DPO Korupsi PT. Dok Surabaya, Dieksekusi Kejari Tanjung Perak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terpidana Yani saat digelandang  Tim Tabur. SP/Budi Mulyono
Terpidana Yani saat digelandang  Tim Tabur. SP/Budi Mulyono

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Yani Uti Puspita, terpidana dalam kasus tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di PT Dok Perkapalan Surabaya pada tahun 2009, tak berkutik saat diciduk Tim Tabur Kejari Tanjung Perak Surabaya.

Tim gabungan yang terdiri dari Pidana Khusus dan Intelejen itu menciduk terpidana di sebuah rumah kos, di Jalan Banyu Urip Kidul Gg V/16 RT 3 RW 5 Kamar No 2 Surabaya. 

"Tim Tabur Kejari Tanjung Perak Surabaya, pada hari ini, sekira pukul 14.00 WIB, berhasil menangkap terpidana Yani Uti Puspita, DPO dalam kasus tindak pidana korupsi," ucap Ali Rezza, Senin (8/2).

Pria yang menjabat sebagai Kasipidsus Kejari Tanjung Perak itu menambahkan, Yani Uti Puspita merupakan terpidana berdasarkan Putusan MA No 1784K/Pidsus/2013 tanggal 21 April 2014 dengan Pidana penjara selama 5 Tahun dan denda 200.000,000. Subsider 6 bulan serta uang Pengganti sebesar Rp. 2.278.031.934,74.

" Terpidana Yani terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 UU Tipikor Jo pasal 55 ayat 1 Jo Pasal 64 KUHP,"imbuhnya. 

Lebih lanjut, kata Ali, jaksa sempat kesulitan melakukan pencarian terhadap DPO Yani. Untuk mengelabui keberadaannya, terpidana kerap berpindah-pindah tempat.

 "Terpidana ini cukup lihai untuk mengelabui keberadaannya. Ia tidak lagi tinggal atau berdomisili di rumahnya. Ia memilih tinggal di kos-kos an," ungkapnya.

Pada saat proses penangkapan, disaksikan langsung oleh ibu Mila ketua RT 5 RW 03 Banyu urip Kec Sawahan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dan terpidana sangat kooperatif. 

"Terpidana selanjutnya kita bawa langsung ke Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk dilakukan tes kesehatan dan dititipkan sementara di Rutan Kejati Jawa Timur," pungkasnya. nbd

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…