Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Burung Dilindungi Asal Sulsel

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum menunjukkan barang bukti pipa paralon dan ratusan burung yang diselundupkan dari Sulawesi Selatan. SP/Septyan
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum menunjukkan barang bukti pipa paralon dan ratusan burung yang diselundupkan dari Sulawesi Selatan. SP/Septyan

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Aparat gabungan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, balai karantina pertanian, dan BKSDA Jatim berhasil menggagalkan penyelundupan 133 burung dilindungi dan langka dari Sulawesi Selatan ke Surabaya. Salah satu caranya adalah dengan memasukkan burung ke dalam pipa paralon.

Dari ratusan ekor itu, ada beberapa ekor burung yang dinyatakan dilindungi oleh undang-undang. Diantaranya, kakak tua jambul kuning dan kakatua jambul putih. Juga beberapa ekor burung bayan hijau dan merah.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, langkah penindakan itu dilakukan setelah anggota satreskrim mendapat informasi adanya burung-burung langka dan dilindungi yang telah diamankan pihak balai karantina pertanian pelabuhan. Diketahui, burung-burung asal Sulawesi Selatan itu diamankan dari KM Dharma Kencana VII. ”Kami juga memeriksa sesuai alamat penerima di Kalimas Baru. Ternyata, burung-burung itu tidak dilengkapi dokumen resmi,” jelasnya, Jumat (16/10/2020).

Dia menjelaskan, saat melakukan penggeledahan pada Rabu (7/10/2020) di alamat penerima berinisial TH, pihaknya menemukan beberapa ekor burung. Misalnya, kakatua jambul kuning dan satu ekor bayan hijau.

”Dari tiga kakatua jambul kuning, satu mati. Lalu, satu ekor bayan hijau juga mati,” ungkapnya.

Beberapa burung itu, kata Ganis, akan dikirim ke Solo, Tasikmalaya, dan Bandung melalui ekspedisi kereta api. Ketika ditanya harga per ekor, Ganis menyebutkan bahwa TH membanderol kakatua jambul kuning itu sekitar Rp 2 juta. Kakatua jambul putih Rp 1,5 juta per ekor.

Pihaknya juga sedang mengembangkan penyelidikan atas kasus tersebut. Ketika ditanya apakah ada kaitannya penyelundupan menggunakan paralon itu dengan jaringan internasional, mantan Kasubdit III Sumber Daya dan Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya itu menyebut sedang dalam penyelidikan lebih lanjut. Sebab, harga pasaran internasional kakatua itu berkisar Rp 30 juta−Rp 32 juta.

”Itu sedang kami dalami. Soalnya, pelaku sudah beberapa kali melakukan perdagangan satwa langka. Makanya, apakah ada jaringan internasionalnya juga,” ungkapnya.

Untuk pemeliharaan selama proses hukum berlangsung, pihaknya menyerahkan burung-burung langka dan dilindungi tersebut ke BKSDA Provinsi Jatim.

Dalam operasi yang berbeda, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur juga mengamankan beberapa burung langka dan dilindungi lainnya. Diantaranya, 4 ekor kakatua jambul putih, 2 ekor burung bayan hijau, 2 ekor burung bayan merah, 6 ekor anakan burung tuwu, 7 ekor burung tuwu dewasa, 14 ekor burung kepodang, 66 ekor burung jalak rio, 1 ekor burung tledekan, 14 ekor burung nuri hijau, 13 ekor burung nuri merah, dan 2 ekor burung jagal Papua.

Kasi Konservasi Wilayah III Surabaya BKSDA Jatim Dodid Ariguntoro mengapresiasi langkah Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang menggagalkan jual beli satwa liar dan dilindungi itu. Untuk langkah selanjutnya, Dodid mengungkapkan, pihaknya akan mengobservasi dan memeriksa ratusan ekor burung tersebut.

Setelah proses persidangan selesai, pihaknya akan melatih insting dan adaptasi hewan itu. Pihaknya juga akan melakukan serangkaian penilaian atas perilaku burung. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah burung dapat kembalikan ke alam liar atau tidak. ”Intinya perlu direhabilitasi dulu. Karena ditangkap sudah agak lama juga kan,” ungkapnya. tyn

Berita Terbaru

Lewat Game Web 'Mangrove Throne', Pemkot Ajak Generasi Muda Cintai Lingkungan

Lewat Game Web 'Mangrove Throne', Pemkot Ajak Generasi Muda Cintai Lingkungan

Rabu, 22 Jul 2026 13:11 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 13:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategis untuk mengajak generasi muda lebih aktif bergerak sekaligus mencintai lingkungan, Pemerintah Kota…

Krisis Air, BPBD Tulungagung Salurkan Bantuan Air Bersih ke Ratusan KK Terdampak Kekeringan

Krisis Air, BPBD Tulungagung Salurkan Bantuan Air Bersih ke Ratusan KK Terdampak Kekeringan

Rabu, 22 Jul 2026 12:48 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 12:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebanyak 500 lebih kepala keluarga (KK) di Tulungagung mengalami krisis air memasuki musim kemarau. Ratusan KK tersebut berada…

Jadi Perhatian Serius: Angka Pernikahan Dini di Kota Batu Tinggi, Mayoritas Belum Bekerja

Jadi Perhatian Serius: Angka Pernikahan Dini di Kota Batu Tinggi, Mayoritas Belum Bekerja

Rabu, 22 Jul 2026 12:44 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 12:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pengadilan Agama (PA) Kota Malang mencatat ada puluhan anak di Kota Batu yang belum bekerja mengajukan dispensasi atau nikah muda.…

Awal Musim Tanam: Luas Tanam Tembakau Magetan Berkurang, Petani Pilih Beralih ke Jagung dan Kentang

Awal Musim Tanam: Luas Tanam Tembakau Magetan Berkurang, Petani Pilih Beralih ke Jagung dan Kentang

Rabu, 22 Jul 2026 11:50 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 11:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pada musim tanam 2026, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Magetan, menyebutkan luas tanam…

Dukung Program Prioritas, Pemkab Ponorogo Alokasikan SILPA Rp96 Miliar

Dukung Program Prioritas, Pemkab Ponorogo Alokasikan SILPA Rp96 Miliar

Rabu, 22 Jul 2026 11:46 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka untuk mendukung program prioritas melalui perubahan dokumen perencanaan dan penganggaran tahun 2026, Pemerintah…

Gulirkan Kasus Kekerdilan, Dinkes Magetan Sukses Terapkan Aksi Cegah Stunting

Gulirkan Kasus Kekerdilan, Dinkes Magetan Sukses Terapkan Aksi Cegah Stunting

Rabu, 22 Jul 2026 11:44 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna menggulirkan kasus kekerdilan anak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan menggencarkan Program Aksi Cegah Stunting (ACS)…