04 Okt 2026 11:14 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 11:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna menjaga Kota Pahlawan tetap aman bagi anak-anak, sekaligus memastikan diskotek yang sudah beroperasi mematuhi ketentuan yang…

Optimalkan PAD, Pemkab Ponorogo Lelang 31 Kendaraan Dinas dan Barang Inventaris

Optimalkan PAD, Pemkab Ponorogo Lelang 31 Kendaraan Dinas dan Barang Inventaris

Minggu, 04 Okt 2026 11:08 WIB

Minggu, 04 Okt 2026 11:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka mengoptimalkan aset daerah yang sudah tidak lagi digunakan sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD),…