Jatah Vaksin Covid-19, Bukan untuk Kelompok Komorbid

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin

i

 

Jubir Satgas Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro: Meski Banyak yang Tidak Percaya akan Vaksin, Nyatanya Vaksin Terbukti Efektif Mencegah Banyak Penyakit

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ini ada tiga kandidat vaksin. Dan vaksin Covid-19 ini hanya akan diberikan kepada kalangan usia 18-59 tahun. Dan bukan berarti kelompok usia 0-17 tahun, di atas 60 tahun dan pemilik penyakit komorbid. Hal ini sesuai dengan uji klinis yang telah dilakukan.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan vaksin virus corona (Covid-19) itu produk Sinovac, CanSino dan Sinopharm. “Dan vaksinasi ini hanya digunakan pada kelompok 18-59 tahun," kata Yuri dalam konferensi pers daring 'Update Kesiapan Vaksin Covid-19 di Indonesia', Senin (19/10/2020).

Yuri, menambahkan selama ini uji klinis tiga vaksin itu tidak melibatkan kelompok usia 0-17 tahun dan di atas 60 tahun serta kelompok penyakit bawaan (komorbid). Mengingat saat uji klinis, orang dengan penyakit bawaan tidak dilibatkan.

 

Kemenkes Berupaya

Meski demikian, bukan berarti kelompok usia 0-17 tahun dan di atas 60 tahun serta pemilik penyakit komorbid, diabaikan. Kemenkes akan berupaya agar vaksin bisa dipakai semua kalangan.

"Kita belum akan vaksinasi di luar kelompok 18-59 tahun, tapi bukan berarti akan kita abaikan. Artinya seiring waktu akan kita tindaklanjuti," ucap Yuri.

Dia lalu menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar 320 juta dosis vaksin Covid-19 demi menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Dosis sebanyak itu akan diberikan kepada 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 160 juta orang. Tiap orang disuntik vaksin sebanyak dua kali.

 

Akhir Tahun 2020

Untuk permulaan, rencananya ada 9,1 juta orang yang akan disuntik vaksin pada akhir tahun 2020. Kelompok ini terdiri dari tenaga kesehatan (nakes), lalu public service, dan anggota BPJS penerima bantuan iuran (PBI).

"Dari diskusi yang kami lakukan dengan beberapa pihak, maka yang menjadi prioritas pertama adalah nakes. karena mereka lah yang akan berisiko dan sangat berisiko tertular dan menjadi sakit oleh covid, kemudian public service, dan anggota BPJS PBI," pungkas Yuri.

 

Vaksin untuk Anti Bodi

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, dr. Reisa Broto Asmor membantah, ada anggapan bahwa vaksin itu berbahaya karena dapat menyebabkan autisme pada seseorang. Hal tersebut tidak benar karena faktanya adalah penelitian yang menyatakan hal tersebut merupakan penelitian yang tidak valid yang dilakukan oleh Andrew Wakefield pada tahun 1998.

Ia menyatakan, vaksin telah menjadi penyelamat manusia dari berbagai macam jenis penyakit. Beberapa contoh yang dapat dilihat seperti Campak, Polio, Difteri, Rubella, varicella, dan masih banyak lagi yang di masa lalu menyebabkan penyakit berat bahkan kematian pada umat manusia.

"Walaupun vaksin sudah terbukti efektif untuk mencegah banyak penyakit, namun masih banyak yang tidak ingin melakukan program imunisasi, bahkan tidak percaya akan vaksin," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2020).

Diungkapkannya, banyak yang masih menganggap bahwa vaksin sama saja dengan memasukkan penyakit ke dalam tubuh, padahal sebenarnya vaksin hanya menggunakan satu bagian dari kuman yang direkayasa secara bioteknologi, partikel protein kuman atau kuman yang sangat dilemahkan, sehingga tubuh dapat meresponsnya dengan membentuk antibodi yang kuat. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

IndoBuildTech Kembali ke Surabaya, Industri Konstruksi Jatim Bidik Peluang Bisnis dan Proyek

IndoBuildTech Kembali ke Surabaya, Industri Konstruksi Jatim Bidik Peluang Bisnis dan Proyek

Selasa, 15 Sep 2026 18:20 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 18:20 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pasar konstruksi dan industri bahan bangunan di Jawa Timur kembali menjadi perhatian melalui penyelenggaraan IndoBuildTech Expo S…

Hadir Di 100 Tahun Gontor, Presiden Prabowo Akan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA

Hadir Di 100 Tahun Gontor, Presiden Prabowo Akan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA

Selasa, 15 Sep 2026 17:31 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo -Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dalam…

Kapolres Blitar Berbela Sungkawa Korban Kapal Virgo Transport, Langsung Bertakziah ke Rumah Korban

Kapolres Blitar Berbela Sungkawa Korban Kapal Virgo Transport, Langsung Bertakziah ke Rumah Korban

Selasa, 15 Sep 2026 16:35 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Peristiwa tenggelamnya Kapal Virgo Transport, menyisakan duka yang mendalam warga Kabupaten Blitar yang menjadi korban. Termasuk…

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Manajemen BRI Blitar Hadir Lebih Dekat menyapa Nasabah

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Manajemen BRI Blitar Hadir Lebih Dekat menyapa Nasabah

Selasa, 15 Sep 2026 16:34 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Senyum  sapaan hangat mewarnai peringatan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026 di BRI Blitar. Mengusung tema Think Customer, BRI …

20 Kotak Ganja Disembunyikan dalam Bodi Vespa, Terbongkar Gara-gara SOP J&T Cargo

20 Kotak Ganja Disembunyikan dalam Bodi Vespa, Terbongkar Gara-gara SOP J&T Cargo

Selasa, 15 Sep 2026 16:31 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 16:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Modus penyelundupan narkotika dengan menyembunyikan ganja di dalam bodi sepeda motor Vespa akhirnya terbongkar bukan karena p…

Masjid Al-Ikhlas Ponorogo Terbakar, Api Muncul Usai Shalat Zuhur

Masjid Al-Ikhlas Ponorogo Terbakar, Api Muncul Usai Shalat Zuhur

Selasa, 15 Sep 2026 16:30 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 16:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Masjid Al-Ikhlas di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, terbakar usai pelaksanaan shalat Zuhur, Senin…