Editor : Redaksi
AJIB Siap Layani Pecandu Narkoba
i
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pondok Pesantren Aura Jiwa Indonesia Bersinar (AJIB), resmi dibuka dan siap melayani masyarakat kecanduan narkoba.
Peresmian rumah rehabilitasi yayasan PP AJIB berada di Jalan Gresik No 97 (Hotel Antariksa) Kota Surabaya yang diketuai oleh Umar Al Khotib beliau terkenal dengan sebutan Ki Dalang, Kamis (11/2/2021).
Saat peresmian tersebut dihadiri oleh ketua umum yayasan PP AJIB, dihadiri dari berbagai kalangan, Dokter, BNNP, BNNK serta dari perwakilan kepala Dinas Sosial.
Dalam sambutan ketua Umum, Neneng Kusuma Dadari mengatakan, akan mewakafkan 100 kamar, namun saat ini sudah tersedia sekitar 40 kamar rehab yang sudah siap untuk di tempati.
Secara terpisah, Sugiono selaku kepala bidang pelayanan rehabilitas sosial Provinsi Jawa Timur mengatakan, yayasan rehabilitas narkoba yang telah diresmikan ini semoga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah surabaya.
“Kami berterima kasih kepada ketua yayasan PP AJIB, telah bersinergi di dalam penanganan rehabilitasi narkoba,” kata Sugiono dihadapan awak media Harianradar.
Sugiono menambahkan, kedepannya pemuda-pemudi di Jawa Timur, khususnya bisa menghindari barang haram seperti narkoba.
“Harapan kita semua, semoga PP AJIB bisa menyembuhkan, menangani dan menjadikan anak pencandu narkoba bisa mandiri dan menjadi baik lagi. Agar mereka jadi penerus bangsa Indonesia yang terhindar bebas dari bahaya narkoba,” ungkap Sugiono
Fasilitasi Pasien Miskin
Kata dia, jika suatu ketika ada warga dan calon pasien benar – benar tidak mampu alias sangat miskin, maka pihaknya meminta syarat diantar Lurah, RT dan RW . Selanjutnya difasilitasi dirawat tanpa biaya.
Intinya kata dia, PP rehabilitas Ajib ini memiliki satu visi dan misi untuk mewujudkan Surabaya bersinar, Indonesia bersinar dan bersih dari para pecandu Narkotika.
“Jadi tidak ada niatan lai, kecuali untuk menyelamatkan generasi bangsa,” ujarnya.
Ke depan Ki Dalang berharap PP AJIB mampu berperan untuk menyembuhkan atau memulihkan minimal 1 atau 2 orang saja kembali ke masyarakat dan sehat, menjadi amal yang disyukuri.
“Minimal kita sudah berbuat. Walau hanya satu atau dua orang saja yang berhasil pulih. Itu sudah cukup untuk berperan pada bangsa ini, dan tanggungjawab sebagai sesama umat,” tegasnya berharap. (Fm)