Ratusan Pendukung MA-Mujiaman Berjejer Sepanjang Jalan Basra

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Beberapa masyarakat yang mendukung paslon 02, berderet rapi di sepanjang Jalan Basuki Rachmat hingga Gedung Dyandra Convention Hall, Rabu (18/11/2020). Sp/alqomar
Beberapa masyarakat yang mendukung paslon 02, berderet rapi di sepanjang Jalan Basuki Rachmat hingga Gedung Dyandra Convention Hall, Rabu (18/11/2020). Sp/alqomar

i

Sisi Lain Debat Publik Kedua Pilwali Surabaya

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Ada yang menarik di depan gedung Dyandra Convention Hall, tempat digelarnya Debat Publik Ke-2 Pilwali Surabaya, Rabu (18/11/2020) malam tadi. Secara perlahan, sejak Rabu petang pukul 18:00 WIB hingga dimulainya debat publik, beberapa masyarakat dengan atribut pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Machfud Arifin – Mujiaman (Maju) mengekor panjang di sepanjang Jalan Basuki Rachmat Surabaya.

Dari pantuan wartawan Surabaya Pagi dan SURABAYAPAGI.com, seolah tanpa dimotori, mereka memberi semangat untuk Machfud-Mujiaman. Dengan menerapkan protokol kesehatan, ratusan warga Surabaya berjejer rapi sepanjang jalan Basuki Rahmat sampai Dyandra Convention Hall yang menjadi lokasi debat.

Dari pantauan di lokasi, masyarakat itu gabungan relawan diantaranya Banteng Ketaton, LPM Suramadu, hingga warga Surabaya pada umumnya. Mereka meneriakkan dukungan kepada Maju sembari membawa poster, spanduk, dan bendera dukungan untuk Machfud-Mujiaman.

Ketua Madura Bersatu di Kota Surabaya Ach Kian Santang mengatakan, kedatangan masyarakat ke Jalan Basuki Rahmat tanpa dikoordiner. Mereka rela berdiri di pinggir jalan atas inisiatif sendiri karena saking cintanya kepada Machfud-Mujiaman.

"Mereka datang atas dorongan hati nurani tanpa diminta apalagi dikoordinir. Mereka ini cinta terhadap pak Machfud-Mujiaman," ujarnya, Rabu (18/11/2020).

Kian Santang menegaskan, masyarakat Surabaya sangat antusias menyambut tanggal 9 Desember mendatang. Salah satu tujuannya adalah ingin ada pergantian pemimpin baru di Kota Pahlawan. Mereka menginginkan Machfud-Mujiaman yang menjadi pemimpin menggantikan Tri Rismaharini.

"Mereka ini memberikan semangat kepada pak Machfud-Mujiaman. Ingin memeriahkan debat, cuma karena nggak bisa masuk lokasi debat di Dyandra, mereka rela berdiri di pinggir jalan," terangnya.

Kian Santang mengatakan, Machfud-Mujiaman menguasai panggung debat. Visi misi Machfud-Mujiaman "Maju Kotane, Makmur Wargane" sejalan dengan tema debat kali ini. Dimana tema debat publik putaran kedua ini adalah "Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Surabaya".

"Visi-misi Maju ini memahami betul apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat. Jadi apa yang menjadi tema debat ini sudah dilakukan oleh pasangan Maju meski belum menjadi wali kota dan wakil wali kota Surabaya," ungkapnya.

Kian Santang berharap, seluruh warga Surabaya, memilih Maju. Sebab, Machfud-Mujiaman pasangan yang cerdas dan peduli terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat Surabaya.

"Warga Surabaya keturunan Madura semuanya mendukung Maju," tukasnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat Surabaya yang rela datang sejak sore ke Jalan Basuki Rahmat, Subekti, mengaku ingin memberikan semangat kepada Machfud-Mujiaman. Dia datang bersama istri karena ingin Paslon nomer 2 Maju memimpin Kota Surabaya. "Saya sendiri dan warga kampung saya itu menginginkan pak Machfud dan pak Muji jadi pemimpin Surabaya, jadi bapak e wong suroboyo," katanya.

Subekti mengaku datang tanpa diminta apalagi dikoordinir. Dia berangkat dari rumahnya hanya ingin melihat Machfud-Mujiaman di lokasi debat. "Tapi kan nggak boleh masuk, jadi terpaksa berdiri di pinggir jalan seperti ini. Tapi nggak papalah, seenggaknya ini ikhtiar kami dan warga Surabaya untuk memberi support kepada pak Machfud dan pak Muji," ujarnya. alq/cr1/ril

Berita Terbaru

Ketua Komisi A Dorong Birokrasi Pemkot Perkuat Fungsi Pengawasan

Ketua Komisi A Dorong Birokrasi Pemkot Perkuat Fungsi Pengawasan

Selasa, 14 Jul 2026 17:50 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 17:50 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, lurah, camat, hingga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) harus m…

Lima Belas Ketua TP PKK Desa Dilantik, Ketua TP PKK Kecamatan Candi Memimpin Pelantikan

Lima Belas Ketua TP PKK Desa Dilantik, Ketua TP PKK Kecamatan Candi Memimpin Pelantikan

Selasa, 14 Jul 2026 17:09 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 17:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Candi resmi melantik lima belas Ketua Tim Penggerak PKK Desa masa bakti 2026–2034 di Pendopo Kec…

Dituntut 7 Tahun Penjara, Pengacara Sugiri Sebut Jaksa KPK Acuhkan Fakta Persidangan

Dituntut 7 Tahun Penjara, Pengacara Sugiri Sebut Jaksa KPK Acuhkan Fakta Persidangan

Selasa, 14 Jul 2026 17:04 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 17:04 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Tim penasihat hukum Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak …

MajaCraft Hadirkan Ekosistem Digital bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia

MajaCraft Hadirkan Ekosistem Digital bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia

Selasa, 14 Jul 2026 15:16 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 15:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Transformasi digital membuka peluang baru bagi pelestarian budaya Indonesia. Melalui MajaCraft.id, karya para pengrajin dan…

Kebakaran Gunung Gombak di Ponorogo Hanguskan 15 Hektare Karhutla

Kebakaran Gunung Gombak di Ponorogo Hanguskan 15 Hektare Karhutla

Selasa, 14 Jul 2026 15:11 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Gombak atau Gunung Nglarangan di Dukuh Karanggayam, Desa Sukosari,…

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Babak baru penanganan perkara korupsi yang mengguncang Pemerintah Kabupaten Ponorogo memasuki tahap krusial. Jaksa Penuntut Umum (…