AHY, Bisa Jadi Sedang Mainkan Strategi Market Challenger

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dr. H. Tatang Istiawan
Dr. H. Tatang Istiawan

i

Selamat Datang Politik Akal Sehat Jelang Pilpres 2024 (3)

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam Pemilu 2019 lalu Partai Demokrat hanya meraih 10.876.507 suara (7,77 persen).

Sementara dalam pemilihan legislatif 2014, Partai Demokrat berada di posisi ketujuh dengan perolehan suara 10,12 persen atau 12 juta . Posisinya secara berturut-turut berada di bawah PDIP, disusul Gerindra, Golkar, PKB, PKS, dan NasDem.

Padahal pada Pemilu Legislatif 2009, suara perolehan partai besutan SBY sangat perkasa dengan meraih 20,85%.

Ini artinya suara perolehan PD, anjlok .

Salah satunya disebabkan pemberitaan negatif soal kader-kadernya yang terlibat kasus korupsi.

Padahal pada Pemilu 2004 dan 2009, Partai Demokrat memperoleh suara yang fantastis. Faktor lain karena kepopuleran SBY.

Pasca SBY sudah lengser dari pemerintahan, Demokrat kayaknya masih percaya dengan sosok SBY. Dan sosok SBY, terus 'dijual'. Padahal sejak tidak menjadi presiden, SBY bukan market leader. Motif ini disadari oleh SBY. Makanya pada Maret 2020, melalui konggres SBY mundur dan “menunjuk” putra sulungnya menggantikan kedudukannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Secara seremonial, AHY terpilih secara aklamasi. Tapi sejumlah senior seangkatan SBY, tak rela. Antara lain bikin intrik politik. Diantara intrik terkuat mereka menganggap SBY seperti menjadikan PD partai dinasti seperti kerajaan.

Mencatat sejarah perjalanan PD, urusan intrik politik dari dalam bukan saat lima kadernya bertemu dengan Jenderal (Purn) Moeldoko, mantan Panglima TNI era pemerintahan SBY.

 

 

***

Era kepemimpinan AHY, demokrat yang babak balur dalam dua kali pemilu (2014,2019), mau tidak mau harus memutar otaknya.

Sebagai politisi “bau kencur” tanpa prestasi di publik, AHY, jelang Pemilu 2024, bisa dipahami pusing tujuh keliling. Mengapa? Lawan - lawan dalam pemilu legislatif adalah partai-partai menengah yang dipimpin politisi matang. Berbeda dengan AHY yang baru masuk di gelanggang politik tahun 2017. AHY, meski dalam konggres bulan Maret 2020, terpilih secara aklamasi, ia tak bisa mengabaikan riak-riak di partainya. Termasuk intrik intrik dari senior yang pernah berjuang besarnya PD bersama SBY, ayahnya.

Sebagai politisi yang bergelimang harta, AHY tentu bisa “membeli” apa saja. Termasuk konsultan politik. Salah satu jualan konsultan politik yang laris adalah membuat strategi komunikasi politik.

Maklum peranan strategi komunikasi politik sangat penting dalam merencanakan dan melaksanakan opsi-opsi pragmatis untuk perolehan suara partai politik dalam pemilihan umum.

Manuver AHY yang membuat isu kudeta, dalam komunikasi politik kali ini bukan dilakukan linier. Partai Demokrat bersama konsultan politik bisa membuat strategi melambung.

Ciri yang menonjol gerakan AHY, nyaris membuat kegaduhan. Terutama berkirim surat ke presiden Jokowi. Disertai beberapa narasi seolah “pak lurah” ikut dalam permainan beberapa kader demokrat.

Konsep membuat surat ke presiden menurut saya adalah trik politik yang melibatkan konsultan politik, bukan sekedar pikiran AHY semata. Trik ini terkesan untuk mengganggu kesibukan presiden yang sedang repot menangani penularan covid-19.

Menggunakan akal sehat, urusan apa presiden mesti obok-obok partai demokrat yang hidupnya terseok-seok. Apalagi tahun 2024, secara konstitusional tak bisa mencalonkan presiden untuk ketiga kalinya.

Cara berpikir saya ini menggunakan akal sehat.

Sementara AHY, sebagai nahkoda PD, harus memainkan strategi agar capaian suara pemilu 2019 yang hanya dikisaran 7% bisa meningkat menjadi 20%. Suara ini sekaligus bisa membawa AHY, ikut mencapreskan diri. Meski karir militernya mentok hanya seorang mayor.

Secara akal sehat, strategi politik AHY meraih suara kembali di kisaran 20% antara lain harus gunakan strategi melambung.

Salah satunya AHY bersama konsultan politiknya sedang menerapkan strategi market challenger. Bagi orang pemasaran, strategi ini biasa digunakan perusahaan menengah (ururan 4-7) menyerang pesaing-pesaing lain. Termasuk dengan tawaran yang agresif. Goalnya untuk memperoleh lebih banyak market share.

Akal sehat saya, AHY bisa berobsesi ingin kalahkan-menyalip partai kelas menengah atas seperti PDIP, Gerindra, NasDem, PKS dan Golkar.

Prakiraan saya AHY bersama konsultan politik yang kini bikin isu kudeta seperti sedang memainkan strategi naikan pamor Partai Demokrat .

Semua praktisi komunikasi bisa menebak AHY mempraktikan strategi komunikasi politik agar secara perlahan mulai tahun 2021 dapat mempengaruhi publik untuk memperolehan lonjakan suara. Ini pernah dipraktikan SBY pada pemilu 2004 dan 2009 dengan konsep terdholimin.

Pertanyaannya apakah strategi komunikasi politik yang dimainkan AHY ini dapat memberikan manfaat dalam membangun dan menciptakan kekuatan ke akar rumput?

Tentu secara teoritis strategi ini harus dijalankan melalui kegiatan kontinuitas AHY sekaligus konsistensinya.

Setahu saya strategi ini mengharuskan ada perencanaan taktis agar strateginya jelas arahnya dan disepakati bersama oleh elite PD di tingkat pusat sampai daerah. (Tanpa ada penggembosan).

Maka itu, pers industri, baik cetak, TV sampai Online juga jangan mengekspose masalah isu kudetq yang ditiupkan SBY, hendaknya tidak memberi porsi yang berlebihan di ruang publik versi AHY. Mengingat isu kudeta di sebuah parpol adalah tidak rasional, tidak logis dan sangat tidak produktif.

Lebih obyektif kita korek program program PD dan AHY untuk turut memperbaikan kebijakan mengatasi COVID-19 yang kini sedang dilakukan pemerintahan Jokowi. ([email protected]).

Berita Terbaru

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…

Bendera Hitam Kampung Pancasila, DPRD Surabaya: Harus Ada Indikator yang Objektif

Bendera Hitam Kampung Pancasila, DPRD Surabaya: Harus Ada Indikator yang Objektif

Senin, 14 Sep 2026 15:17 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan langkah tegas untuk mengawal keberhasilan program Kampung Pancasila. Perangkat daerah…