Puluhan Mantan Outsourcing Luruk Kantor DLH Blitar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah perwakilan pekerja outsourcing yang meminta kejelasan terhadap nasibnya ke DLH Blitar. SP/Les
Sejumlah perwakilan pekerja outsourcing yang meminta kejelasan terhadap nasibnya ke DLH Blitar. SP/Les

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Puluhan pekerja outsourcing bekas tenaga kebersihan dan cleaning service Pemkot Blitar, meluruk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mewakili 161 orang lainnya yang dirumahkan atau tidak diperpanjang kontrak kerjanya tanpa alasan jelas.

Mereka datang ke kantor DLH Kota Blitar di Jl. Pemuda Sumpomo sekitar  jam 07.30 Wib untuk meminta klarifikasi, alasan kontrak mereka tidak diperpanjang sejak 31 Desember 2020. Serta mempertanyakan adanya kejanggalan dalam proses rekrutmen, pekerja outsourcing oleh pihak ketiga untuk tahun 2021. Mulai dari bertambahnya jumlah pekerja yang direkrut, alamat fiktif dan masuknya pekerja asal warga Kabupaten Blitar.

Seperti disampaikan perwakilan 161 pekerja outsourcing DLH Kota Blitar yang tidak diperpanjang kontraknya, Ani Rusminah kalau selama ini bekerja sebagai pekerja outsourcing, setiap tahun memang ada perpanjangan kontrak. "Tahun ini kenapa berbeda, tanpa penjelasan dan pemberitahuan apapun 161 orang dari total 290 pekerja outsourcing pada DLH (untuk tahun 2020) tidak diperpanjang kontraknya. Kesalahan kami apa," ujar Ani yang mengaku sudah bekerja 5 tahun sebagai pekerja outsourcing.

Ketika 161 orang tidak diperpanjang kontrak, anehnya DLH justru menambah pekerja outsourcing sebanyak 20 orang. Jadi total pekerja outsourcing untuk tahun 2021 ini ada 310 orang, tapi 161 orang dirumahkan. "Sebelumnya tidak pernah seperti ini, tapi kenapa setelah Pilkada dan terpilih Walikota baru ada ratusan pekerja yang tidak diperpanjang kontraknya," tandas wanita yang sehari-hari bertugas di Pemadam Kebakaran.

Karena selama memang santer disebut, dirumahkannya ratusan pekerja outsourcing terkait beda pilihan dan dukungan saat Pilwali Kota Blitar 9 Desember 2020 lalu.

Ani membenarkan, karena para pekerja outsourcing tahun 2020 kebanyakan diterima dan dibantu oleh mantan Walikota Blitar Samanhudi Anwar. "Sekitar 60% lah pekerja outsourcing di DLH ini mendukung Mas Henry (Henry Pradipta Anwar putra Samanhudi Anwar), karena sebagian warga Kabupaten Blitar. Jadi wajar kan kalau kita balas budi, pada orang yang sudah menolong kami," jelas Ani dibenarkan oleh teman-temannya yang lain.

Bahkan ada ancaman pada pekerja outsourcing DLH untuk memilih paslon No. 2 yaitu petahana Santoso -Tjutjuk Sunario, kalau masih ingin tetap bekerja. Serta diminta membantu mencari dukungan suara, namun akhirnya mereka tetap tidak diperpanjang kontraknya. "Kami sudah coba tanya ke DLH, tapi dilempar kesana kemari dan tetap tidak ada kejelasan," ungkapnya.

Selain tidak jelasnya alasan kontrak mereka tidak diperpanjang, pekerja lainnya, Aris Wicaksono juga mengungkapkan kejanggalan dalam proses rekrutmen pekerja outsourcing untuk tahun 2021 ini. "Nama saya sempat masuk dalam daftar nama pekerja, yang diumumkan lewat web PT yang merekrut tenaga outsourcing tapi alamatnya berbeda. Setelah saya cek ke DLH katanya bukan saya, ternyata di kroscek alamatnya fiktif tidak ada yang mendaftar," beber Aris yang sudah bekerja sejak 2013 lalu.

Setelah ditelusuri ada 18 nama yang diduga fiktif, bukti-buktinya juga ada. Dengan tujuan memasukkan nama pekerja baru asal Kabupaten Blitar, namun ditulis alamat warga Kota Blitar.

"Inikan namanya manipulasi, kalau dimintai bukti semua ada dan lengkap," jlentreh Ani menguatkan keterangan Aris.

Kejadian dirumahkannya atau tidak diperpanjangnya kontrak ratusan pekerja outsourcing di Pemkot Blitar, baru pertama kali terjadi sejak kepemimpinan Walikota Blitar, Djarot Syaiful Hidayat. 

Karena tidak bisa mendapat penjelasan, para pekerja kontrak yang sudah bekerja bertahun-tahun dan berjasa dalam membantu meraih Adipura untuk Kota Blitar ini membubarkan diri.

Seperti diberitakan sebelumnya ratusan pekerja outsourcing Pemkot Blitar yang berada di beberapa OPD diantaranya DLH, Satpol PP, Disdagin dan Bagian Umum dirumahkan tidak diperpanjang kontraknya. Karena diduga beda pilihan dan dukungan saat Pilwali Kota Blitar. Serta dianggap orang mantan Walikota Blitar Samanhudi Anwar, sehingga tidak mendukung petahana Santoso-Tjutjuk Sunario. Apalagi anggaran pengadaan tenaga outsourcing dalam APBD Kota Blitar tahun 2021 juga cukup besar, jumlahnya mencapai puluhan miliar.

Sementara itu salah satu pegawai DLH, Hartoyo yang menemui perwakilan pekerja outsourcing, mengatakan pihaknya masih menunggu pihak ketiga atau PT yang menyediakan jasa outsourcing. "Nanti saja penjelasannya menunggu pihak PT yang akan datang," jawab pegawai berseragam PNS tersebut sambil menolak menjawab pertanyaan wartawan ketika akan dikonfirmasi. Les

Berita Terbaru

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Rumah Sakit Darmayu yang viral di Media Sosial (Medsos) Face Book sejak Selasa (15/09/2026) kemarin pagi, akibat postingan keluarga…

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan, kendati Komisi Pemberantasan…

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Mojokerto – Empat abad setelah kelahirannya, pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari kembali dikaji untuk melihat relevansinya dengan persoalan z…

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Surabaya (IKASPEGABAYA) menggelar kegiatan jalan sehat dan gowes bersama, Minggu lalu. Kegiatan tersebut menjadi…

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Transisi Menuju Era Sepeda Motor Listrik di Indonesia Lebih dari Sekadar Insentif Pembelian

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI : Bagi pengemudi ojek daring, kurir logistik, dan pekerja lainnya yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, sepeda motor bukan sekadar…

Bahana Bersahaja Hadirkan 33 Layanan di Desa Bener, Bupati Madiun Targetkan Jalan Tembus Rampung Dua Tahun

Bahana Bersahaja Hadirkan 33 Layanan di Desa Bener, Bupati Madiun Targetkan Jalan Tembus Rampung Dua Tahun

Rabu, 16 Sep 2026 17:42 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 17:42 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun kembali menggelar Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) di Desa Bener, Kecamatan Sa…