Diduga Ditilap Kades, Ketua RT/RW Tidak Terima Dana Insentif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Balai Desa Kembangan. SP/ M. AIDID
Balai Desa Kembangan. SP/ M. AIDID

i

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Para ketua RT dan RW Desa Kembangan, Kacamatan Kebomas, Gresik meradang. Pasalnya, hak dana insentif mereka selama tiga tahun (2018-2020) tidak dicairkan oleh kepala desa setempat. Nilainya mencapai Rp 1,2 juta per tahun.

Para ketua RT dan RW sudah berkali-kali menanyakan persoalan tersebut kepada Kades Kembangan Ngadimin. Tapi selalu dijawab dananya tidak pernah dicairkan pihak pemkab.

"Ini gimana kok dana insentif bagi ketua RT dan RW di Desa Kembangan sendiri yang tak cair. Sudah berjalan 3 tahun lagi. Padahal desa-desa lain semua cair," ungkap Ketua RT 10 Desa Kembangan Katik Alfarisi kepada awak media, Minggu (3/1/2020).

Menurut Katik, ketua RT dan RW sudah berkali-kali mempertanyakan kepada pihak desa. Tapi, jawabnya selama 3 tahun sama. Anggaran tak cair dari Pemkab Gresik. "Pihak desa bilang kalau tak cair mau berikan uang dari mana untuk insentif," kata Katik menirukan perkataan pihak Desa Kembangan.

Sesuai data, Desa Kembangan terdiri dari 10 RW dan 70 RT. Sejak tahun 2018-2020 Ketua RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan desa tidak menerima insentif sepeserpun dari pemdes setempat. Padahal setiap tahunnya pemkab selalu menganggarkan dana insentif bagi ketua-ketua RT dan RW melalui ADD. Nilainya sebesar Rp1,2 juta per tahun.

Katik mengungkapkan, Ketua RT dan RW selama ini penasaran dan bertanya kenapa insentif tak cair. Padahal di Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) selalu muncul.

Katik kemudian mengungkapkan untuk anggaran insentif Ketua RT dan RW tahun 2018 yang dianggarkan Desa Kembangan sebesar Rp 92,4 juta, kemudian pada tahun 2019 Rp 94,8 juta, dan tahun 2020 Rp 86 juta. "Kalau dianggarkan dan dananya itu ada, lalu dikemanakan uangnya," ucap Katik penuh selidik.

Ditambahkan Katik, untuk insentif sesuai ketentuan diambilkan dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang masuk penghasilan tetap dengan melihat kemampuan ADD, maupun Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kemudian, bersumber dari Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP). "Setahu kami semua Ketua RT dan RW di desa-desa lain sudah terima insentif setiap tahun dari sumber-sumber pendapatan desa tersebut. Masak desa di Kebomas yang masuk desa makmur seperti ini insentif perangkat tak mampu dikasih," pungkasnya.

Kades Kembangan Ngadimin belum memberikan klarifikasi terkait masalah tersebut. Dihubungi handphonenya tak aktif.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Gresik, Malahatul Fardah mengaku belum tahu persis persoalan yang dihadapi Desa Kembangan sehingga sejak tahun 2018-2020 tak memberikan insentif untuk Ketua RT dan RW.

Menurut Fardah, insentif untuk Ketua RT dan RW tersebut diberikan sesuai dengan kemampuan desa. Insentif dimaksud bisa diambilkan dari sumber pendapatan desa seperti ADD, PADes atau DBHP. "Apa anggaran yang diberikan dari pemerintah maupun PADes tak cukup, sehingga Desa Kembangan tak mampu berikan insentif untuk Ketua RT dan RW. Ini yang masih kami telusuri," terangnya.

Ditanya soal insentif Ketua RT dan RW setiap tahun dianggarkan ? Farda justeru balik mempertanyakan. "Logikanya kalau dianggarkan ya cair. Coba nanti saya cek dulu ke Kades Kembangan," janjinya. did

Berita Terbaru

Digadang-gadang Jadi Penguat Ekonomi, Proyek Greenhouse Desa Singkalan Mangkrak dan Beralih Jadi Kandang Kambing

Digadang-gadang Jadi Penguat Ekonomi, Proyek Greenhouse Desa Singkalan Mangkrak dan Beralih Jadi Kandang Kambing

Senin, 05 Okt 2026 15:17 WIB

Senin, 05 Okt 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Fasilitas pertanian modern berupa greenhouse budidaya melon di Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, kini…

Warga Tak Mampu Kena Denda Listrik Rp1,2 Juta, Cak Yebe: Kalau Tak Ada Kebijakan, Saya Bayar

Warga Tak Mampu Kena Denda Listrik Rp1,2 Juta, Cak Yebe: Kalau Tak Ada Kebijakan, Saya Bayar

Senin, 05 Okt 2026 15:13 WIB

Senin, 05 Okt 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mendapat keluhan dari seorang warga kurang mampu terkait denda listrik…

Perkuat Peran Kecamatan dan Desa, Capaian IKD Bondowoso Tembus 6,7 Persen

Perkuat Peran Kecamatan dan Desa, Capaian IKD Bondowoso Tembus 6,7 Persen

Senin, 05 Okt 2026 14:56 WIB

Senin, 05 Okt 2026 14:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan…

Hingga Akhir 2026, DKPP Pastikan Ketersediaan Beras di Ngawi Aman

Hingga Akhir 2026, DKPP Pastikan Ketersediaan Beras di Ngawi Aman

Senin, 05 Okt 2026 14:28 WIB

Senin, 05 Okt 2026 14:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi memastikan ketersediaan beras di…

Antrean BBM di Kota Madiun Mengular Lagi, Buntut Stok Pertalite Langka

Antrean BBM di Kota Madiun Mengular Lagi, Buntut Stok Pertalite Langka

Senin, 05 Okt 2026 14:23 WIB

Senin, 05 Okt 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Buntut kelangkaan Pertalite yang kembali terjadi di Kota Madiun, membuat  sejumlah stasiun pengisian bahan bakar, antrean mengular …

Sehabis Pesta Miras, Dua Pemuda di Blitar Perkosa Remaja Putri 16 Tahun di Kos-kosan

Sehabis Pesta Miras, Dua Pemuda di Blitar Perkosa Remaja Putri 16 Tahun di Kos-kosan

Senin, 05 Okt 2026 14:14 WIB

Senin, 05 Okt 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Peristiwa yang menjadi buah bibir masarakat di Wilkum Polsek Wlingi itu membuat geram masarakat, karena remaja putri sebut saja…