Sinovac Akui Belum Ada Kemanjuran Vaksin Produknya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Vaksin Sinovac yang baru saja didatangkan dari China
Vaksin Sinovac yang baru saja didatangkan dari China

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – 1,2 juta dosis vaksin Sinovac yang baru saja didatangkan dari China, oleh pemerintah RI, saat ini masih menjadi tanda tanya oleh masyarakat. Pasalnya, perusahaan asal China itu baru saja memberikan temuan terbarunya, bahwa vaksin Sinovac masih belum terbukti efektivitas dan kemanjurannya vaksin virus corona alias Covid-19 itu.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (10/12/2020) kemarin, Sinovac Biotech Ltd memberikan klarifikasi atas pernyataan PT Bio Farma, perusahaan farmasi Indonesia yang mendapati untuk menguji klinis fase III vaksin Sinovac. Bio Farma menyebut efektivitas vaksin mencapai 97 persen dalam uji klinis awal.

“Kami meluruskan, bahwa angka 97 persen itu hanya mengacu pada tingkat serokonversi yang terpisah dari kemanjuran vaksin. Dimana tingkat serokenversi yang tinggi, tidak berarti vaksin itu efektif melindungi manusia dari virus Corona,” kata Juru Bicara Sinovac Biotech Ltd, Kamis (10/12/2020).

Perusahaan yang berbasis di Beijing dan mitranya masih menganalisis data dari uji coba Fase III yang lebih besar di Brasil. Bukan di Indonesia.

Mereka berharap mendapatkan indikasi seberapa besar tingkat efektivitas suntikan tersebut berdasarkan data dari sekitar 60 kasus Covid-19.

Tak seperti pengembang vaksin lainnya, belum ada perusahaan vaksin asal China terkemuka yang merilis data secara publik tentang kemanjuran suntikan mereka dalam uji coba fase 3. Oleh karena itu, sulit untuk membandingkan vaksin mereka dengan lainnya untuk memperkirakan seberapa cepat mereka akan menerima persetujuan penggunaan umum.

Namun, dosis telah diberikan kepada ratusan ribu orang di bawah program penggunaan darurat China. Hal itu telah menimbulkan keprihatinan di antara para ilmuwan tentang potensi risiko dalam menggunakan vaksin yang keselamatannya belum dipelajari secara menyeluruh.

 

Andalkan Virus tak Aktif

Vaksin Sinovac sendiri hanya mengandalkan virus corona yang tidak aktif untuk mendapatkan sistem kekebalan. Ini adalah metode yang banyak digunakan dalam vaksin untuk melawan banyak penyakit lain seperti hepatitis, flu, dan polio.

Sementara, Bio Farma juga menyebutkan, 1.600 relawan yang diuji, tidak ada yang menunjukkan efek samping serius.

Apalagi, vaksin Sinovac juga masih belum dapat dipastikan untuk disuntikkan untuk orang lanjut usia diatas 60 tahun.

"Untuk di Indonesia vaksin mulai 18 tahun. Tapi di beberapa tempat lain, di Brasil itu ada di atas usia 60 tahun. Nanti kita serahkan ke Kemenkes dan BPOM. Kalau memang vaksin ini aman, kemungkinan bisa diberikan kepada usia di luar desk," kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.

Kendati demikian, Basyir menegaskan, pemberian vaksin Covid-19 tetap akan mengacu ke rencana pemerintah dengan rentang usia 18-59 tahun. "Tapi prioritas utama pemerintah sekarang untuk usia 18 sampai dengan 59 tahun," ucap dia.

 

Menkes Akui Sinovac Belum Aman

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun juga belum dapat memastikan efektivitas vaksin asal China itu. Bahkan meski Indonesia sudah membeli 1,2 juta dosis vaksin Sinovac, Penggunaannya masih menunggu izin darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menilai untung rugi vaksin dari data yang ada.

"Nah di dunia yang baru keluar EUA, baru Pfizer kemarin yang baru disuntik, yang baru saja, yang lain belum pernah ada, vaksinasi belum ada. Kalau ada ribuan orang dikerjakan itu masih dalam kapasitas uji klinis 3 yang dilebarkan mau berapa pasiennya," kata Terawan.

Seperti diketahui, Inggris pada Selasa (8/12/2020) mulai melakukan vaksinasi dengan menggunakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan di Jerman dari BioNTech- Pfizer. Vaksin tersebut telah mendapat izin dari otoritas Inggris untuk penggunaan kasus darurat.

Warga lanjut usia di atas 80 tahun, pekerja dan staf perawatan kesehatan, serta warga kelompok risiko tinggi mendapat prioritas utama untuk mendapatkan vaksin. Penerima pertama vaksin Pfizer di Inggris pertama justru seorang lanjut usia bernama Margaret Keenan, yang minggu depan akan genap berusia 91 tahun. Dia menerima vaksin itu di University Hospital Coventry pagi hari waktu setempat. Dia merasa sangat terhormat menjadi orang pertama yang divaksinasi Covid-19. Jk/erk/rr/cr/rmc

Berita Terbaru

Tanah Aset Desa Dibangun Warkop, Pemdes Janti Diminta Warga Segera Bongkar

Tanah Aset Desa Dibangun Warkop, Pemdes Janti Diminta Warga Segera Bongkar

Selasa, 16 Jun 2026 14:33 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebuah bangunan tempat usaha warung kopi (warkop) yang berlokasi di sebelah utara ujung timur gedung SMAN 1 Tarik atau tepatnya di…

Dindik Jatim Jalin Kerja Sama Global, Usung Kurikulum Vokasi Berbasis Industri dan AI

Dindik Jatim Jalin Kerja Sama Global, Usung Kurikulum Vokasi Berbasis Industri dan AI

Selasa, 16 Jun 2026 14:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menjalin kerja sama strategis dengan HGI Research Centre untuk memperkuat pengembangan talenta d…

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Suasana di Kota Pahlawan sejak pagi hari, Senin (16/06/2026) mengalami kemacetan parah hingga mengular cukup panjang sehingga laju…

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintahan Desa (Pemdes) Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, menggelar upacara adat larung sesaji di sungai mas, Selasa…

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti respon ditemukannya ASN yang menggunakan waktu kerja untuk membuat konten di media sosial (medsos), saat ini Wali…

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini ada yang unik imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax turut mulai memicu perubahan pola…