Lansia di Mojokerto Tewas Dibacok Tetangga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proses evakuasi pelaku dari dalam rumah korban.
Proses evakuasi pelaku dari dalam rumah korban.

i

Pelaku Memiliki Riwayat  Gangguan Jiwa

 

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Nahas menimpa Jamilin (60) warga Dusun Belahan, Desa Brayung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Ia tewas saat menjalani perawatan medis ke RSI Sakinah, Sooko, Kabupaten Mojokerto usai dibacok tetangganya sendiri.

Dari informasi yang didapat, pelaku bernama Khusnul Khuluk (40). Rumah korban bersebelahan dengan rumah pelaku.

Aksi penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu (2/12) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Tanpa diketahui sebabnya, pelaku langsung membacok korban menggunakan senjata tajam (sajam) dengan celurit. Akibatnya, korban menderita luka bacok pada bagian perut dan punggungnya.

Melihat saudaranya dianiaya, Kaswari datang membantu. Namun, kakek 70 tahun ini justru menjadi sasaran pelaku. Sabetan celurit Khusnul mengenai lengan dan punggungnya. Saat itu Kaswari berkunjung ke rumah Jamilin.

Usai melakukan pembacokan terhadap korban, pelaku kembali kedalam rumahnya sembari membawa celurit yang digunakan untuk membacok korban.

Sementara itu, warga sekitar yang mengetahui korban bersimbah darah langsung membawa korban ke rumah sakit, namun nahas saat dalam perjalanan korban meninggal dunia.

Salah satu warga sekitar, Nur mengatakan, rumah korban dengan pelaku bersebelahan dan keduanya hanya tinggal seorang diri.

"Korban tinggal sendiri setelah cerai sama istrinya, punya anak satu. Tidak tahu persis kejadiannya kayak apa. Katanya korban ditusuk pelaku waktu di depan rumah. Dia (pelaku) bawa senjata tajam celurit, korban meninggal di rumah sakit," ujar Nur, Rabu (2/12/2020).

Sekitar pukul 09.00 WIB, polisi dan TNI mendatangi lokasi untuk menangkap Khusnul. Penangkapan berjalan alot lantaran pelaku diketahui masih membawa clurit. Upaya persuasif petugas akhirnya membuahkan hasil dan berhasil mengamankan pelaku.

Petugas berhasil mengevakuasi pelaku dengan mengikat kedua tangannya ke arah belakang. Dengan menggunakan dragbar (tandu darurat) dan ambulance milik Puskesmas Puri, pelaku dibawa ke Puskesmas Puri, pelaku dilakukan rapid test.

"Penangkapan cukup rumit karena pelaku bawa celurit dan melawan. TNI dan polisi khawatir menjadi sasaran. Prosesnya tiga jam, pelaku disergap setelah celuritnya dilepaskan," jelasnya.

Dari informasi warga sekitar, pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan di RSJ.

“Sudah lama sakitnya, sakit tekanan jiwa tapi biasa. Dia tinggal sendiri di sini, dulu punya istri tapi cerai,” ungkap salah satu warga, Nur Achiyat.

Masih kata Nur, saat kondisinya normal, pelaku khusyuk menjalani ibadah. Seperti sholat dan ikut kegiatan di desa. Namun sakitnya kambuh sejak orang tuanya meninggal dan ia tinggal sendiri. Untuk kebutuhan sehari-hari, ada saudara yang datang mengantar makanan.

Kapolsek Puri Iptu Sri Mulyani membenarkan pelaku mengidap gangguan kejiwaan. Khusnul berada di rumahnya karena dinyatakan sembuh.

"Pelaku mempunyai gangguan jiwa, selanjutnya dinyatakan sembuh. Kemarin kelihatan agak terganggu jiwanya. Makanya mau diobatkan," kata Sri. 

Berita Terbaru

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tak kurang waktu dari 24 Jam, Unit PPA Sat.Reskrim Polres Blitar Kota bersama dengan Polsek Srengat berhasil mengungkap pelaku…

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Harapan Nur Fadillah untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan titik terang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai p…

Masjid Al-Millah Sidoarjo Menyalakan Obor Festival Dakwah 2 Non-Stop 24 Jam

Masjid Al-Millah Sidoarjo Menyalakan Obor Festival Dakwah 2 Non-Stop 24 Jam

Sabtu, 17 Okt 2026 10:10 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 10:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Masjid Al-Millah Sidoarjo menggelar acara gerakan memakmurkan masjid melalui ibadah mabit (bermalam di masjid) yang m…

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah memperluas dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di S…

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, PONOROGO-Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam pengusulan…

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rendahnya cakupan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan d…