Aktivis LMR RI Kabupaten Sumenep Soroti Adanya Kelangkaan Pupuk

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 04 Jan 2021 17:09 WIB

Aktivis LMR RI Kabupaten Sumenep Soroti Adanya Kelangkaan Pupuk

i

Foto : Amiruddin, Aktivis LMR RI Komda Sumenep.  SP/ Ainur Rahman

SURABAYA PAGI Sumenep - Aktivis LMR RI Komda Sumenep, Amiruddin, menyoroti Kelangkaan Pupuk di beberapa kecamatan di kabupaten Sumenep, hal ini dirasakan setelah dirinya mendatangi beberapa petani yang ada di Desa yang ada di sejumlah kecamatan Kab. Sumenep. 

Dari hasil pantauan, dirinya menemukan di sejumlah titik lokasi yang ada di Kabupaten Sumenep, sejak beberapa bulan terakhir ketersedian pupuk pada tahun 2020 meningkat dibandingkan tahun 2019. "Jadi semestinya kepala dinas pertanian harus benar-benar memperhatikan kelangkaan pupuk di tahun 2020 ini” katanya kepada Surabaya pagi, Senin (04/01/21)

Baca Juga: Launching Bebek Angsa, Ekowisata Air Terapung Jadi Pilihan Masyarakat

Dirinya mencontohkan salah satu petani di Desa Meddelan Kecamatan Lenteng, yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa ia merasakan kesulitan untuk mendapatkan pupuk jenis urea. “Padahal, lahannya sudah digarap karena memasuki masa tanam dan waktunya untuk dipupuk, bahkan saya sudah tergabung dalam Kelompok Tani namun hanya dapat jatah 1 sak saja” jelasnya.

Dikatakan Amiruddin, kelangkaan pupuk ini menjadikan cemas dengan hasil panen, sebab yang semestinya mendapat jatah 2 sak hanya mendapat 1 sak per orang itu dalam satu kelompok Tani terus bagaimana dengan mereka yang tidak tergabung dalam kelompok tani. 

Baca Juga: Pemkab Sumenep Diminta Proaktif Lakukan Sitaan Milik H Sugianto

"Jika sudah tergabung dalam kelompok tani berarti, petani yang terdata di elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok. ( e-RDKK) saja, lalu bagaimana dengan sejumlah petani lainnya yang tidak tergabung dalam kelompok tani " tudingnya.

Pihaknya, akan mengajak berdiskusi dengan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahotbun) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, untuk bisa menjelaskan kelangkaan pupuk ini bersumber dari mana, sebab jika ketersediaan pupuk subsidi bagi petani telah tersusun sesuai dengan e-RDKK, jadi mustahil akan ada kelangkaan pupuk, namun kenyataannya, pupuk di Kab. Sumenep tetap langka.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Mafia Tanah Caplok 17 Hektare Tanah Desa Senilai Rp 114,4 Miliar

Makanya, Kepala Dinas pertanian Kab. Sumenep, harus bisa mengambil sikap terkait semakin banyaknya permintaan pupuk bersubsidi dari tahun ke tahun, sebab diakui dirinya ketersediaan pupuk pada tahun 2019 ada penambahan di tahun 2020. “Jadi untuk tahun 2021 kemungkinan terbesar semakin meningkat” pungkasnya .

Secara terpisah, Kepala Dispertahotbun Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto,  belum bisa ditemui di kantornya, kata salah satu stafnya yang bersangkutan sedang ada kegiatan di luar. ar

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU